Saturday, May 27, 2017 at 1:18 PM |
Beberapa waktu lalu, g pergi ke Palangkaraya. Dalam rangka kerja sih. Jadi g dapet project namanya Bi-NET Network Enterprise tapi lebih sering disebut sebagai network Koperbi. Ini tuh proses penggantian dan penambahan switch di KPW BI hampir seluruh Indonesia. Kenapa Palangkaraya, hmmm karena g belum pernah ke pulau Kalimantan sih hehe.

Bandaranya kecil, namanya Tjilik Riwut. Jujur, g baru tahu loh kalau arti katanya itu adalah kecil dan berisik haha. Itu adalah nama pahlawan di Palangkaraya. Menurut info yang didapat dia adalah pehlawan yang turut memajukan kalimantan terutama bagian tengah. Dia itu berasal dari suku dayak yang merupakan suku asli dari kalimantan. Jadi wajarlah kalau namanya digunakan sebagai nama bandara dan dikenang.

Berikut penampakan bandaranya. Perjalanan kesana ngga terlalu lama, cuma 2 jam saja. dan jujur g juga baru tahu kalau sekarang jamnya ngga beda sama Jakarta. Padahal waktu g SD perasaan g belajar, Klaimantan itu jamnya beda 1 jam deh. Ternyata kalau kata temen g udah diubah. Dulu garis pembatasnya tuh dibelok-belokin nah kalau sekarang ditarik lurus jadi Kalimantan Tengah jatohnya masih WIB.


itu dua foto di lokasi yang sama tapi ngambilnya di saat yang berbeda, yang satu pas baru dateng trus yang satu lagi pas udah mau pulang hehe

eh g lupa, kemarin tuh g berangkat naik garuda dan itu naiknya dari terminal 3 yang baru. Gileee terminal kita skrng udah keren bgd. asli keren bgd. g ampe terkagung-kagum dah, beneran udah kya di luar negeri. emang sih belum sempurna semuanya tapi udah mau jadi semualah. bentar lagi pasti udah kerena bgd apalagi kalau jalur keretanya udah jadi, mantap dah



Wilayahnya masih kosong. Dari Bandara ke Hotel, g naik taksi resmi bandara. Oia dikarenakan di kantor g bertugas jadi Cost Controller perjalanan dinas, lumayan juga neh bisa sekalian investigasi ke lokasi hehe. Nah di Bandara ini ada taksi remsminya dan pakai tarif sesuai wilayah. Ada wilayah 1, 2, dan 3 dan itu udah harga fix. Kyanya ini ditentukan oleh jaraknya sih. Masih masuk akal. Supirnya orang Jawa. Ini mengingatkan kita pada pelajaran SD lagi dimana pulau Kalimantan merupakan daerah tujuan program Transmigrasi. Dulu banyak orang dari pulau Jawa yang dikirimkan ke Kalimantan. Diberi lokasi tempat tinggal dan fasilitas pekerjaan untuk tinggal dan menetap di Kalimantan karena padatnya penduduk di Pulau Jawa. Penduduk aslinya adalah suku Dayak dan masih ada di sini. Cuma tinggalnya masih di pedalaman. Kalau di kotanya sudah bercampur antara yang asli dengan pendatang. Walaupun sepi, pengguna jalannya ramah dan sopan. Ngga bakal tuh ditabrak saat nyebrang bahkan saat lampu hijau sekalipun. Mereka menghormati pejalan kaki dengan baik. Hal itu didukung oleh pemandangan selama berjalan kaki, banyak sekali taman dan juga area wifi untuk para pejalan kaki. Taman dihiasi dengan aneka alat permainan untuk anak.


Hotel tempat g tinggal namanya Aquarius. Kyanya hotel yang dianggap cukup bagus untuk sekitar wilayah situ. Yang bikin kaget sih, ada diskotik disini dan g dapet tiket masuk gratis haha. pengen sih nyoba masuk. udah direncanakan cuma gagal dengan alasan keamanan hehe. ya sudahlah yak. kapan-kapan bisa kali. lagian buat apa juga masuk ke sana, kaya ngga ada guna, gitu kata temen g sih. Makanan di hotel ini ngga cukup banyak ragamnya, itu pas sarapan sih tapi sempet juga mesen makanan dari hotelnya. Cukup enak daaaan porsinya banyak bgd haha. Ampe mabok ngabisinnya. Harganya juga lumayan sih cuma dengan porsi sebanyak itu kyanya masih bisa dibilang oke sih.

Lokasi Bank Indonesia ngga jauh dan masih bisa jalan kaki kesana, sempet g foto di depannya pas malem-malem bgd haha. Ngga terlalu bagus ya hasilnya tapi ya sudahlah, kan sebagai bukti kerja aja haha.

Setelah urusan pekerjaan selesai, g sempetin jalan-jalan sedikit. Kalau waktu sebelum pergi, g sempet nyari-nyari soal wisata disini dan emang ngga banyak yang cerita sih tapi sebagian besar yang cerita dan ada juga kya trip kesana, ceritanya soal wisata air atau wisata keliling sungai dengan menggunakan perahu. Terdengar menyenangkan bukan.

sayangnya setelah ditelusuri, wisata tersebut sudah ngga ada. g sempet mapir ke sebuah semacam dermaga yang kyanya dulunya pasti masih rame karena terlihat bekas-bekas kios makanan dan juga loket untuk pembelian tiket wisata air plus rutenya kemana aja. sedih sih liatnya. berarti kurang perhatian dan kurang dana sehingga ngga menarik dan kalau cuma mengandalkan dari warganya sendiri pastinya ngga akan bertahan karena akan jadi besar pasak daripada tiang, asli sedih sih liatnya. semoga aja kalau tulisan g ada yang baca terutama emang pihak yang bisa bertanggung jawab atas hal itu, bisa kembali menghidupkan wisata disana karena seriusan kotanya tuh cantik dan bersih dan nyaman. jadi harusnya bisa menarik wisatawan juga kesini.


Selain ke wisata sungai,sempet mampir ke restoran dengan nama yang sama dengan nama bandaranya. disini jualan makanan khas kalimantan. oia disana itu banyak bgd ikan. pasti kalian akan sering menemukan menu ikan setiap kali mau makan.

Ternyata restoran ini adalah rumah asli dari Tjilik Riwut. Cuma sudah ngga dipake lagi dan akhirnya dijadikan rumah makan sekaligus muesum karena ada banyak barang peninggalan beliau disini. Desainnya lumayan bagus tapi lagi-lagi kyanya karena terkendala biaya maka kurang terawat dan juga kurang dilestarikan. Bahkan disebelahnya ada semacam ruaang serbaguna yang sesungguhnya bisa disewakan dan dipergunakan untuk keperluan tertentu namun sudah mulai usang dan rusak.

Tempat lain yang sempat dikunjungi adalah monumen Soekarno. Tugu patung Presiden pertama RI ini berdiri megah di sebuah Taman. Nah dibelakang taman inilah letak dermaga yang di atas udah diceritain. Sayang sama seperti dermaga, tamnnya juga udah ngga terawat. beneran sayang bgd deh :(


oia tempat beli oleh-olehnya adanya dipasar. mirip pasar tradisional yang ada di Jakarta. Tapi akses kesana sulit. memang sudah ada angkot disini tapi jarang bgd. Jumlahnya sedikit dan trayeknya jauh-jauh bgd. Kalau mau naik taksi juga susah. yang ada mesti telp dan ngga pakai argo, langsung tembak aja. Hal ini pastinya tidak disukai para wisatawan. Harusnya ada aturan dan ada yang mengatur.

begitulah cerita soal Palangkaraya. Kota Cantik yang kurang lestari dan kurang perhatian.

MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates