Saturday, May 19, 2018 at 7:49 PM |

Ginger semangat buat ngajak nonton film ini, g sih ikutan aja. Agak aneh sebenernya dia semangat nonton film Indonesia tapi ya sudahlah. Pendapat g soal film ini sih agak aneh ya. Entah apa yang mau disampaikan oleh si penulis cerita dan si sutradara. Kalau perihal pemilihan tokohnya sih udh pas bgd. Fauzi Baadilah bisa memerankan dengan baik sebagai tokoh sentral dalam film ini. Untuk tokoh Adin sebagai temannya, menambah menarik adegan tiap adegan.

Singkatnya ini bercerita tentang kejadian 2 Desember 2016 lalu di kota Jakarta dimana banyak sekali umat islam yang berkumpul di sekitar monas dalam rangka membela agama atas kasus yang terjadi saat itu tentang penistaan agama oleh gubernur DKI Jakarta. Yang aneh dalam film ini adalah perihal hubungan antara acara itu dengan Fauzi Baadilah.


Diceritakan dia bernama Ahmad dan dia bekerja sebagai wartawan. Dia mengalami kekecewaan terhadap ayahnya atas sikap ayahnya ketika dia kecil. Memang dia melakukan 2 kesalahan besar yaitu bermain petasan di mesjid yang menyebabkan mesjid terbakar dan menyetir mobil tanpa diketahui ayahnya sehingga menyebabkan kecelakaan dan 2 adiknya meninggal. Lalu ayah nya meletakkan dia di pesantren tanpa sekali pun menjenguk dia. Dia menganggap itu hukuman dan pembuangan, makanya dia berkata pada semua org bahwa ayahnya sudah ga ada.

Lalu semua dihubungkan dengan bagaimana pendapat dia saat itu bahwa agama dijadikan senjata oleh para politikus untuk tujuan mereka dalam menggulingkan pemerintahan saat itu, terutama pemerintah daerah Jakarta. Dibuat juga kalau Ahmad tidak suka sholat lagi. Yang ini agak memaksa sih karena ga ada hubungannya.

Inti cerita adalah tentang perbaikan hubungan ayah dan anak karena kejadian di masa lalu. Jadi dilatarbelakangi dengan cerita apapun harusnya masih masuk. Kalau memang mau pakai cerita tentang 212 dan menunjukkan vahwa islam agama damai maka bukan untuk cerita simple macam hubungan ayah dan anak, bisa lebih luar biasa mungkin tentang anaknya yg jadi bomber lalu akhirnya sadar bahwa itu bukanlah yang diajarkan sesungguhnya dalam agama islam. Itu pendapat saja. Secara keseluruhan pesan tentang bagaimana wajah agama Islam sesungguhnya sudah tersampaikan dalam film ini dan hubungan ayah dan anak sudah diperbaiki.
Posted by Fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates