Monday, January 18, 2010 at 11:04 AM |
Tanggal: Sabtu, 16 Januari 2010
Bacaan : 2 Raja-raja 4:18-37
Setahun: Kejadian 39-40; Matius 11
Nats:Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya (Amsal
10:1)

Judul:

GELANG "MAHAL"

Suatu kali putra saya, kelas 1 SD, menghadiahi saya gelang. Gelang
untaian manik buatan anak tetangga, yang ia beli dua ribu rupiah per
buah. Tak biasa ia royal membelanjakan tabungannya, sekali ini ia
belikan saya tiga gelang sekaligus. Penasaran, saya tanya alasannya.
Jawabnya, semata karena sayang. Jadi, ia meminta saya selalu memakai
tiga gelang itu. Saya pun memakai ketiganya di rumah. Namun, rasanya
"malu" memakai "gelang anak-anak" keluar rumah. Walaupun begitu,
saya pakai juga sebuah. Jika orang bertanya, saya akan ceritakan
kasih tulus anak saya di gelang itu!

Anak yang dianugerahkan pada keluarga wanita Sunem yang mendukung
pelayanan Elisa, juga telah mendatangkan sukacita besar bagi
keluarganya. Buktinya, ketika anak itu meninggal, hati si ibu
hancur, sukacitanya melayang seketika. Ia pun berlari menemui Elisa
lagi, serta memohon agar tidak hanya diberi "harapan kosong" (ayat
28). Lewat doa Elisa, anak itu kembali hidup (ayat 35), dan siap
menjadi pembawa sukacita lagi.

Orang jarang memperhatikan bahwa sebenarnya anak-anak juga banyak
memberkati orangtua. Sejak lahir, anak-anak telah memberi
orangtuanya banyak tawa dan pengalaman indah. Memberi makna hidup
yang lebih. Juga semangat, penguatan, penghiburan. Sayangnya kala
letih atau masalah menimpa, kehadiran anak-anak bisa terasa
"mengganggu". Salah-salah, mereka menjadi tempat pelampiasan. Jika
itu terjadi, kita rugi dua kali. Anak-anak menjadi lemah, kita
sendiri tetap berbeban. Padahal Tuhan menyimpan "cadangan kekuatan
kita" dalam diri anak-anak. Mari mengasihi dan mensyukuri setiap
anak di hidup kita! _AW

SETIAP ANAK HADIR DENGAN MISI BESAR:
MENJADI SEMANGAT, PENGUATAN, DAN PENGHIBURAN BAGI ORANGTUA!

2 Raja-raja 4:18-37

18. Setelah anak itu menjadi besar, pada suatu hari keluarlah ia
mendapatkan ayahnya, di antara penyabit-penyabit gandum.
19. Tiba-tiba menjeritlah ia kepada ayahnya: "Aduh kepalaku,
kepalaku!" Lalu kata ayahnya kepada seorang bujang: "Angkatlah dia
dan bawa kepada ibunya!"
20. Diangkatnyalah dia, dibawanya pulang kepada ibunya. Duduklah dia
di pangkuan ibunya sampai tengah hari, tetapi sesudah itu matilah
dia.
21. Lalu naiklah perempuan itu, dibaringkannyalah dia di atas tempat
tidur abdi Allah itu, ditutupnyalah pintu dan pergi, sehingga anak
itu saja di dalam kamar.
22. Sesudah itu ia memanggil suaminya serta berkata: "Suruh kepadaku
salah seorang bujang dengan membawa seekor keledai betina; aku mau
pergi dengan segera kepada abdi Allah itu, dan akan terus pulang."
23. Berkatalah suaminya: "Mengapakah pada hari ini engkau hendak pergi
kepadanya? Padahal sekarang bukan bulan baru dan bukan hari
Sabat." Jawab perempuan itu: "Jangan kuatir."
24. Dipelanainyalah keledai itu dan berkatalah ia kepada bujangnya:
"Tuntunlah dan majulah, jangan tahan-tahan aku dalam perjalananku,
kecuali apabila kukatakan kepadamu."
25. Demikianlah perempuan itu berangkat dan pergi kepada abdi Allah di
gunung Karmel. Segera sesudah abdi Allah melihat dia dari jauh,
berkatalah ia kepada Gehazi, bujangnya: "Lihat, perempuan Sunem
itu datang!
26. Larilah menyongsongnya dan katakanlah kepadanya: Selamatkah
engkau, selamatkah suamimu, selamatkah anak itu?" Jawab perempuan
itu: "Selamat!"
27. Dan sesudah ia sampai ke gunung itu, dipegangnyalah kaki abdi
Allah itu, tetapi Gehazi mendekat hendak mengusir dia. Lalu
berkatalah abdi Allah: "Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN
menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya
kepadaku."
28. Lalu berkatalah perempuan itu: "Adakah kuminta seorang anak laki-
laki dari pada tuanku? Bukankah telah kukatakan: Jangan aku diberi
harapan kosong?"
29. Maka berkatalah Elisa kepada Gehazi: "Ikatlah pinggangmu, bawalah
tongkatku di tanganmu dan pergilah. Apabila engkau bertemu dengan
seseorang, janganlah beri salam kepadanya dan apabila seseorang
memberi salam kepadamu, janganlah balas dia, kemudian taruhlah
tongkatku ini di atas anak itu."
30. Tetapi berkatalah ibu anak itu: "Demi TUHAN yang hidup dan demi
hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau."
Lalu bangunlah Elisa dan berjalan mengikuti perempuan itu.
31. Adapun Gehazi telah berjalan mendahului mereka dan telah menaruh
tongkat di atas anak itu, tetapi tidak ada suara, dan tidak ada
tanda hidup. Lalu kembalilah ia menemui Elisa serta memberitahukan
kepadanya, katanya: "Anak itu tidak bangun!"
32. Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan
terbaring di atas tempat tidurnya.
33. Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan
anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.
34. Lalu ia membaringkan dirinya di atas anak itu dengan mulutnya di
atas mulut anak itu, dan matanya di atas mata anak itu, serta
telapak tangannya di atas telapak tangan anak itu; dan karena ia
meniarap di atas anak itu, maka menjadi panaslah badan anak itu.
35. Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali
ke sana dan sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas
anak itu. Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka
matanya.
36. Kemudian Elisa memanggil Gehazi dan berkata: "Panggillah perempuan
Sunem itu!" Dipanggilnyalah dia, lalu datanglah ia kepadanya, maka
berkatalah Elisa: "Angkatlah anakmu ini!"
37. Masuklah perempuan itu, lalu tersungkur di depan kaki Elisa dan
sujud menyembah dengan mukanya sampai ke tanah. Kemudian
diangkatnyalah anaknya, lalu keluar.
Posted by fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates