Friday, May 31, 2019 at 2:21 PM | 0 comments
Ginger yg ajak nonton ini. Baru sebentar di bioskop eh udah Ada di TV. Kata ginger sih ini film lama entah kenapa baru tayang di bioskop Indonesia. Kyanya sih karena lagi Masa Ramadhan jadi cocok temanya. Film ini bercerita Tentang seorang anak bernama Bilal yang sejak kecil menjadi budak karena wilayahnya dikuasai oleh saudagar Kaya. Begitu sebutannya. Di zaman itu masih merupakan zaman belum mengenal agama. Semua orang dipaksa untuk menyembah patung yang dianggap dewa. Memberikan sumbangan kepada dewa dan memohon kepadanya. Bilal tidak mau melakukan itu. Bilal tidak lagi percaya dan tidak lagi memiliki harapan karena apa yang menimpanya saat kecil Dan menyebabkan ibunya meninggal.


Sampai suatu hari dia bertemu dengan seseorang yang bernama Abu bakar. Dia seorang saudagar yang sudah memeluk agama Islam Dan mencoba membangun squad untuk bisa mengatasi hal-hal seperti menyembah dewa. Dia sanggup membuat Bilal memilik harapan lagi bahkan meyakini kalau dia adalah manusia bebas sejak dia memeluk agama Islam. Peristiwa pentingnya adalah saat akhirnya dia ditebus. Dia, Abu bakar Dan hamzah berhasil satu persatu mengambil daerah dari Umayya yang merupakan tuan Bilal. Yang merampas wilayahnya Dan menjadikan dia budak bersama adiknya Ghufaira.

Perjuangannya terus berlanjut untuk bisa mengambil semua daerah Umayya. Sampai akhirnya dia mampu membuat anak Umayya, Safwan bisa berubah menjadi orang yang lebih baik. Bilal terkenal karena suaranya yang bagus Dan dialah orang pertama yang mengumandangkan adzan. Dia yang mengajarkan bagaimana suara adzan bisa terdengar seperti saat ini.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Berawal dari pengumuman yang seharusnya ngga dilihat, emg ga pernah sih baca pengumuman disitu tapi ya mungkin Tuhan pengen g liat dan baca. Semuanya langsung mengubah perasaan g saat itu. Entah gimana semua hal yg berhubungan, mirip, sejenis dan lainnya langsung berputar di kepala dan sedikit Demi sedikit menambah rasa sakit di hati. Hampir aja ga bisa melakukan apapun. Ga konsen ngapa2in. Astaga :(

Bahkan malam ini kembali g diingatkan perihal yang sama namun berbeda manusia. Ya Tuhan. It's really hurt :( dan saking ketakutannya g sama kondisi g saat ini bahkan dI dalam mimpi pun dia ada dan menghantui hiks. Kalau The Rain dan Endank Soekamti blg tidak pernah menyesal atas semua yg terjadi malah membuatnya semakin terlatih, di lain kesempatan hal tersebut mudah diucapkan tapi di lain kesempatan semuanya terasa sangat menyedihkan. Memang g yg menempatkan mereka pada jarak dan posisi tertentu yang mana suatu saat nanti jika g sudah bisa, jika g sudah bebas, jika belenggunya sudah hilang maka g akan mengunjungi mereka bahkan meminta mereka namun yang terjadi adalah semuanya pergi dan memilih kebahagiaannya sendiri bersama yang lain.

Tiada yg salah. Hanya aq manusia bodoh
yang biarkan semua tega permainkanku
berulang-ulang Kali...



Ya mungkin begitu kali ungkapannya. Kalau g jadi mereka juga g akan melakukan hal yg sama, pergi daripada menunggu yg ga pasti. Dimana g saat itu, oh kadang g jugaa lupa sama mereka karena g sibuk menyelamatkan hidup orang lain. Sibuk mengurus hal dalam hidup orang lain. Sibuk memperhatikan orang lain. Sibuk pada hal yang sangat ingin g hindari sesungguhnya. Tapi g ga bisa. Saat in kondisinya g ga bisa bergerak. STUCK. Tanpa kejelasan. Tanpa batasan waktu. Tanpa kekuatan. Tanpa ah udahlah...

Seringkali g berpikir, apa g ga layak bahagia bakal manusia normal lainnya. Manusia normal yang dalam usia ini sudah memiliki apa sangat g impikan? Kadang g mikir kalau jalannya aja ngga keliatan menuju kesana apalagi hasilnya. Tapi kalau begitu g akan jadi orang yg ga percaya sama keajaiban Sang Pemilik Hidup huft

Tenangkanlah dirimu hai hati dan jiwaku
waktunya akan tiba suatu saat nanti, amin
semoga kalian semua bahagia disana wahai barisan para mantan dan semua yang pergi tanpa sempat aq miliki.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Sejak selesai nonton John Wick 2 pastinya film ini sudah sangat dinantikan baik sama g atau sama yang lain yang udah nonton hahaha. Kalau kalian lihat review g di John Wick 2 kalian akan tahu kalau g bilang John Wick 2 itu cuma trailer untuk John Wick 3, trailer yang kepanjangan. Sama kya Alita Battle Angel. Nah akhirnya kita sampai pada filmnya. Awalnya sih oke, sebenernya g penasaran sama ceritanya. Cuma setelah setengah jalan ceritanya, ginger mulai bosen, dia bilang kebanyakan action-nya jadi kya ngelihat darah banyak dimana-mana trus berantem dimana-mana. G bilang udah sama kya nonton The Night Comes For Us ya? Dia bilang yaaa 11-12 lah. Cuma kalau pendapat g sih John Wick masih lebih bisa ditoleransi, kalau kalian nonton The Night Comes For Us tuh ya ampun beneran brutal bgd deh.

Jadi ceritanya masih tentang seorang John Wick yang di nomor 2 sudah memakan buah simalakama dimana dia harus melakukan yang emang harus dia lakukan sesuai dengan aturan, asli g seneng bgd kata-kata ini loh, Remember John, Rules is Rules. We can't run from that. Jadi dia terpaksa mematuhi aturannya namun akibatnya justru nyawanya terancam apalagi dia sudah melanggar aturan di Continental yang membuat dia menjadi Excomunicado yang artinya tidak punya tempat perlindungan dan tidak akan mendapat bantuan dari siapapun.


Memang aksinya oke, dia jago tapi ya kembali sih too good to be true. Klo kata Ginger udah kya film Ramboo zaman dulu. Jagoannya satu dan musuhnya banyak bener tapi tetep bisa menang. Yang keren untuk plotnya adalah di bagian adanya The Adjudicator (Asia Cate Dillon) yang memabuat bukan hanya John (Keanu Reeves) yang terancam tapi juga Bowery King (Laurence Fishburne), Winston (Ian McShance) bahkan orang baru yang juga membantu hanya karena ada hutang yaitu The Director (Anjelica Huston). The Adjudicator udah kya orang audit aja deh yang memeriksa semua orang dari segala sisi dalam membantu John Wick.

Aksi yang juga tidak kalah memukau adalah Sofia (Halle Berry) yang lagi-lagi juga terkena Marker Rules sehingga terpaksa membantu John Wick. Aksi dengan anjingnya sangat keren loh. Masih oke dia main fim action. Terakhir g nonton dia main film The Call dan sampe kmrn mukanya masih begitu-begitu aja. Yang mungkin agak rancu adalah perihal alasan dari John untuk tidak menyerah, walaupun mungkin ini hanya trik agar dia bisa tetap hidup dan menyelamatkan yang lain karena pilihan hidupnya ya tetep aja bak buah simalakama.

Hal yang ngga kalah oke, terutama untuk kita semua orang Indonesia adalah aksinya Yayan dan Cecep. Bukan hanya aksi berantemnya aja tapi juga dialog mereka yang menggunakan bahasa indonesia. Asli keren. Bangga merasa diakui dan bisa menggunakan bahasa sendiri di kancah internasional.

Film ini ngga berakhir begitu saja. Kalau kata ginger sih film kya bgini paling gampang dibuat sekuelnya, ya emang bener sih tapi kalau pendapat pribadi g sih agak salut sama yang nulis cerita, emang jadi sekuel tapi bukan cerita yang mengulang seperti Jason Bourne yang case nya di tiap film sama aja dan sama sekali ngga ada clue menuju apa yang dia cari. Emang sih kyanya John Wick juga hanya akan berputar di sekitar marker aja cuma bisa jadi untuk film yang keempat adalah saatnya dia bersama yang lain membalas High Table. Kita tunggu aja deh.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Sebenernya sejak ginger blg kalau dia denger film ini dibicarakan di film Happy Death Day 2, g jadi ga yakin pasti g dengernya dimana. Padahal di awal-awal g yakin kalau g denger pertama kali tentang film ini tuh dari Scott Lang di Avengers End Game. Ya tapi dimana pun itu intinya Hal tersebut menginspirasi kami untuk mencari film ini dan menontonnya. Ngga nyangka kalau film ini tuh buatan Steven Spielberg. Pantesan keren haha.

Pemainnya sangat memikat hati. Cakep bgd euy. Ngga ngerti kenapa dia ngga terkenal Dan ga main film Hollywood lainnya. Kata ginger mungkin dia kurang beruntung kalau menurut g pastinya Ada alasan tertentu karena actingnya bagus qo. Namanya Michael J Fox dia berperan sebagai tokoh utamanya, namanya Marty. Ceritanya adalah tentang bagaimana bisa ke Masa depan atau sebaliknya dengan mesin yang diciptakan oleh ilmuan yang dipanggil Doc Emmet Brown (Christopher Lloyd) sama Marty di film ini. Bentuknya Mobil dan menggunakan tenaga nuklir namun bisa diubah akhirnya sehingga bisa menggunakan bahan bakar yg lebih mudah ditemukan. Dari nomor 1 sampai 3 ceritanya berkisar pada Marty dan keluarganya namun di nomor 3 ditambahkan kisah Tentang si Doc.


Steven Spielberg cukup luar biasa menciptakan film ini. Daya khayalnya cukup keren. Dia membayangkan kalau di 2015 Kita sudah menggunakan Mobil terbang padahal sampe 2019 aja blm yak haha. Yang paling penting dalam kisah ini adalah kemampuan dari diri sendiri yang amat sangat mempengaruhi kehidupan di Masa yang akan datang. jika George tidak mampu mengalahkan Biff di saat mereka masih sekolah maka sepanjang hidupnya dia hanya akan mengalah pada Biff. Apa yang dilakukan di Masa lalu yang dipengaruhi oleh kedatangan Marty mengubah banyak Hal di Masa depan. Namun Kita tidak boleh melakukan kecurangan seperti yang sempat dilakukan Biff pada Back to the Future 2 karena ini hanya menguntungkan diri sendiri namun merugikan banyak pihak.

Namun mungkin tidak Ada salahnya merubah Masa depan dengan apa yang bisa dilakukan lebih baik terhadap diri sendiri seperti apa yang dilakukan Doctor Emmet Brown di Back to the Future 3. Intinya masa depanmu ditentukan dengan apa yang km lakukan Hari ini Dan waktu sesungguhnya tidak dapat diputar balikkan kembali.
Read More..
Posted by Fronita Labels:

Setelah The Book of Almost, g baca buku Brian yang ini. Kalau yang sebelumnya cuma kumpulan puisi, yang ini beneran novel dan sesuai dengan apa yang g inginkan haha. Cara membawakannya sesuai dengan apa yang pernah g baca di tumblr nya dia, hore. Sayangnya saat g ceritain ke ginger, dia blg kalau kisahnya amat sangat mengkhayal dan tidak pernah melakukan analisa sebelumnya. Padahal awalnya g bangga bener mau ceritain kisah ini ke dia eh ternyata salah besar haha.

Kalau dari ceritanya sih g apresiasi bgd, bisa nulis sepanjang itu dan kisahnya cukup oke. Namun memang ada beberapa hal yang mungkin agak kurang pas aja. Ini adalah komentar g yak terlepas ada yang menurut kalian biasa aja dan ngga kenapa-kenapa. Contohnya soal penggunaan bahasa kya kata-kata binatang trus hal lainnya yang emang kalau g pribadi tuh ngga pernah biasa dengar yang bgtuan apalagi mengucapkannya. Di buku ini kya biasa aja. Bahkan diantara Ryan dan Lifana yang harusnya dikondisikan saling sayang sih juga biasa aja.

Komentar lainnya adalah perihal ceritanya. Hmm kalau g tulis langsung nanti g akan spoiler donk haha. Awalnya pasti kalian akan sama kya g deh. Kenapa Ryan digambarkan susah buat deket sama cewek pastinya karena kamar kos sebelah kamar dia yang sampai skrng masih kosong (ceritanya bgtu). Yupz. Sama pasti tebakannya bahwa itu adalah kamar mantannya yang mungkin menyisakan kisah sangat luar biasa sehingga tidak bisa dilupakan, bahkan sampai ada kisah bahwa Ryan mau bunuh diri karena itu, wow. Tapi kenyataannya bukan cuma itu ternyata, ada tambahan kisah lainnya yang harusnya sih memang terlihat cukup berat tapi agak kurang sesuai di saat setelah dia putus dengan Laras dan melakukan hal-hal luar biasa sampai 156 kali (menurut hitungannya Lifana) dan dia masih merasa bahwa dia masih dalam kondisi yang sama, ini agak mustahil. Gimana cara dia bisa melakukannya sama 156 orang jika tanpa menunjukkan perubahan yang tidak dia akui itu (ginger mengkonfirmasi hal ini, terlalu mengkhayal). Sebenernya yang dibutuhkan hanyalah perihal alasan apa yang menyebkan Ryan ada dalam kondisi itu, lalu dia ada di fase mana dan sebagai apa. Ini harus ditegaskan. Ngga bisa cuma asal nyebut kalau dia adalah berbeda tanpa memberikan alasan yang tegas dan masuk akal, begitu kata ginger.


Jadi seharusnya dia ngga lagi bermasalah dengan hal ini. Lebih baik dia menunjukkan masalah yang lain yang akhir kisahnya tetap sama yaitu dia dan Lifana. Tapi kalau mengulangi kisah yang sama saat kondisi dia dengan Laras jadi agak gimana gitu. Reaksinya bapaknya juga amat sangat berlebihan sih tapi kalau kata ginger sih bisa jadi kok, banyak di dunia nyata yang bgtu. Bapak tentara yang amat sangat keras terhadap anaknya.

Akhir kisahnya sih sangat bagus, senang bgd bacanya kalau akhirnya mereka bisa bersama. Orang-orang yang sama-sama ngga sempurna menjadi satu dan bisa saling menguatkan dan membangun. Bisa saling menjadi pendukung satu sama lain dan berdiri bersama menghadapi dunia. Kalau mau meniru soal perubahan orang yang awalnya saling tidak suka menjadi saling mencintai, mungkin bisa dengan kisahnya Sunshine Becomes You dari Ilana Tan. Ini ngga perlu ada khayalan sama sekali tapi dia bisa menggambarkan dengan baik bagaimana Alex akhirnya justru melakuakn semua yang Mia mau padahal awalnya dia menganggap Mia dalah Malaikat Kematiannya. Disini Lifana juga berlaku yang sama seperti Mia namun akhirnya Ryan justru yang pontang panting cari Lifana untuk menyatakan bahwa dia mencintainya.

Kisah Laras juga harusnya bisa di-explore lebih lagi. Kenapa dan apa yang sebenernya terjadi di Semarang saat dia pulang tidak bersama Ryan dan alasan Ryan menyuruh Laras duluan juga ngga kuat ditambah alasan kalau dia sibuk sama ujian sehingga ngga angkat telp Laras. Kalau ini soal masa depan dan soal hal yang selama ini dia perjuangkan dan rela menukar apapun demi itu harusnya kalau cuma ujian aja sih bisa aja dikorbankan, kalau ginger pasti akan bgtu haha.

Tapi dibalik semuanya, lagu-lagu yang disajikan sebagai pendukung ceritanya sangatlah bagus-bagus. Bahkan g nemu di Youtube ada yang rajin bikinin playlistnya haha. This is why i need you nay beneran cocok. G jadi curiga kalau Brian bikin novel ini inspirasinya tuh dari lagu haha. Dan gara-gara buku ini baru g sadar kalau lagu All i ask nya Adele itu beneran sangat menyedihkan yak.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Saturday, May 11, 2019 at 9:05 PM | 0 comments

Kyanya DC udah belajar banyak sejak Batman VS Superman sehingga bisa membuat film yang cukup oke. Setelah Wonder Woman kyanya Shazam adalah film berikutnya yang cukup sukses buat DC. Dari segala sisi udah cukup baik, ceritanya, lucunya, plotnya, bahkan sudah cukup banyak emosi bermain dalam film ini.
Shazam bercerita tentang penyihir bernama Shazam yang seriusan bentuknya lucu bgd. Ga berwibawa menurut g malah lebih kepada lucu. Dia punya tongkat yang akan menjadi media untuk mewarisi kekuatannya. Oia dia tuh berjanggut panjang, kya Dumbeldore di Harry Potter tapi dia berkulit hitam, bisa bayangin?Lucu sih. Reaksi g akan sama dengan Billy Batson waktu denger namanya pertama kali.

Oia karena film ini, g baru tahu kalau ada 7 dosa besar yang biasa dibilang seventh sins yaitu kesombongan, ketamakan, iri hati, kemarahan, hawa nafsu, kerakusan, dan kemalasan. Ginger ketawain g karena ngga pernah tahu ini, tapi seriusan g emang ngga pernah tahu sampe kmrn pas nonton film ini. hmmmm


Nah musuhnya Shazam itu ya si Seventh Sins ini, yang masuk dalam bentuk manusia yang bernama Dokter Sivana. Dia sebenernya pernah ditawarin jadi Shazam sebelumnya tapi dia ngga bisa mengatasi test yang diberikan jadi dia ngga lolos namun dia terus menyimpan hal itu sampai melakukan penelitian dan akhirnya berhasil menemukan kode yang bisa membawa dia kembali ke goa tempat penyihir Shazam berada.

Pesan moralnya adalah kadang kita berusaha mencari sesuatu yang menurut kita paling berarti dalam hidup namun ternyata hal tersebut tidak pernah menginginkan kita. Sebaliknya kadang kita mencoba membuang sesuatu yang menurut kita akan membebani dan berpikir bahwa kita akan lebih baik tanpanya namun justru yang terjadi adalah sebaliknya. Inilah pelajaran yang bisa diambil dari Billy dan Ibunya. Sungguh malang saat Billy akhirnya berhasil menemukan ibunya namun ternyata dia sudah tidak diinginkan. Dia bukan hilang namun dia sengaja ditinggalkan. Kisah lainnya adalah perihal Dokter Sivana yang sejak kecil sudah merasa tidak dianggap oleh Ayah dan kakaknya, sehingga dia butuh pembuktian bahwa dia bisa termasuk penolakan dari penyihir Shazam yang juga membuat dia makin ingin membuktikan bahwa dia bisa bukan tidak layak. Hal ini yang membuat dia semakin menggila untuk bisa berkuasa.

Cara penyelesaian yang diambil oleh Billy Batson sangatlah unik dan tidak disangka sebelumnya. Walau agak aneh sih membuat semua orang menjadi dewasa secara fisik dengan cara berpikir masih seperti anak-anak. Cukup menyenangkanlah yak.

Read More..
Posted by Fronita Labels:

Kalau hampir semua orang yang g kenal dan udah nonton bilang film ini luar biasa bahkan mampu kalau harus nonton lebih dari sekali hmmm g sama ginger punya pendapat yang berbeda sih. Kami nonton semua film Marvel sebelumnya yang berhubungan sama Avengers yang terakhir ini. Kalau kalian liat komentar g pada film Infinity War ya kurang lebih sama sih, g ga suka haha. Berikut adalah pendapat g dan ginger soal film luar biasa ini yang nilanya tinggi bener dah, 94/88 (RT/IMDB) loh.

Menurut g sih agak kurang pas aja untuk jalan ceritanya dan ada banyak adegan yang menurut g dan ginger ada tapi ngga ada. Bahkan adegan yang mereka tampilkan di trailer pun ngga semua ada di filmnya, itu kenapa. Ada yang bisa jawab?Durasi?ya nggalah, ini aja udah lama bgd, 3 jam. Tapi jujur ngga akan bosen qo. Kalian akan betah nunggu selama 3 jam sampe selesai walau di 30 menit pertama terasa lambat dan sangat membosankan dan kurang masuk akal terutama untuk adegannya si Hawkeye (Jeremy Renner), entah kenapa dia jadi Assasin bgtu dan ngga jelas diceritakan untuk tujuan apa. Karena dia merasa iri sama yang masih hidup sedangkan dia mengalami kehilangan. Oia perihal kehilangannya, harusnya dia hanya mengalami 50% persen kehilangan. Itu kan yang diinginkan Thanos, cuma 50% orang yang hilang tapi nyatanya dia kehilangan semua anggota keluarganya. Ngga sesuai neh.


Lalu kalau kalian nonton Captain Marvel/Carol Danvers (Brie Larson), tentunya kalian akan tahu adegan terakhir di Captain Marvel kya apa, nah ini harusnya diulang di Avengers untuk memberitahukan bahwa Nick Furry (Samuel L Jackson) berhasil menghubungi pahlawan yang menurut dia tentunya mampu mengatasi atau sekedar membantu memperbaiki kondisi yang ada saat ini. Ini kan adegan terakhir yang ditunjukkan di Infinity War, tapi nyatanya Captain Marvel bukanlah pahlawan yang melakukan sesuatu yang luar biasa di film ini. Dia hanya apa ya, kya sekedar cuma cameo dan perannya ngga ada. Sangat minim. Kalau cuma menghancurkan pesawat Thanos, rasanya harusnya tembakan Iron-Man juga masih mampu. Ya kya kurang aja sih. 2 Film terakhir yang ditayangkan Marvel sebelum Avengers End Game adala Ant-Man and The Wasp dan Captain Marvel. Harusnya dua orang inilah yang menjadi penggagas ide untuk bisa memperbaiki semuanya.

Scott Lang/Ant-Man (Paul Rudd) sudah menjadi kunci dalam film ini, dialah yang pertama kali menunjukkan bahwa dia bisa kembali dengan teori kuantum yang diciptakan oleh Hank Pym (Michael Douglas). Namun harusnya kalau menurut g saat dia datang ke Tony Stark/Iron-Man (Robert Downey Jr), harusnya dia datang bersama Carol dan bahkan ginger bisa mereka adegannya, yang justru menambah konsiderasi dari Tony untuk mau mengembangkan teori kuantum yang disampaikan oleh Scott yaitu perihal Carol-lah yang berhasil membawa Tony pulang ke bumi setelah berhari-hari terapung di angkasa luar tanpa tahu jalan pulang. Tapi yang ada dia dibuat seolah entah kemana dan baru datang hanya untuk menghancurkan kapal Thanos.

Jadi untuk film ini, pahlawannya adalah tetap Tony Stark dan Steve Rogers/Captain America (Chris Evans). Ya gpp sih kalau emang mau dibuat begitu tapi ya minimal si Captai America dibagi gitu dikit kontribusinya. Ginger bilang kenapa Tony yang dibuat mati tokohnya, kyanya untuk menghormati Stan Lee yang juga udh ngga ada. Jadi dia membuat Iron-Man kini menjadi kenangan. Awalnya g pikir Stan Lee nulisnya Iron-Man sama Captain America karena keduanya dimatikan eh setelah g inget dan pikir, Captain America ngga mati secara tokoh yang mati adalah Steve Rogersnya, dia yang menolak untuk menjadi Captain America lagi. Nah ini salah satu adegan yang kurang pas untuk karakter si Captain yang digambarkan sangatlah mementingkan orang lain dari dirinya sendiri bahkan saat dia ga mampu. Masih inget adegan saat dia manahan bom di perutnya di Film Captain America: First Avengers. Saat itu dia masih belum seperti skrng, masih kecil badannya. Nah tapi di film ini, dia memilih menua dan tidak pulang. Dia memilih hidup pribadinya bersama dengan Maggie.

Bukanlah Marvel kalau ngga ada humornya. Kalian akan melihat adegan-adegan lucu yang merupakan kecanggungan mereka saat harus kembali ke masa lalu untuk mendapatkan setiap batu (stones) sebelum Thanos. Paling lucu sih adegannya Captain America ketemu dengan dirinya sendiri, kalimat i can't do it all day itu bener-bener lucu haha. Selebihnya sih komentar-komentar mereka sendiri untuk kondisi yang dialami seperti saat War Machine (Don Cheadle) yang mengomentari Star Lord (Chris Pratt) dan juga komentar Gamora (Zoe Saldana) waktu ketemu Star Lord di masa berbeda. Tapi yang paling keren tentunya pahlawan favorit saya, dimanapun dia pasti jadi istimewa walau agak nyebelin sih pas bilang we won mr.stark saat Tony udah sangat sekarat haha. Tapi dia loh yang bikin Tony Stark akhirnya mau membuat model untuk teori kuantum yang disampaikan oleh Scott. jadi pahlawannya dia yaa hahaha

Dan dari semuanya, g setuju bagian ini, Morgan sangatlah adorable yaak hehe. Setujulah saya kalau yang ini. Sisanya mungkin samalah sama kalian komentarnya. Oia soal Gomora dimana. G sama Ginger ga sepakat neh. Kalau menurut g sih dia tetap ngga akan ada. Nah ginger blg nggalah. Kan peristiwa dia dikorbank itu ngga terjadi, jadi seharusnya dia ada. Entah dimana. Beda sama Black Widow (Scarlett Johansen) yang memang sudah tidak ada. Hmm jawabannya sih kyanya bakalan ada di film Asgardian of the Galaxy. Btw Thor (Chriss Hemsworth) beneran gila dah. Asli jelek bgd. Ga suka. Berkebalikan sama di Infinity War neh.
Read More..
Posted by Fronita Labels:

Ini buku Brian Khrisna yang pertama kali g baca. Kenal Brian gara-gara ginger ngasih liat Tumblr nya. Cara dia bercerita itu lucu dan seru. Menyampaikan cerita dengan penuh humor, udah kya lagi stand up aja. Nah cuma ternyata buku ini bukanlah tulisan dia yang jenisnya begitu. Buku ini isinya, semuanya adalah puisi. Untung aja baru selesai baca bukunya Kang Maman yang Perempuan Jika Itulah Namamu jadi ngga terlalu kaget baca buku jenis begini.

Secara garis besar, puisinya bagus-bagus. Cuma isinya sedih semua jadinya baper kalau baca deh. Nah kalau boleh membandingkan, Kang Maman jauh lebih terstruktur. Walaupun bentuknya puisi tapi kita bisa memahami keseluruhan ceritanya. Awalnya Brian juga bgtu namun setelah hampir setengahnya, rasanya dia mengungkapkan hal yang sama terus menerus yaitu tentang bagaimana dia ada dalam friend zone yang sangat menyebalkan. Namun dia ngga menyampaikan apa yang menyebabkan mereka ada dalam kondisi demikian. Hanya kondisi yang menurut g sih kondisi standar dimana dia mencintai wanita dan wanitanya mencintai orang lain. Bagaimana dia begitu menginginkannya namun si wanita tidak sama sekali.


Mungkin yang cukup menarik hati dari buku ini adalah kisah yang diletakkan di tengah bukunya. Asli kisahnya bikin pengen nangis. Walau akhir kisahnya too good to be true. Tapi perjalanan kisahnya cukup menyedihkan dan cukup bikin g secara pribadi tuh baper. Setuju bgd g sama mereka kenapa sih harus ada perbedaan di saat kita sudah merasa nyaman dengan seseorang namun dipaksa untuk menjadi berbeda hanya karena banyak tembok yang menghalangi. G rasa banyak bgd orang di dunia ini yang mungkin mengalami kisah yang sama dan ngga mampu untuk menyelesaikannya. Walau kalau menurut g sih asalkan tembok yang paling tingginya ngga ada, sesungguhnya mereka masih bisa memaksakan diri tapi ya tetep sih dengan salah satu yang harus berkorban.

Ada satu kisah lagi di akhir buku namun ngga okelah. Yang ini lebih too good to be true dari yang sebelumnya. Ngarang abislah. Udah kya FTV aja. Nabrak, ketemu, ribut, jadian.. ah andai semua kisah percintaan di dunia nyata bisa seindah itu. Kyanya akan jarang bgdlah yang kya bgtu walau ngga menutup kemungkinan ada orang beruntung yang mengalami hal itu.

Yang paling menarik adalah pendapat Brian tentang 25 jenis wanita yang pernah atau bisa bikin dia jatuh cinta. Jenisnya banyak loh, 25. Dan kalau kalian baca maka akan agak tercengang sih kalau dia bisa sampae segitu banyak pacaran sama orang-orang macam bgtu. Bukan merendahkan sih tapi yaaa agak ga percaya aja cuma setelah g pikir-pikir sih kyanya ada beberapa kategori yang digabungkan deh. Overall sih buku yang cukup oke. Great Job.
Read More..
Posted by Fronita Labels:

Ketinggalan nonton film ini. Keburu abis di bioskop. Nyebelin. Tapi ya sudahlah. Pakai cara lain aja nontonnya haha, ya kan Ginger. Nah ceritanya masih sekitar Tree (Jessica Rothe) yang kalian pasti setuju kalau dari bbrp angle sangat mirip dengan Britney Spears. Kalau emang mau buat film tentang Britney g amat sangat menyarankan dia yang diambil. Seperti di film pertama, dia kembali mengalami hari yang berulang di hari ulang tahunnya. Namun kali ini diawali dengan Ryan (Phi Vu) yang juga mengalami hari yang sama. Semua itu ternyata adalah reaksi dari alat yang dibuat oleh Ryan dan teman-temannya yang dipanggil Sissy. Alat ini bekerja untuk melakukan uji coba paralel universe. Menurut Ryan, dimensi hidup kita itu ada 6. Kita mengalami kejadian yang sama sesungguhnya dalam 6 dimensi yang berbeda dan di dimensi tersebut, kondisi dan keadaan sekitar kita bisa menjadi berbeda. Jadi Tree mengalami hal yang lebih luar biasa dari yang ada di film no 1.


Kali ini Tree harus berusaha menghafal semua teori yang sudah dibuat Ryan dan teman-temannya untuk bisa menyetel ulang mesinnya dan bisa membuat semuanya berhenti. Namun karena kali ini dia ada di dimensi yang berbeda, maka kondisinya tidak sama seperti yang ada di film no 1. Ada 2 hal utama yang terjadi berbeda. Keduanya sama pentingnya buat Tree yaitu perihal Carter (Israel Broussard) dan Ibunya. Dalam film pertama kita semua tahu bahwa Ibu Tree telah meninggal dan Carter akhirnya menjadi pacar Tree nah di dimensi lain ternyata Ibu Tree masih hidup dan Carter berpacaran dengan Danielle (Rachel Matthews). Tree diminta memilih mana yang mau dia pertahankan. Awalnya Tree memilih Ibunya. Namun ternyata apa yang sudah lewat bukanlah apa yang dia pernah alami sebelumnya karena memang bukan dia yang mengalami tentunya. Banyak foto, kenangan dan lainnya yang sesungguhnya tidak pernah dia alami. Hal ini membuat Tree merasa bingung, ditambah kasus pembunuhan di RS tetap terjadi dan korbannya adalah Lori, teman sekamar kosnya dan Carter. Musuhnya selama ini bukanlah Lori.

Tree harus mengambil keputusan sulit.
Banyak adegan lucu dimana Tree harus mati berkali-kali untuk bisa membuat percobaannya berhasil. Tiap dia hidup lagi, dia akan memberikan rumus dan teori kepada Ryan dan teman-temannya sampai menemukan model yang sesuai dan tepat untuk pengujian berikutnya. Harusnya sih film ini ratingnya lebih baik dari yang pertama tapi nyatanya sama aja.
Kalau menurut g priadi ini jauh lebih oke.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates