Thursday, February 8, 2018 at 7:46 PM |
Waktu g SD dulu g amat terobsesi untuk bisa selalu dapat nilai sempurna. Ga tau mulainya darimana tapi g akan merasa sangat panik saat ulangan dibagikan dan nilai g ga sempurna. Kalau dari analisa g sih itu berawal dari kelas 1 SD g dulu saat pertama kali dalam hidup dibagikan yang namanya rapor sekolah. G cuma dpaat rangking 2. Bokap dan nyokap sempet nyeletuk kenapa g ga kya kakak g yang rangking 1. Buat g bukan jadi hal ga enak malah jadi penambah semangat. Cuma yg bingung sih entah kenapa g selalu dapat rangking 2 dan yg dapat rangking 1 pun selalu orang yg sama.

Bayangkan, dalam 1 tahun ada 3 semester dan g selalu memegang rangking 2 seja semester 1 kelas 1 sampai semester 3 kelas 3. Temen g yang rangking 1 selalu dia juga. Heran g kenapa bisa begitu. Padahal nilai Kami selalu sama ya emang sih kecuali agama. Dulu g sekolah di sekolah negeri yang masih belum keren kya Sekarang. Dulu pelajaran agama kami di samaratakan, yaitu agama islam. G dan keluarga g bukan berasal dari keluarga muslim, agama kami berbeda. Cuma pendapat g sih, yg namanya pelajaran, ada bujunya dan bisa dipelajari. Itulah yang g lakukan dulu.

Cuma baca dan menghafal, ga masalah buat g tapi asal kalian tahu ya, di setiap ulangan umum, yang menentukan nilai rapor, selalu ada soal essay yang meminta kita menulia sebuah ayat atau menuliskan artinya. Yg kya begini pasti akan g kosongin karena g sama sekali ga pernah tau cara bacanya. Kan huruf arab semua. Jadi mungkin nilai yg bagian ini yg bikin g kalah sama si rangking 1. Menyebalkan ya.

Pada saat pembagian rapor kenaikan kelas 3 ke kelas 4, wali kelas g mengumumkan kalau si rangking 1 akan pindah sekolah karena bapaknya ditugaskan ke ujung pandang, jadi mau ga mau dia dan seluruh keluarganya akan pindah kesana. Hati g bersorak gembira karena ngga ada lagi si rangking 1. Dan semua yang g pikirkan terlaksana, jadilah g si rangking 1 sejak kelas 4 mulai dari semester 1 sampai 3.

Tapi ternyata kehidupan ga berhenti disitu. Di kelas 4, muncullah seorang guru yg skrng biasa kita istilahkan killer. Sebenernya dia dulu pernah jadi gurunya kakak g dan mengenal kakak g dengan baik. Ekspektasinya pun berlebihan. Dia berharap g sama dengan kakak g yang selalu rangking 1 selama dia SD. Dia dengan sengaja melakukan penelitian selama g kelas 4 dan menemukan banyak hal yang diantaranya adalah nama-nama murid dengan kemampuan yang menurut dia menarik dan seru untik digabungkan dalam 1 kelas dan dibuatkan persaingan. Hal itu menyebabkan kelas 5 g bagaikan mimpi buruk. Dia benar-benar menggabungkan 2 kelas 4 yg awalnya sudah terpola karena selalu sama sejak kelas 1, kini menajsi gabungan yang berbeda antara langit dan bumi. Kelas 4B yaitu kelas g, terdiri atas hampir semua anak yang pintar Menurut hasil penelitian dia. Yang paling luar biasa adalah ini, dia juga memasukkan semua anak yang paling pandel dari gabungan kedua kelas tersebut. Kalian bisa bayangkan bagaimana kelas kami.


Di kelas ini, kembali g menjadi si rangking 2 lagi. Dan g udh ga sanggup melihat apa yang menyebabkan nya. Hari-hari sekolah sudah terasa amat melelahkan karena ada banyak sekali buku yang dibawa dan dibaca dan dihafalkan. Kehidupan berubah. Yang waktu itu g kejar hanya bagaimana bisa bertahan menghadapi hari-hari sekolah bukan lagi mengejar nilai sempurna.

Efeknya adalah di tingkat sekolah dan kehidupan setelahnya. SMP merupakan waktu pertama yang terlihat hasilnya dari semua yang g jalani. G masuk ke SMP yang sama dengan si rangking 1 di kelas 5. Namun kami berbeda kelas. Di semester pertama, g masih memegang rangking 2 namun dia sama sekali tidak mendapatkan rangking. G sempat shock mendengar nya saat pembagian rapor.

Sejak saat itu g sadar bahwa kesempurnaan itu ga bisa kita raih karena dalam kehidupan selalu ada tingkatan yang lebih dari yang kita sudah capai. Merasa paling pintar, masih adalagi yang lebih pintar. Merasa lebih kaya, masih banyak lagi yang lebih kaya. Merasa lebih baik, masih banyak lagi yang lebih baik. Klo kata pepatah selalu ada langit di atas langit. Jadi kalau ada org yang bilang g perfeksionis, g hanya senyum karena g merasa sudah melewati masa itu dan udh ngga lahi seperti itu. Yang ada hanya berusaha memenuhi kewajiban sesuai dengan yang seharusnya.
Jadi jangan mengejar kesempurnaan karena kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Posted by Fronita Labels: ,
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates