Banyak hal yang sedang coba dijalani dan dijajaki dalam hidup paralel. Untuk dunia yang satunya sih aman-aman aja. Puji Tuhan pekerjaan berjalan baik dan ada beberapa yang udah selesai terutama si tahu bulat akhirnya udah bisa Go Live dan udah bisa lepas karena udah masuk ke fase berikutnya, yeaaayy.

Trus kalau yang satunya lagi sih sebenernya aman-aman aja. Senang banged si adik kecil udah mulai dewasa dalam bersikap, seperti progress pelan-pelan deh rasanya, senaaaang banged kya pelan tapi jalan bahwa semuanya dipersiapkan, amin. Ada rencana besar untuk memperbaiki si home sweet home, belum mulai siih cuma beriman bakalan berjalan baik. Udah direncanakan, udha diomongin juga dan kyanya udah tinggal nunggu waktunya aja. Semoga semuanya berjalan baik yaaak. Amin

Dunia satunya sebenernya menyenangkan dan menyebalkan haha. Karena kalau dulu emang ga pernah dipikirin sama sekali karena terlalu banyak mikir tentang akibatnya terus sekarang jadi bingung mau mulai darimana. Seperti postingan memulai kembali sebenernya kondisinya belum banyak jauh beda dari itu walau lampu hijau udah menyala dengan terangnya.

Cuma daripada mengeluh (jadi inget antara morning atau mourning) mending mulai deh satu per satu dan mulai juga ngbrl atau diskusi sama banyak orang yang mungkin punya kasus sama. Yang paling sering dilakukan belakangan ini adalah dengerin YouTube, kenapa dengerin dan bukan nonton karena emang ga ditonton guys haha, cuma didengerin aja. Pakenya Youtube yang dari browser jadi kalau sambil ngapa2in bisa. Kalau yang di apps kan emang mesti ditonton jadi ga bisa nyambi pake apps lain hehe. Semakin banyak denger, semakin banyak belajar semakin merasa ngga tahu apa-apa, kebiasaaan ya manusia emang udah songong dari sononya kali padahal sebenrnya masih kosong dan masih butuh banyak diisi dengan ilmu dan pengetahuan lainnya.

Selain dari itu ada juga kegiatan yang sedang dicoba dijalani yaitu ikutan-ikutan webinar umum yang mungkin bisa menambah wawsan dan juga social circle. Nah salah satunya kemarin ikutan webinar ini.



Secara ngga sadar ternyata kita udah ken sama yang namanya Hustle Culture yaa. Berusaha banged buat kerja keras demi sebenernya ngga tahu apa. Cuma kya tuntutan masyarakat dan sekitar aja dan justru efeknya ga banged buat diri sendiri. Terutama buat kesehatan mental. Sebenernys ngga jauh beda kalau istilah kerjanya sama zaman dulu yang sering didengar yaitu Workaholic cumaaa skrng orang jadi overworking dan overgloryfying atas itu. Lembur, kerja weekend, kerja banyak tuh jadi presatasi tersendiri dan bangga. Trus dipamer dimana-mana padahal keadaan sesungguhnya tuh ngga begitu. Itu smeua palsu, sempet denger (alm) Raditya Oloan bilang jadi abis lo foto-foto dan upload Instagram trus abis itu lo cemberut karena sebenernya lo benci atau ga suka sama apa yang barusan lo foto dan upload itu. Kya semuanya tuh sebenernya amat sangat melelahkan. Semua hal itu berujung pada yang namanya stress dan itu ada beberapa hal yaitu fisik, mental, pikiran dan sosial. Nah mana coba yang paling tinggi tingkatan stress nya buat kalian? Kalau gue sih sosial haha. Yang lainnya kya masih bisa manage sendiri sih tapi kalau sosial hmmm kya beraaaat bgd dah. Bahkan punya media sosial aja berat hahaha. Temen baik gue bilang ayolaaaah bikin Instagram, duh kenapa bawaannya berat yaaa, kya tar mau nulis apa, trus akan jadi follow sana follow sini, di follow sana sini juga trus liat mereka udah apa udah kya apa, udah punya apa (oia ini juga salah satu penyebab hustle culture neh, istilah social construct) yang akan bikin kyanya jauh lebih banyak ga enaknya daripada enaknya karena merasa heyyy i do not have anything to say or to publish. Padahaaaal itu karena terlalu banyak mikirnya, coba deh mikirnya cuma apa sih yang lo punya hari ini atau apa sih yang udah lo punya dibanding sama yang lo ga punya. Harusnya akan jauh lebih banyak cuma emang kadang kan mikirinnya yang ga punya aja.

Usulan dari webinar itu adalah journaling. Ini udah dilakuin siih sebenernya sampe ada banyaaaka banged buku di kamar haha bahkan sekarang ada beberap sekaligus dengan tujuan yang beda-beda. Ada yang khusus kerjaan, ada yang khusus curhat ada neh yang baru banged dibuat yang khusus progress dunia paralel haha. Cuma mungkin ada bagian yang kemarin didapat yaitu soal ngobrol sama diri sendiri, omongin semuanya dan pake metode HEART (Here and Now, Envision, Ask, Reflect Define Fact dan express Thought).

Yang didapat siih gini apa yang sebenernya paling membebani, apa kondisi dari beban itu saat ini dan bagaimana rencana menyelesaikan beban itu mulai hari ini. Pikirkan hanya untuk hari ini aja rencananya dan prosesnya. Jangan lupa 10-15 menit buat rileks dan istirahatkan mental. Lakukan yang menyenangkan. Apa aja asal jadi santai dan seger lagi. Selamatkan diri sendiri dulu aja, Fokus ke AKU. Bukan masalah egois tapi masalah menghindari stress dan menyelamatkan mental. Harus bijak jugaa ya bukan dijadikan alasan untuk menghindari kewajiban.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Tiba lagi di bulan September.
Bulan dengan penuh perayaaan. Mulai dari besar sekali saat merayakan wkatu tiba di dunia sampai kepada hari-hari besar yang sangat berpengaruh terhadap hidup di masa depan.
Mengucap syukur untuk semua berkat yang diberikan oleh The Big Guy. Terima kasih tar terhingga untuk segala hal yang ada. Bagian yang mungkin menjadi sedikit mulai sulit dilakukan mengingat akan tekanan yang semakin menghimpit. Tapi dengan semua hal yang ada seharusnya rasa syukur tidak boleh kalah dari semuanya, justru harus semakin berkembang dan tumbuh hebat.
Seikit berbagi moment kebahagiaan yang diciptakan oleh orang sekitar yang cukup menambahkan rasa syukur, sayang ngga ada foto bareng gegara ada tragedi abang gojek, nantilah cerita di tempat lain yaaa.





Panjang Umur, Sehat Selalu, lebih dewasa lagi, lebih bisa membahagiakan orang sekitar, lebih tahu lagi kehendak Tuhan, lebih mengerti maunya Tuhan, lebih bersyukur, lebih percaya lagi pada kehendak dan rencanaNya. Amin
Read More..
Posted by Fronita Labels: , ,
Sunday, August 29, 2021 at 2:04 PM | 0 comments


Hal yang paling mudah dilakukan adalah menyalahkan. Sejak kejadian adam dan hawa, dosa saling menyalahkan ini sudah ada. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan Ular dan orang berbalik menyalahkan Hawa. Muter aja, sama kya banyak kejadian yang dialami orang-orang termasuk diri sendiri kalau lagi kena masalah.

Hari ini harusnya rasa Bahagia jauh lebih tinggi dibanding rasa sedih. Apa yang didoakan selama ini udah terkabul dan sisanya tinggal melanjutkan doa tersebut untuk terus berkembang pada tahap berikutnya. Senang sekali melihat mama tersenyum sangat lebar dan langsung mengucap Syukur atas kabar hari ini. Rasanya ingin sekali melihat mama memiliki reaksi yang sama tapi kabarnya dari aku. Berasanya sampai hari ini belum pernah bisa memberikan itu. Hal yang paling dia harapkan belum bisa aku wujudkan. Hiks.

Paling gampang adalah sedih, meratapi, menyalahkan dan seterusnya atas kondisi saat ini. Tapi makin kesini makin mikir, buat apa? Toh ngga ada faedahnya juga. Yang ada Cuma malah menimbulkan masalah yang lain yang (entah) seharusnya sudah tidak butuh diungkapkan lagi. Semua berpendapat sama, USAHA. Iya itu memang sedang dilakukan walau terus terang buat bangun lagi aja setengah mati karena merasa udah sangat terpuruk, udah berasa semuanya lewat dan udah sulit banged buat ngebangun kepercayaan diri buat mulai lagi. Tentunya (rasanya) ngga ada yang paham bagian ini bahkan orang terdekat sekalipun dengan mudahnya hanya menanyakan mana s-curve tanpa tahu bagaimana timeline-nya terbentuk. Padahal di sisi lain, aku mengalami krisis yang sulit aku atasi sendiri. Makin lama makin menggila, rasanya benar-benar sangat sulit mengatasinya. Astagaa apa yang udah terjadi sesungguhnya? Sampai-sampai aku merendahkan diri untuk mendapatkannya, sangat amat luar biasa sih untuk seseorang yang selama ini hitung-hitungan soal krisis itu.

Berharap orang lain mengerti adalah sesuatu yang amat sangat sulit apalagi belakangan ini. Pandemic membuat banyak orang menjadi tidak santai. Ingin cepat dan tidak sabar dalam sebuah proses. Tidak mudah lagi bertoleransi atas apapun (rasanya) lebih cenderung meminta kebutuhannya terpenuhi tanpa lagi memperhatikan bagaimana sekitarnya sedang bergerak untuk memproses semua yang dibutuhkan itu.

Semua orang bisa berkata A, B, C bahkan sampai Z tentang yang mereka lihat. Padahal itu hanya titik kecil dari lembaran kertas yang besar. Sulit sekali menjawab dan menjelaskan. Rasanya memang tidak perlu lagi sih. Yang dibutuhkan adalah untuk memberikan bukti bukan penjelasan lagi. Semoga ada acara untuk bisa membuat mereka melihat sisi lain selain titik kecil yang selama ini mereka fokuskan. Semua bermula dengan seandainyaaa.

Di sisi lain, sebuah USAHA tetap harus dijalankan. Lihat sekitar, lihat semua sisi, lihat semua bagian.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Banyak kali kita mengamini dan mengimani kalimat di atas dan merasa bahwa semua kelakuan buruk yang terjadi adalah karena salah berteman. Belakangan gue merasa bahwa factor paling besar yang mempengaruhi bagaimana kita hidup dan bersikap adalah diri kita sendiri. Musuh terbesar yang harus ditaklukan sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Semua hal ngga akan terjadi selama kita bisa menjada hati, pikiran dan Tindakan kita sendiri. Kan kita bukan robot yang bisa digerakkan oleh orang lain. Bahkan budak sekalipun kan sesungguhnya dia masih berkuasa atas anggota tubuhnya untuk bisa melawan walau mungkin resikonya akan jauh lebih besar dibanding dia mau ikut nurut aja apa kata tuannya.

Anggota tubuh juga demikian, kan ga bisa gerak sendiri kalau ga dikontrol sama yang Namanya saraf-saraf di otak. Hati dan perasaan yang suka bergejolak ditambah dengan keinginan yang sudah melampaui batas sesungguhnya masih bisa dikontrol oleh otak. Tapi kadang memang lebih mudah untuk mengatakan gara-gara dia, gara-gara ini, gara-gara itu maka jadinya gue begini dan begitu padahal dalam setiap hal selalu akan ada pilihan, selalu akan ada jalan untuk memilih mau melakukan apa dan mau melihat hasil yang seperti apa. Kita, manusia adalah makhluk istimewa ciptaan Tuhan yang bisa berpikir, punya akal budi dan dikasih kebebasan. Tuhan ga pernah maksain kita harus apa dan gimana, Dia itu mengarahkan tapi pilihan tetap di tangan kita.

Acapkali penyelesan kan datang belakangan, ya iyalaah kalau duluan Namanya DP hehe, jadi udah kejadian baru deh yaaaa kenapa ya tadi gue begitu andai aja bisa milih yang lain. Yaaa kenapa tadi malah bertindak begitu, andai aja bisa nahan diri buat ngga melakukan itu maka ngga akan ada penyesalan. Pernah sekali gue denger khotbah bahwa memang selama masih di dunia kita akan selalu jatuh bangun, yang penting kalau jatuh jangan lupa bangun, jangan malah menikmati kejatuhan dan merasa ya emang gue mah begini, ya emang udah nasib. BIG NO. Semua orang bisa bangun, semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa terus melangkah. Kembali kepada yang Namanya pilihan.

Hari ini jatuh lagi, hari ini kalah lagi. Yuk bangkit dan berjuang lagi, arahkan diri lebih baik agar besok bisa menang dan bisa lebih baik lagi. Amin.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya! (Kidung Agung 2:7, Kidung Agung 3:5)

Pernah saya coba melakukan konsultasi pada orang (entah sih ini orang yang benar atau bukan tapi karena adanya cuma dia ya udahlah ya gpp hehe) apakah salah dengan apa yang dirasakan saat ini? Menurut dia sih hal tersebut adalah hal yang wajar dan normal karena selain memang sudah waktunya (dilihat dari sisi usia) tapi juga memang sudah waktunya mengingat panjangnya sejarah percintaan yang sudah cukup lama tertunda (aiih bahasanya haha). Cuma makin lama makin merasa kadang bersalah ketika memang menginginkannya atau mungkin ada dalam kondisi terlalu menginginkannya. Memang sih masih dalam kondisi yang wajar bukan seperti orang sakau (pinjem istilahnya ya) yang akan melakukan apapun untuk memenuhinya.

Dengan kondisi seperti ini makanya kadang merasa amat sangat kesel dengan orang-orang yang sudah mendapatkannya tapi tetap merasa tidak cukup dan mencari kesenangan dengan selingkuh, meilirik yang lain atau justru tidak membahagiakan pasangan yang sudah dimilikinya. Omong kosong kalau bilang yaa udah bedalah, ya udah ga cintalah, ya udah ginilah, ya udah gitulah. Ya nggalah! Coba ingat dan coba kembali ke masa saat dulu pertama kali ketemu, pertama kali memandang dia sebagai satu-satunya orang yang diliat dan akhirnya mau diajak untuk menjalin hubungan bersama (entah masih dalam lingkup pacaran atau udah menikah yaa, itu ngga ada bedanya sih karena sesungguhnya keduanya sudah sama-sama menyatakan komitmen untuk bersama hanya masalah tingkatannya aja, kalau versinya saya sih begitu ya, menikah jauh lebih tinggi tingkatannya karena ada terlalu banyak hal yang akan mempengaruhi dan dipengaruhi olehnya tetapi jangan juga remehkan pacaran yaa). Kenapa ga bisa mencoba untuk melihat dan kembali ke masa itu. Kalau kata Noah dalam lagu kupeluk hatimu
Kembalilah ke masa itu
Ketika pertama bertemu
Di mana cinta hentikan waktu
Dan kau peluk hatiku

Emang sih saya oribadi saat ini belum memiliki pasangan tetapi rasanya terlihat begitu banyak hal yang akan bisa mudah dilakukan dengan semua yang memang sudah sangat sulit dibendung lagi saat ini. Semoga di saat waktunya tiba memang sudah bisa melakukannya. Semoga juga Tuhan sudah mengizinkannya untuk itu. Karena kalau emang sampai hari ini belum ada berarti memang BELUM waktunya. Entah karena diri sendiri yang memang dianggap BELUM pantas atau memang si pasangannya yang memang BELUM selesai mempersiapkan dirinya. IMAN dalam hal ini berperan sangat tinggi untuk bukan cuma PERCAYA tapi juga MEMPERCAYAKAN semua hal pada Sang Pemilik Hidup karena Dia sendiri sudah berjanji dalam Pengkhotbah 3:11a Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya. Lihat dan perhatikan waktu -NYA bukan waktu-KU atau waktu-MU yang mana kapan-nya tentunya suka-suka DIA yang memiliki langit dan bumi ini.

Sabarlah hai diri dan jiwaku dalam penantian. Pikirkan hal yang bisa dilakukan di masa penantian ini bukan dengan memaksakan atau menarik waktu tersebut buat datang lebih cepat dari waktu-NYA.

Yang kuat yaaa, Fro! Haha
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates