Saturday, December 19, 2020 at 2:03 PM |


Karena pandemic, banyak film yang akhirnya tayang di channel tv berbayar kya Netflix, Disney Hotstar dan lainnya. Nah ginger bilang yuk nonton film Indonesia kan gratisan kalau ke bioskop kan hitung2an gegara takut jelek dan lainnya haha. Akhirnya mulailah kami nonton tapi Cuma yang emang dirasa bagus dan ginger (entah darimana dapetnya) rekomendasikan.

Film pertama adalah Guru-guru Gokil (Awesome Crazy Teacher). Ginger mau nonton karena ada Mba Dian Sastro, kan biasanya film dia bagus-bagus tuh. Eh ternyata di film ini bukan dia tokoh utamanya, dia memang cukup berperan tapi bukan yang Utama. Ternyata dia adalah produsernya loh hmmm mulai merambah neh mba Dian hehe. Tokoh utamanya tuh Faradina Mufti yang jadi Bu Rahayu dan Gading Marten yang jadi Pak Taat. Ceritanya sih kalau menurut g lebih kepada hubungan Ayah dan Anak untuk pesan-pesannya tapi yang berkesan adalah tentang sekolah, murid, guru dan sekitarnya, jadi kangen sama sekolah haha. Nah singkatnya pembawa cerita adalah Gading Marten sebagai anak dari seorang guru Bahasa Indonesia yang diperankan oleh Arswendi Nasution yang merupakan guru teladan dan yang disukai oleh hampir semua muridnya. Namun sama sekali tidak dibanggakan oleh anaknya sendiri karena Taat merasa Bapaknya ngga pernah mau mendengarkan dia sama sekali yang dilihat Bapaknya Cuma anak didiknya yang udah sukses, hebat dan lainnya bukan anaknya sendiri yang susah payah berusaha agar bisa membanggakan bagi Bapaknya.

Dengan segala perjuangan yang sudah ditempuh, Taat masih belum mampu sukses dan membanggakan Bapaknya. Akhirnya dia pulang ke kampung dengan menahan malu yang luar biasa pastinya, sialnya Ketika mencoba cari peruntungan di kampung justru dia malah kembali ke lokasi yang dia paling benci yaitu Sekolahnya lagi, sekolah tempat dimana Bapaknya ngajar. Dengan berbekal Ijazah palsu dan kenekatan akhirnya Taat mengajar sebagai guru pengganti. Pertemuan dengan Rahayu mengubah banyak hal baik dari sisi Taat maupun Rahayu sendiri. Rahayu sesungguhnya hanya kepala Tata Usaha namun dengan kemampuan yang dia miliki dia bisa menjadi apapun bahkan sampai Satpam Sekolah. Rahayu berdedikasi tinggi bukan tanpa alasan. Tapi kedatangan Taat yang sesungguhnya tidak diharapkan justru berhasil mengubah jalan pikiran Rahayu.

Kasus yang ditampilkan adalah perihal adanya tokoh masyarakat yang menjadi lintah darat bagi masyarakat di desa itu, disinilah Mba Dian masuk. Asli Dian Sastro sih luar biasa yaa soal acting, udah mantep bgd dah actingnya walau dibuat jelek dan kelihatan bodoh, tapi tetep mantep bgd. Paling lucu pas dia nyetor mobil untuk memperlambat waktu pada saat Rahayu dan Taat mau kabur. Koplak bener dah. Banyak banged komedinya sih, walau Ginger bilang acting Gading itu biasa aja tapi menurut g sih cukup berkesan apalagi ditambah dengan Boris Bokir (sebagai Pak Manulang) udh cukup siih membuat gelak tawa.

Ginger yang jeli menemukan hal yang ga oke dalam film (as usual) yaitu saat udah di rumah Pak Le’(Kiki Narendra) qo bisa mereka keluar dari dalam rumah bersama-sama padahal kan selain Taat, semuanya udah di luar terus perihal Bu Indah (Asri Welas) yang ternyata jadi penjahatnya, kata ginger jelek siih bagian ini, kalau menurut g siih masih gpp aja. Terus juga gimana cara si Ipang (Kevin Ardilova) bisa ada di atas atap kan awalnya ada di sekitar belakang rumahnya Pak Le. Sisanya sih cukup menghibur dan cukup baguslah. Oia tambahn dari ginger harusnya pas di akhir cerita itu, lagunya bagus buat joget2 gitu, harusnya adegannya semua murid sama guru dance2 bareng bgtu walau ga kompak atau ga bener gpp soalnya tajuk lagunya dan juga iramanya tuh cocok bgd.
Posted by Fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates