Wednesday, March 14, 2018 at 9:19 AM |

Akhirnya g berhasil baca semua buku seri Dilan. Seperti yang pernah disampaikan pada tulisan sebelumnya tentang Buku Dilan (1990) dan filmnya. Baca buku yang berikutnya bikin kita makin tahu bagaimana karakter mereka masing-masing sesungguhnya dan amat sangat disayangkan kalau mereka tidak mampu bertahan saat itu hanya karena kurangnya komunikasi. Memang ada beberapa hal yang menurut g pribadi harusnya bisa ditoleransi dan diperbaiki namun benar seperti yang Dilan katakan, apa yang bisa dilakukan dan dipikirkan oleh anak usia 18 tahun yang mungkin lebih menonjolkan emosi dan keegoisan untuk menuruti keinginan mereka sendiri tanpa memikirkan jauh ke depan.

Andai saja mereka bisa lebih baik lagi jujur satu sama lain dan berkomunikasi, mungkin seperti Ale dan Anya di Critical Eleven yang akhirnya mampu mengingat masa-masa bahagia dan menjadikannya kekuatan untuk kembali menerima satu sama lain walau memang ada kesalahan besar yang ada di dalamnya. Milea hanya khawatir yang teramat sangat karena dia teramat sangat sayang Dilan. Dia berpikir dengan mendiamkan Dilan saat temannya meninggal karena diserang akan membuat Dilan sadar dan tidak akan pernah melakukan kenakalan lagi namun justru Dilan yang butuh teman saat itu. Dilan yang kalut karena ngga tahu harus bagaimana dan tentunya berkeinginan kuat untuk membalaskan dendam atas kematian temannya.


Namun toh kita menemukan akhirnya bahwa Dilan bertobat dengan sendirinya dan memilih hal positif lain yaitu ngeband dan meninggalkan kenakalan yang sebelumnya dengan sendirinya namun dia juga menemukan sesuatu yang ganjil di Milea yaitu dia sudah pergi dengan lelaki lain entah siapa itu namun Dilan menyimpan itu dan menganggap kalau Milea sudah tidak lagi memikirkan dia dan dengan mudahnya berpindah hati. Padahal ya kalau g pribadi menilai Dilan tuh anak baik dan pacara yang sangat pengertian. Mana ada pacar yang nemenin pacarnya nemuin manta pacarnya dan dia ngga mau dengerin apa yang mereka bicarakan. Keren.

Kisah mereka memberikan banyak sekali pelajaran kalau menurut g. Bagaimana kita bisa menghargai satu sama lain dan berusaha memengerti apa yang sebelumnya ada di hidup pasangan kita masing-masing saat belum bersama kita. Kita ga boleh merenggut semua hal yang mereka punya walau sekarang mereka sudah miliki kita. Ada hal yang bisa ditoleransi, mungkin ga banyak. Pelajaran langsung dari lingkungan g adalah cowok ga dibolehin main futsal karena sudah berkeluarga, padahal kan cuma 1 minggu sekali. Kalau menurut g sih ya bolehin aja, tapi itu toh kembali menjadi pilihan si cowok, apakah dia menerima larangan istrinya atau dia malah mencoba mempertahankan keinginannya, namun jangan dengan keributan ya. ginger ngajarin g kalau keinginan bisa disampaikan dengan cara baik-baik qo bukan dengan emosi. dan jika berhasil atau gagal pun ngga akan ada hurt feeling.

Dilan dan Milea adalah contoh luar biasa untuk sebuah kisah cinta. Patut diacungi jempol untuk rayuan dan tindakan Dilan terhadap Milea, coba deh ada ga yang mau ngerayu cewek minta didoain dulu sama mamanya hehe, cuma Dilan kali, sampe minta air minumnya dibacain Al-Fatiha haha
Posted by Fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates