Thursday, May 16, 2019 at 1:21 PM |

Setelah The Book of Almost, g baca buku Brian yang ini. Kalau yang sebelumnya cuma kumpulan puisi, yang ini beneran novel dan sesuai dengan apa yang g inginkan haha. Cara membawakannya sesuai dengan apa yang pernah g baca di tumblr nya dia, hore. Sayangnya saat g ceritain ke ginger, dia blg kalau kisahnya amat sangat mengkhayal dan tidak pernah melakukan analisa sebelumnya. Padahal awalnya g bangga bener mau ceritain kisah ini ke dia eh ternyata salah besar haha.

Kalau dari ceritanya sih g apresiasi bgd, bisa nulis sepanjang itu dan kisahnya cukup oke. Namun memang ada beberapa hal yang mungkin agak kurang pas aja. Ini adalah komentar g yak terlepas ada yang menurut kalian biasa aja dan ngga kenapa-kenapa. Contohnya soal penggunaan bahasa kya kata-kata binatang trus hal lainnya yang emang kalau g pribadi tuh ngga pernah biasa dengar yang bgtuan apalagi mengucapkannya. Di buku ini kya biasa aja. Bahkan diantara Ryan dan Lifana yang harusnya dikondisikan saling sayang sih juga biasa aja.

Komentar lainnya adalah perihal ceritanya. Hmm kalau g tulis langsung nanti g akan spoiler donk haha. Awalnya pasti kalian akan sama kya g deh. Kenapa Ryan digambarkan susah buat deket sama cewek pastinya karena kamar kos sebelah kamar dia yang sampai skrng masih kosong (ceritanya bgtu). Yupz. Sama pasti tebakannya bahwa itu adalah kamar mantannya yang mungkin menyisakan kisah sangat luar biasa sehingga tidak bisa dilupakan, bahkan sampai ada kisah bahwa Ryan mau bunuh diri karena itu, wow. Tapi kenyataannya bukan cuma itu ternyata, ada tambahan kisah lainnya yang harusnya sih memang terlihat cukup berat tapi agak kurang sesuai di saat setelah dia putus dengan Laras dan melakukan hal-hal luar biasa sampai 156 kali (menurut hitungannya Lifana) dan dia masih merasa bahwa dia masih dalam kondisi yang sama, ini agak mustahil. Gimana cara dia bisa melakukannya sama 156 orang jika tanpa menunjukkan perubahan yang tidak dia akui itu (ginger mengkonfirmasi hal ini, terlalu mengkhayal). Sebenernya yang dibutuhkan hanyalah perihal alasan apa yang menyebkan Ryan ada dalam kondisi itu, lalu dia ada di fase mana dan sebagai apa. Ini harus ditegaskan. Ngga bisa cuma asal nyebut kalau dia adalah berbeda tanpa memberikan alasan yang tegas dan masuk akal, begitu kata ginger.


Jadi seharusnya dia ngga lagi bermasalah dengan hal ini. Lebih baik dia menunjukkan masalah yang lain yang akhir kisahnya tetap sama yaitu dia dan Lifana. Tapi kalau mengulangi kisah yang sama saat kondisi dia dengan Laras jadi agak gimana gitu. Reaksinya bapaknya juga amat sangat berlebihan sih tapi kalau kata ginger sih bisa jadi kok, banyak di dunia nyata yang bgtu. Bapak tentara yang amat sangat keras terhadap anaknya.

Akhir kisahnya sih sangat bagus, senang bgd bacanya kalau akhirnya mereka bisa bersama. Orang-orang yang sama-sama ngga sempurna menjadi satu dan bisa saling menguatkan dan membangun. Bisa saling menjadi pendukung satu sama lain dan berdiri bersama menghadapi dunia. Kalau mau meniru soal perubahan orang yang awalnya saling tidak suka menjadi saling mencintai, mungkin bisa dengan kisahnya Sunshine Becomes You dari Ilana Tan. Ini ngga perlu ada khayalan sama sekali tapi dia bisa menggambarkan dengan baik bagaimana Alex akhirnya justru melakuakn semua yang Mia mau padahal awalnya dia menganggap Mia dalah Malaikat Kematiannya. Disini Lifana juga berlaku yang sama seperti Mia namun akhirnya Ryan justru yang pontang panting cari Lifana untuk menyatakan bahwa dia mencintainya.

Kisah Laras juga harusnya bisa di-explore lebih lagi. Kenapa dan apa yang sebenernya terjadi di Semarang saat dia pulang tidak bersama Ryan dan alasan Ryan menyuruh Laras duluan juga ngga kuat ditambah alasan kalau dia sibuk sama ujian sehingga ngga angkat telp Laras. Kalau ini soal masa depan dan soal hal yang selama ini dia perjuangkan dan rela menukar apapun demi itu harusnya kalau cuma ujian aja sih bisa aja dikorbankan, kalau ginger pasti akan bgtu haha.

Tapi dibalik semuanya, lagu-lagu yang disajikan sebagai pendukung ceritanya sangatlah bagus-bagus. Bahkan g nemu di Youtube ada yang rajin bikinin playlistnya haha. This is why i need you nay beneran cocok. G jadi curiga kalau Brian bikin novel ini inspirasinya tuh dari lagu haha. Dan gara-gara buku ini baru g sadar kalau lagu All i ask nya Adele itu beneran sangat menyedihkan yak.
Posted by Fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates