Thursday, March 26, 2015 at 12:05 AM |

Ini adalah kisah klasik yg hampir semua orang juga pasti udah tahu. Dari zaman masih kecil pasti hampir semua orang sudah dengar kisah ini. Lalu kenapa masih mau ditonton kalau kisahnya udah tahu? Justru disitulah poin yang mau dilihat yaitu bagaimana sang sutradara bisa menyajikan sesuatu yang lain dari kisah klasik yang banyak diketahui oleh orang, begitu kata ginger. Karena kalau tidak sama dengan kisah aslinya, maka pastilah akan dikritik abis si sutradara, namun sebaliknya kalau sama persis, pasti juga akan dikritik karena dianggap tidak kreatif, maka mari kita lihat bagaimana hasil karya sang sutradara.

Untuk sisi cerita, semuanya sama pada intinya. Namun ada penambahan di awal mengenai kisah ibu dari cinderella dan bagaimana kisah masa kecilnya. Dan dalam cerita ini dijelaskan bagaimana kata cinderella itu muncul. Kalau kata ginger, emg di cerita aslinya juga bgtu, lah qo g ga tahu yak hahaha. Jadi sebenernya nama cewek yang sering kita denger disiksa oleh ibu tiri dan 2 saudara tirinya itu adalah Ella. Lalu cinderella itu artinya adalah upik abu, hal itu karena pada malam hari cinderella suka tdr di dekat perapian yang hampir padam untuk menghangatkan tubuhnya. Setelah ibu dan saudara2nya datang, Ella diminta tidur di loteng. Pada malam hari, loteng sangat dingin sehingga Ella suka tdr dekat perapian. Nah karen itu maka mukanya Ella suka kotor oleh abu perapian. Karena inilah dipanggil Cinderella. Cinder itu artinya abu. Maka bisa diartikan putri abu atau bahkan lebih kejamnya adalah upik abu atau pembantu. Hayo siapa yang tahu soal ini?(biar ada temnennya haha).
Kisah baru yg ditampilkan adalah tentang cerita dari ibu tirinya tentang kenapa dia jadi jahat dan tentang intrik yang dibuat si ibu tiri dengan adipati kerajaan terkait pencarian pasangan buat sang pangeran.

Menurut aku sih, hal tersebut cukup membuat ibu tirinya terkesan manusiawi, bukan jahat aja sepenuhnya. Tapi kalau kata ginger, itu masih kurang, harusnya si sutradara bisa menonjolkan bagian melankolis dari si ibu tiri. Misalnya pada saat sang ayah sedang berbicara dengan Ella perihal ibunya Ella. Disana diperlihatkan bagaimana si ayah masih sangat mencintai ibunya Ella. Jika ditilik dari sisi manusiawi, tentunya sang ibu tiri akan merasa sedih dan iri karena kan skrng statusnya dia adalah istri dari ayahnya Ella, seharusnya ayahnya Ella bisa menjaga perasaan istri baru nya. Jadi klo mnrt ginger, bisa dibuat saat dia mengintip lalu tiba-tiba pintunya terbuka dan ayah Ella melihat si ibu tiri menangis sehingga si ayah merasa tidak enak. Begitu.


Secara keseluruhan, bisa dinilai sang sutradara cukup kreatif dalam menyajikan kisah ini.
Oia tambahan lagi, saat semua yang disihir berubah kembali ke asal, kenapa sepatunya ngga?hal itu karena sepatu adalah satu2nya hal yang bukan diubah dari bentuk asli ke bentu lain tapi merupakan sesuatu yang diciptakan oleh si ibu peri. Lalu kenapa ukuran sepatu cinderella tidak muat oleh gadis manapun, hal ini karena sepatunya memang sudah disihir hanya akan cocok buat Ella seorang.
Maka sepertinya kisah aslinya, cinderella dan pangeran hidup bahagia selamanya.
Posted by fronita Labels: ,
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates