Friday, February 13, 2009 at 11:42 AM |
Suatu kala ada seorang pemuda tampan yang mempunyai hati yang sangat indah, bersih, tanpa cacat. Hati tersebut dipamerkannya masih merah merona dan tak ada goresan sedikit pun. Semua orang yang melihatnya terkagum – kagum dan terkadang merasa iri. Karena tahu bahwa hatinya yang paling indah di dunia, di merasa angkuh dan sombong.. “Aku akan mempertahankan hatiku dan tak akan membuatnya bercela” pikirnya.

Suatu ketika pemuda itu berjalan di tengah kota sedang menikmati pujian orang di sekelilingnya yang mengagumi hatinya. Di tengah perjalanan di bertemu kakek tua yang bahkan untuk berjalan saja ia sudah gemetar. Sang kakek mempunyai hati yang memiliki banyak lubang, goresan, dan tambalan hampir di setiap hatinya bahkan ada bagian yang terlihat pucat; menurut gambaran orang hatinya berupa sangat buruk.

Sang pemuda tersebut dan berkata “Hai kakek buruk rupa sekali hatimu mengapa sampai terjadi seperti itu?” lalu dengan sombongnya pemuda itu menunjukan hatinya “lihatlah hatiku tanpa noda dan tak bercela”.

Sang menjawab “hatiku mungkin tak secantik hatimu tapi hatiku adalah yang paling berharga bahkan lebih berharga dari hatimu yang mulus itu” Mendengar hal itu sang pemuda pun terdiam karena heran apa yang dimaksudkan sang kakek.


Kakek terdiam sejenak lalu kemudian melanjutkan ceritannya “Hatiku mungkin tleah rusak namun banyak hal dan kenangan yang telah kualami entah itu pahit maupun manis”

Kakek itu menunjuk hati bagian hati yang berlubang dan berkata “Inilah hatiku yang berlubang karena telah kucungkil kuberikan kepada orang-orang yang kucintai sebagai tanda bahwa aku sungguh mencintainya”

Lalu kakek itu menujuk bagian yang tertambal dan berkata “Inilah hatiku yang tertambal, tertambal oleh bagian hati yang lain karena ada orang-orang yang mencintaiku yang memberikan hatinya kepadaku banyak kenangan indah dari orang-orang terkasih itu didalamnya oleh karenya akupun memberikan bagian hatiku ke orang-orang itu.

Kakek itu menunjuk bagian yang tergores dan berkata “Inilah hatiku yang tergores oleh karena sakit hati ketika aku ditolak dan dikecewakan orang-orang yang kucintai namun walapun pertamanya pahit pada akhirnya akan terasa manis karena semuanya indah dan menambah pengalaman saya”

Kakek itu menunjuk kepada bagian hatinya yang pucat dan berkata “Inilah hatiku yang menjadi pucat, pucat karena dukacita yang mendalam ketika kehilangan orang yang kucintai dan ketika melihat hati orang-orang kucintai tergores” Kakek tersebut bercerita dengan meneteskan air mata lalu dengan tegas ia berkata kepada pemuda tersebut “Hatiku ini berharga sebab ini adalah cerminan perjalanan hidupku jangan kau rendahkan dengan membandingkan dengan hatimu”

Sang pemuda terdiam karena perkataan kakek itu benar-benar menyentuh hatinya. Kakek itupun bertanya kepada pemuda itu “Adakah kau membagi hatimu kepada orang lain? Pernakah kau memperoleh hati yang lain oleh karena kau mengasihi seseorang?” Mendengar hal itu menangislah pemuda itu dan berkata “Betapa malunya aku ternyata hatiku tak lebih baik darimu. Aku tak pernah mau berbagi rasa dan mencintai orang lain oleh karenanya aku juga tak pernah menerima bagian hati dari orang lain”. Pemuda itu kemudian mencungkil hatinya dan memberikannya kepada kakek itu sehingga alangkah terkejut dan terharunya kake itu. Kakek itu pun memberikan bagian hatinya kepada pemuda itu, bahkan orang-orang sekitar yang menyaksikan terharu sehingga memberikan bagian hati mereka untuk menambal lubang yang ada di hati kakek itu.

Mungkin hati pemuda itu menjadi tak seindah dulu tetapi apakah pemuda itu menyesalinya dan kekurangan sesuatu? Tidak sama sekali hati pemuda itu sekarang telah menjadi kaya dan berharga oleh karena ia telah mau berbagi cintanya kepada orang lain dan dia menerima cinta dari orang lain untuk menambal lubang di hatinya. Kini hidup pemuda itu tak lagi sama; hidupnya lebih berwarna dan bermakna oleh karena mau berbagi cinta kepada orang yang dicintainya.

Di sini dapat dipetik pesan bahwa cinta itu sangat berharga dan lebih berharga lagi bila kita mau membaginya bersama orang lain yang kita cintai. Bila kita mencintai seseorang maka kita mendapatkan sesuatu yang berharga sampai-sampai tak ternilai oleh emas paling murni dan berlian paling berkilau di dunia. Kita mendapat pengalaman hidup sehingga bertambah dewasa kepribadian kita, kita mendapat kenangan yang merupakan nafas jiwa dalam hidup di kala dukacita maupun sukacita keberadaannya sangat penting. Cinta memberi warna dan rasa dalam hidup sehingga hidup kita menjadi bermakna sehingga haruslah kita menunjukan wujud cinta kita kepada orang-orang yang kita cintai. Sudahkah kita melakukan hal ini kepada orang-orang yang kita cintai di dalam hidup kita?

“Love is to share; love is to feel. Love dearest person in your life with all of your heart, sincerity, because someday it will lead you to everlasting happiness until time tore you apart then join again in after life”

Happy Valentine, February 14, 2009

Dedicated to

Orang-orang yang menyejukkan hatiku...

With Love,



aCHiL


Posted by fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates