Banyak yang bilang filmnya ga oke, ga sesuai ekspektasi dll. Buat gue sebagai penggemar Spiderman dan tahu hampir semua cerita Marvel (karena entah mulai kapan itu semua filmnya jadi saling berhubungan makanya harus tahu semua filmnya biar bisa ngeh, klo kata ginger biar bisa hafal nama-namanya deh minimal haha).

Kalau masalah menimkmati film, saya sangat yakin kalian akan bisa menikmatinya karena ya tahu sendiri gimana penyajian film-film marvel yang pastinya oke punya. Kalau secara cerita hmmm nah ini sebenernya lebih kepada teaser untuk Doctor Strange dan kisah tentang yang Namanya Multiverse. Kalau udah pernah nonton Spider-Man: Into the Spider-Verse atau mungkin The Flash sehingga akrab sama yang Namanya another earth and another version of ME atau doppelganger maka udah ngeh soal ini. Jadi akar masalah yang ditimbulkan sebenarnya masalah anak bocah yang ngga bisa masuk ke universitas impian plus rasa bersalah karena teman-temannya ikut ga masuk gegara kenal sama dia tapi yak arena ngga bisa berpikir Panjang, langsung aja deh minta bantuan super luar biasa yang justru bikin masalah lebih banyak lagi. Kalau yang pernah nonton Harry Potter, gue sih berasa ini kya Harry yang terus menerus minta bantuan sama teman-temannya hanya untuk ngbrol sama Sirius perihal yang ngga serius. Ngga mikir Panjang akibatnya apa dari meminta teman-temannya untuk bisa mengalihkan perhatian selama dia memakai ruangan umbrigde untuk bisa ngobrol sama Sirius. Kesel sih kya halooo worth it ga siih.

Mungkin yang paling bagus adalah bagaiman kita bisa bertemu dengan semua spiderman dalam semua film spiderman yang pernah ada kecuali Miles dari film Spider-Man: Into the Spider-Verse dan akan semakin terlihat bagaimana genre tipe spiderman yang ada mulai dari segi umur, kedewasaan terus juga bagaimana si sutradara membawakan karakter Peter Parker dalam tiap masing-masing Spiderman. Hal ini yang membuat jadinya muncul banyak voting perihal who is the best spiderman? Buat gue, jawabannya ANDREW haha.

Kalau kita biasa sama kalimat yang terkenal dari Spiderman yaitu with great power comes great responsibility, dalam film ini muncul kalimat baru dari Michelle MJ Zendaya Jones (haha) yang akan menjadi terkenal dan bisa jadi terus dipakai dalam beberapa waktu ke depan termasuk sama gue hehe. Seru banged ngeliat saat mereka (all Peter) kerja bareng di lab, ini semua kan emang anak-anak pinter yaa jadinya kyaa rasanya uuuhhhh banged deh, udah ganteng, bisa berantem, pinter pulak haha. Cuma MJ nya Tobey kan yang digambarkan ngga smart tapi tetep cantik, kalau Gwen dan MJ nya Tom Holland kan oke punya otaknya hehe. Gwen sih yang perfect bgd, udah cantik trus pinter hehe.

Akhir film ini kalau menurut gue sih jadinya niru apa yang udah dilakukan Peter Tobey di Spiderman 2 dimana akhirnya dia merelakan keinginan pribadinya demi menyelamatkan lebih banyak orang. Inget banged kalimat ini Even though sometimes we have to be steady and give up the thing we want most, even our dreams. Ini sih yang akhirnya dilakukan oleh Peter Tom, dia rela semuanya ngga inget sama dia lagi bahkan MJ demi dunianya ngga berantakan dan semua kembali normal. Disini akhirnya terbukti sang bocah bisa menjadi dewasa setelah mengalami banyak hal termasuk yang paling pahit perihal kehilangan bibinya. Kata ginger gegara ini ngga ada di komik jadi sutradara bebas dah mau gimana, kan ngga ada di komik manapun yang bibinya mati, yang ada pamannya doangan. Tapi kalau jadinya nyampur gini yaa pinter aja sih yang nulis cerita, bisa dibuat pas gtu hehe.

Acting paling manteb ya tentu aja Andrew bahkan ada yang dia improve yang bikin semua orang jadi bengong, si kebiasaan improve yang kadang bikin orang ga suka dan jadi suka salah kira tapi yaaaa tetep ngga banyak yang nyadar bahkan gue sendiri haha. Nah sebenernya kyanya harusnya mesti nonton Venom: Let There Be Carnage dlu untuk paham cerita di akhir film yang pertama, kalau yang kedua udah ngeh lah arahnya ke film apa. Termasuk sebenernya film-film sebelum Spiderman kya Shang Chi dan Eternals.
Read More..
Posted by Fronita Labels: , ,


Sebelum masuk ke sinopsisnya atau pendapat gue mengenai film ini kyanya mau cerita soal cerita lain dibalik nonton film ini (haha). Jadi Spider-man No Way Home itu tayang 17 Des 2021 di Indonesia. Mau nonton? Mau banged pastinya. Tapi mengingat pandemi sejak awal 2020 dan udah hampir mau 2 tahun ngga nonton ke bioskop sama sekali, tentunya akan ada satu dan lain hal perihal ini ditambah adanya sedikit banyak perubahan kondisi saat ini makanya ada banyak banged pertimbangan perihal mau nonton aja. Ngga sesimple itulah intinya. Jadi gue bener-bener ngga sama sekali berharap bisa nonton, bahkan dengan putus asanya bilang kalau gue gpp qo kalau harus nunggu muncul di hotstar kya film marvel lainnya yang skrng udah muncul. Sedih banged yaa kedengerannya haha.

Nah sayangnya apa yang dipikirkan tidak tersampaikan dengan baik, baik dengan Bahasa via text ataupun via bicara langsung, asli sedih banged sih rasanya Cuma karena perkara nonton film yang mana dulu tuh udah kya makan kacang kali, hampir bisa seminggu 2 kali bahkan lebih kalau emang lagi ada banyak film bagus atau lagi ngga ada acara lain untuk agenda khusus (nah bingung kan, gua aja bingung nulisnya haha). Tapi ini sampai ada berantem (2 babak bahkan) udah berantem pas H-1, pas hari H masih berantem juga, bener-bener penuh perjuangan sih. Udah mikir ini kalau filmnya ngga oke, bener-bener sia-sia dah perjuangan gue. Soalnya kebanyakan (yang gue baca) ngga ngasih nilai diatas 7 walau IMDB dan RT ngasih nilai hampir sempurna.

Satu hal yang dipelajari adalah bahwa hey ungkapkan aja yang lo mau apa dan jangan suruh orang nebak atau jadi cenayang. Sebaliknya gue mau bilang hey gue tuh lagi sangat hati-hati banged karena kondisi yang udah beda. Tapi mungkin entah karena tekanan dari masing-masing pihak atau emang lagi ngga oke dalam bicara atau emang sebenernya emang begini dan udah lama ngga begini (haha) dan akhirnya bang! Meledak deh semuanya. Seru banged dah pokoknya Cuma kurang 1 aja, tempatnya bukan ditempat-tempat yang dulu, dulu tuh ada 1 tempat jadi kalau mau ada peristiwa luar biasa pasti kesana dlu (haha) sampai pada belakangan ngga jadi tuh niatnya, soalnya kan pas dijalan udah diem-dieman trus sampe lokasi udah jadi ngga niat lagi dan jadi melakukan yang lain (haha)

Tapi kan sebenernya bukan butuh menang dalam pertengkarannya tapi gimana walau kalah argument tapi bisa sama-sama damai dan bisa selesai dengan baik. Dan akhirnya bisa selesai dengan baik bahkan terlalu baik. Bisa dibilang paket lengkap kemarin tuh karena dapat semuanya. Literary semuanya. Dapet tujuannya untuk nonton, dapet agenda tersembunyi buat foto, dapet sempet mampir dulu walau sebentar ke somewhere only we know (haha) dan luckily ngga macet sama sekali seperti 2 pertemuan sebelumnya yang butuh perjuangan banged. Jadi ini cerita dibalik cerita Spider-man NWH, nah untuk ceritanya ya di posting yang lain aja, ini udah kepanjangan haha
Read More..


Ada hal lucu soal ini, gue udah coba buat complain (yang ternyata yang lain Cuma ngekor aja buat ngeluh tapi ngga berani bertindak) masalah cuti yang ngga diperbolehkan di akhir tahun 2021 karena adanya aturan Menteri yaaang ternyata pada akhirnya kembali berubah aturannya dan jadi boleh bahkan harus diambil cutinya terutama yang 2020 karena kalau ngga akan hangus. Gue udah coba buat status on leave di WA supaya orang-orang tahu emang lagi on leave alias cuti tapi pada kenyataannya ngga juga tuh (haha) yang kalau kata Sebagian besar orang yg kasih komen di status gue blg emang lo ga bakalan bisa beneran yang Namanya on leave. Yang paling menyedihkan justru adalah orang yang harusnya paling paham soal hal ini. Justru dia yang paling mengganggu (haha) bahkan untuk hal yang menurut gue sama sekali ngga penting, ngga ada urgensinya sama sekali dan gue bukanlah orang yang tepat untuk itu.

Tapi melihat itu justru gue jadi semakin paham sih sama kondisi apa yang gue hadapi saat ini sebenernya. Kondisi dimana gue seharusnya udah tahu sejak lama Cuma mungkin ngga terlalu membuka mata lebar-lebar tentang apa yang terjadi sesungguhnya. Daaaaan pengumuman atau kondisi belakangan semakin membuka mata soal kondisi yang lagi dihadapi, perihal orang seperti apa dan bagaimana sifat aslinya. Ini luar biasa banged siih, bahkan kali ini kyanya gue akan beneran klik the enter button buat menyelesaikannya. Tapi ya emang masih nunggu waktu yang tepat juga terutama untuk kembali mengisi pundi-pundi yang terkuras karena project akhir tahun yang an unexpectable (haha)

Ada beberapa hal yang sebenernya masih bisa gue coba buat toleransi tapi nyatanya kyanya emang gue harus belajar benar-benar bisa tegas dan menjadi diri sendiri, kalau emang ngga bisa ya emang kyanya gue harus menyerah dan pergi. Kyanya ini yang terjadi pada orang-orang lurus yang mungkin akhirnya jadi angkat kaki karena udah jengah sama semua penguasa yang emang ngga bisa diajak jalan bareng dan justru menyuruh belok ke jalannya yang sama sekali berliku-liku. Bukan, bukan kami menyerah sebenarnya tapi mungkin akan jauh lebih baik buat pergi dan mencari tempat lain. Ditambah dengan pendapat bahwa semua orang punya prioritas sehingga harus mengutamakan yang emang prioritas dalam kehidupan Pribadi walau katanya kepentingan bersama lebih tinggi dari kepentingan Pribadi tap ikan yang bersama ga bikin yang Pribadi Bahagia (haha)

2021 memberikan sangat banyak pelajaran berharga sih dalam hidup dan lainnya. Membuat mata semakin terbuka dan membuat diri semakin sadar akan mana yang lebih harus diutamakan dan difokuskan dalam hidup. Tidak bisa menyenangkan semua orang itu gpp, karena emang kita ga bisa menjadi yang selalu menyenangkan untuk semua orang.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Wednesday, December 22, 2021 at 11:21 PM |


Kalau S01 bikin wow banged pas nonton karena bangga sama Gordon, episode pertama dari S02 justru bikin bete dan males buat nonton kelanjutannya karena pada saat terdesak, seorang James Gordon pun akhirnya melakukan kesalahan bahkan kejahatan yang luar biasa. Entah maksudnya apa dan gimana sehingga dia harus melakukan itu di awal episode.

Banyak yang lucu dalam S02 terutama Bruce dan Selina yang bener-bener bikin gemes. Dari awal ngga percaya sampe jadi percaya sampe jadi bete. Kalau gue jadi Selina, gue juga ngga bakal sih nungguin Bruce yang nyatanya ngga punya pendirian dan belum bisa menentukan mana yang bener buat dirinya sendiri, cenderung ceroboh dan justru bikin susah orang. Sok tahu dan sok bisa tapi nyatanya selalu butuh ditolong. Tapi Selina bener-bener menunjukkan dia sangat suka dan peduli dengan Bruce karena dia selalu ada dan selalu mau jadi penolong.

Alfred berkali-kali luka dalam S02 ini, ya pastinya untuk nolongin Bruce, tapi terlalu sering dan cukup banyak adegan lucu dari dia. Gordon yang jadi tokoh utama justru amat sangat mengecewakan dalam banyak hal terutama soal Lee, entah kenapa dia justru dengan mudahnya menyerah padahal Lee ngga pernah menyerah walau sering dikecewakan baik dibohongi maupun dicuekkin, bete bgd siih kya dia lebih peduli duni dibanding orang yang selalu ada dan mendukung dia. Wajarlah dan baguslah kalau Lee move on dan udah kya wajar juga Gordon ga dapetin Lee karena sikapnya sendiri.

Hal yang paling berkesan adalah soal penguin, gimana dia sudah sangat berusaha menjadi orang baik tapi dia kyanya ngga layak atau ngga ditakdirkan demikian sehingga kondisi dan situasi membuat dia kembali berubah menjadi jahat, walau kalau di S02 ini kejahatan yang dilakukan wajar bgd karena orang tersebut lebih dulu melakukan yang jahat sama dia. Hal-hal yang bisa banged bikin orang jadi berubah karena ngga bisa menahan diri atau karena terlalu disakiti.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Yeaaaay ada natalaan, virtual sih tapi ngga mengurangi sukacitanya yaaa.
senang bisa ada natal dan bisa dirayakan bersama
Semoga bumi cepat sehat dan tahun depan bisa onsite semua. Amin



Read More..
Posted by Fronita Labels:

Ginger yang mengusulkan untuk nonton ini karena katanya ceritanya bagus. Ini ga hoax sih karena emang bener ini bagus. Jujur, gue lebih suka Marvel dibanding DC, entah kenapa. Bukan hanya karena gue suka Spiderman tapi emang film-filmnya DC kya apa siih ga oke bgd gtu. Terakhir tuh yang Btaman vs Superman bener-bener kya aneh banged, ngga paham ceritanya maunya apa. Paling oke dari semua DC yang ada adalah Wonder Woman, ini banyak kritikus juga mengakuinya.

Gotham ini ceritanya tentang Jim Gordon, detective yang suka nyalahin lampu batman buat minta tolong ke batman kalau di filmnya. Sebenernya klo kata ginger, bener-bener tantangan yang luar biasa buat seorang penulis cerita ulang untuk bisa menyajikan sesuatu yang semua orang udah tahu dan menjadi bagus dan diterima. Gotham salah satunya yang mencoba menyajikan itu dan kalau menurut gue sih cukup berhasil.

Banyak banged yang akan membuka mata tentang banyak tokoh dalam film batman, jjur lagi gue sih ga hafal banyak, Cuma tahu joker, cat woman, poison ivy, udah kali yang lainnya ngga tahu sama sekali haha. Tapi disini disajikan banyak banged dan diperlihatkan sisi manusiawinya klo kata ginger bukan Cuma hitam putih aja.

Season 1 ini sangat memukau sih buat gue. Pesan moralnya adalah bagaimana menjadi seorang polisi yang lurus, bersih dna mencoba untuk ngga ngikutin orang lain walau taruhannya nyawa sendiri tapi beneran gemes liatnya siih. Udah berasa kya diri sendiri menghadapi politik kantor uppssss hahaha. Jujur, gue sangat mengagumi Jim dalam season 1 ini. Dia dan segala yang dia coba untuk kerjakan, dari anak baru yang sok bisa sampe akhirnya dipercaya dan jadi panutan bahkan bagi seniornya Harvey. Kalian harus coba buat nonton sih biar punya pandangan lain soal DC haha.

Bagian Bruce dan Selina bener-bener gemes sih kya sebenernya suka tapi saling gengsi banged. Selina oke bgd sih, cantik, lucu dan keren. Keliatan kuat banged walau dia bisa nangis tapi beneran bisa berjuang buat jaga dirinya sendiri. Lee beneran oke dengan semua gaya bicaranya yang bener-bener dewasa bukan kya Barbara yang kya bocah walau cocok dengan karakter yang ditampilkan, anak orang kaya yang punya segalanya. Fish, Penguin, Don Falcone dan Don Maroni, ini sih contoh-contoh makhluk serakah semua yaaa. Walau penguin dalam film ini bener-bener keren pemerannya dan beneran bisa memerankan dengan sangat baik dan hidup.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Wednesday, December 15, 2021 at 10:27 PM | 0 comments
Aq jadi ngga tahu apa yang sebenernya terjadi. Semuanya jadi berasa sangat tidak menyenangkan, apa emang aq yang sedang tidak menyenangkan atau emang kondisinya sedang tidak menyenangkan semuanya. Entahlah. Rasa yang pasti adalah sedih. Bingung juga masuk diantaranya karena jadi eh ini gue ada dimana yaa, mau kemana sih dan eh kenapa sih mereka pada begitu, perasaan gue ga bikin salah apa-apa, Cuma sekedar becanda, Cuma sekedar nanya aja, tapi semuanya jadi salah. Dan luar biasanya ini udah kya berlaku pada semua topik, mau soal yang emang sensitif, mau yang sekedar topik umum doang, hasilnya sama aja. *sigh*

Soal tempat nomor satu, hmmm ini satu hal sebenernya udah mau beres *Thanks God* walau masih ada sedikit kekurangan, udah alokasi juga sih jadi harusnya masih bisa aman. Semoga beneran aman dan berjalan dengan baik yaa *amin*

Soal kehidupan sisi lain, kyanya emang lagi sama-sama cape jadinya mudah banged buat tersinggung dan sense of humor-nya berkurang amat sangat jauh sehingga jadi terus menerus seperti dikejar aja kalau lagi Panjang topiknya, padahal ngga ada sama sekali yang dikejar, Cuma berasa biasa aja tapi qo tanggepannya jadi luar biasa banged yaa. Jadi bingung mau bahas apa atau ngomong apa. Padahal berharap bisa have fun di bagian ini karena yaaa ini adalah tempat buat isirahat dari semua penatnya tuntutan hidup.

Soal kehidupan yang harus dipenuhi, ini beneran back to square one. No more fun. Bahkan jadi sangat membingungkan. Ditambah pendapat terakhir dari orang yang paling dipercaya, sangat membuat hati terpukul. Heyyy jadi apa yang lo cari sebenernya? Seriusan kya bgtu doang trus pasca didapat, hidup selanjutnya gimana? Trus iya kalau dapat, kalau ngga? Kan ini hak prerogatifnya Sang Pemilik Kehidupan. Asli kepala sakit banged mikirin beginian ☹ and no one will really understand (I think)

Hey God, I am just a dot in this world, have You forgot about me? I am counting days, counting age, what am I supposed to do? To answer all the question?

Read More..
Tahun 2021 ini sebenernya ada 2 contoh issue yang sama yang membuat kondisi yang sama dengan saat ini. Jujur kalau yang pertama agak hmm kaget dan yaa gimana yaaa susah diterima dan cukup menjadi masalah walau ngga diungkapkan tapi kondisi yang berikutnya udah ngga lagi walau sebenernya hasilnya jadi lebih parah sih haha. Kondisi yang sekarang sebenernya ngga parah Cuma menjadi sesuatu yang aneh karena diminta mengiyakan sesuatu yang menyalahi hati Nurani kali yaaa bahwa heeyyy kalau gue yang disana ya ngga akanlah gue melakukan hal itu. Tapi saat ini justru dipaksa untuk memilih yang sebaliknya dan tidak boleh memakai perasaan karena yaa udah siih tinggal jalanin doang tuh bukan lo yang ngerasain akibatnya, semacam itulah. Oke, ini bisa diterima dan berusaha diterima walau tetep akan dilakukan double cek agar lebih tenang.

Kalau dipikir-pikir bukan Cuma kerjaan yang lagi mengarah ke agile tapi hidup juga ini sih haha. Soalnya perubahan begitu cepat terjadi dan harus bisa diterima dengan lapang dada dan dipahami dengan cepat. Ribut? Sering banged jadinya, mungkin lebih ke selisih pendapat pastinya ditambah belum semua paham kan dengan konsepnya jadi yang harusnya aktif melapor menjadi harus ditanya baru lapor.

Entah sebenernya gue yang belum bisa beradaptasi atau emang gue yang ngga bisa mengubah semuanya menjadi berbagi hidup karena selama ini walau sulit yaa yang dijalani Cuma 1 jenis dan dicoba buat diselesaikan walau susah atau walau sedih atau walau lainnya kalau sekarang jadi dianggap apa sih lo, itu kan Cuma gitu doang, apa sih lo ya ga butuh kali buat nanya dlu, apa sih lo kenapa jadi ngga bilang-bilang dlu, hmm jadi berada di antara kebingungan. Dulu banges justru lebih berani buat ya udahlah jalani dulu, kalau salah paling diomelin trus minta maaf trus catet oohh yang ini gab oleh. Tapi kan masa iya ngikut ke style zaman dlu, kan harusnya bisa lebih baik dan lebih baik lagi yaa. Semakin coba dibicarakan, semakin sulit mengambil keputusan.

Paling benci kalau ketemunya sama yang Namanya waktu, ini yang ga bisa sedikit aja berhenti dan melambat karena ada yang ga bisa diajak sprint. Tapi ga bisa juga kalau ditinggal karena akan bikin udah jauh-jauh kari terus harus balik lagi. Asli Pusing.

Style baru saat ini: Pergi, Huruf besar, gab oleh dikejar! Harus bisa dipahami. Helo I am not superman, I am just me (hiks)
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Sunday, December 5, 2021 at 9:44 PM | 0 comments
Setelah ada pernyataan dan keputusan, ada banyak yang direncanakan, kalau kata Rizky dari Satu Persen hal ini bisa dilakukan dengan metode SCRUM. Jadi ini bukan Cuma bisa digunakan di Project Management tapi juga bisa dalam hal masalah hidup yang menggema selama ini (ternyata ilmunya ga jauh dari apa yang dilakukan dalam hidup sehari-hari).

Oke, semua dimulai dilakukan dari nyari tempat, nyari subjek pastinya trus belajar juga. Ternyata semakin belajar semakin sadar bahwa banyak yang ternyata salah dan ngga bener, TELAT sih ya iyalah TELAT banged tapi kan ngga boleh menganggap itu sebagai apa yaa penyesalan? Mungkin bisa sih neyesel kenapa ga dari dulu gue tahu tentang kondisi gue sendiri dan menyadari gue ada dimana, sedang apa dan bagaimana hubungannya sama kelanjutan hidup tapi kan yaaa udah LEWAT, udah terlalu jauh malah LEWAT nya. So menyesal bukanlah sikap yang dibutuhkan tapi menyadari bahwa itu suatu PROSES yang emang harus dijalani mungkin terdengar jauh lebih bijaksana.

USAHA: done
PROSES: on progress
HASIL: udah kelihatan siih karena udah memutuskan dan merasa cukup yakin untuk maju satu langkah tapi makin dijalani makin timbul ada keraguan, mungkin emang begitu kali caranya yaa bukan untuk dianggap yaa qo gini, yaaa qo gitu tapi hmmm yaaa emang bgtu, yuk cari cara mengatasinya.
Ini udah bulan terakhir di 2021, semoga aq bisa menyelesaikannya dengan baik dan bisa ada sedikit kemajuan untuk masalah ini, masalah seumur hidup haha. Harusnya bukan dianggap masalah kali, dianggap proses yang masih berjalan dan belum ada hasil. Lagian klo kata Jose Aditya ini bukanlah akhir justru awal dan bukan ujung tapi Cuma salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan “lainnya” jadi sekarang harus bahagia dulu.

Sebenernya udah ada banyak sih yang bisa dicapai bahkan kondisi udah ngga seburuk dulu, ya emang sih belum 100% karena emang ngga 100% Cuma berkurang beberapa dari beberapa yang ada. Tapi harusnya bisa disyukuri dan pelan-pelan dipenuhi 100% nya ataaau emang disisakan untuk bagian tertentu, yang ini jujur aja masih belum tahu sih kemana arahnya. Pengen buru-buru bisa dapet sebenernya Cuma hmmm apakah benar itu yang dibutuhkan atau itu hanya keinginan semata yang sesungguhnya akan jauh lebih ringan jika memang tidak pandemi (haha)
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Marvel bekerja keras untuk bisa membuat film masing-masing bagi para avengers. Ini salah satunya. Tentunya cerita jauh sebelum adanya Thanos. Diceritakan tentang masa kecil dari Natasha Romanoff, bagaimana dia bisa seorang avengers. Jadi sesungguhnya dia terlibat dalam sebuah organisasi yang membuat para wanita muda menjadi seorang jagoan yang mereka sebut widow. Lihat film ini tuh hampir mirip dengan Red Sparrow. Cuma kalau kata ginger sparrow lebih parah sih, tubuhmu adalah milik negara jadi boleh diapain aja. Kalau di Widow lebih kepada organisasi aja dan emang mereka usaha buat mengendalikan dengan teknologi tertentu, bukan seperti sparrow yang emang ditanamkan di kepala, cuci otak abislah.

Natasha ternyata punya adik, Namanya Yelena. Kalau kata kritikus film dan ginger sebenernya film ini sengaja dibuat untuk menunjukkan sama orang-orang siapa pengganti Black Widow karena karakterenya udah dibuat mati di Avengers end game. Jadi tujuannya udah tahu mau kemana Cuma yaa ceritanya yang mungkin butuh dilihat dan ditonton kya apa mereka membuatnya. Sebenernya secara keseluruhan ini oke bahkan bisa ada lucu-lucunya yaitu saat Yelena menirukan gaya Natasha dan bilang kenapa dia selalu jatuh dengan gaya. Hal lainnya adalah cara Yelena cerita soal dia diapain di organisasi Widow dan bagaimana dia udah ngga lagi berasa hidup dan menjadi wanita karena organ-organ yang menunjukkan kewanitaan udah diubah seenaknya sama organisasi. Kalau kata ginger, sayangnya si Yelena nya terlalu gempal, agak kurus dikit aja, maka akan jadi jauh lebih oke. Kalau dari wajah dari karakter sih udah oke bahkan jauh beda dari Natasha yang keliatan selalu serius sedangkan Yelena cenderung ngeyel.

Untuk action-nya ya ga usah diragukan sih, gayanya marvel pasti oke punya dan selalu bagus. Bener-bener memukau mata sih kalau bagian yang ini yaa. Kisah lainnya soal ayah dan anak, bagaimana Dreykov menjadikan anaknya sendiri sebuah senjata dan tidak menyelamatkannya sama sekali bahkan justru dijadikan tameng untuk melarikan diri. Luar biasa sih bagian ini untuk seorang ayah walaupun emang sih dia karakternya sebagai penjahat ya tapi ga gtu2 amat kali. Masih mending ayahnya si Yelena sama Natasha walaupun bloon tapi masih bisa punya rasa menyayangi. Film ini cukup mengobati kerinduan terhadap avengers dan marvel pasca endgame.
Read More..
Posted by Fronita Labels:


Gue nonton film ini pas nyari-nyari film tentang toxic relationship. Mau lihat aja sih contohnya kya apa dan gimana jalan ceritanya kalau emang ada yang berani buat bikin dalam bentuk film. Argo (Arya Saloka) dalam film ini udah cukup menunjukkan dan memperlihatkan bagaimana luar biasanya relasi kuasa yang dimilikinya terhadap Dinda (Aurelie Moeremans). Sebegitu luar biasanya dengan logika yang dimilikinya dan dalam hal ini juga ada sih tingkah laku dinda yang sebenernya emang bisa sampe bikin si Argo sebegitunya. Ada juga bagian dimana semua orang (mungkin) sudah melakukannya dalam hidupnya, dimana mencoba memaafkan orang yang udah menyakiti berkali-kali hanya karena mencoba mengingat berkali-kali juga. Sampai akhirnya ada yang bisa membuat sadar dan membuat diri bisa mengambil keputusan yang lebih baik lagi.

Dinda udah melakukan itu di film ini, bukan Cuma dia yang dapat manfaatnya tapi juga semua teman-temannya. Sayangnya dan (mungkin) inilah sikap dari manusia secara keseluruhan yaitu maunya banyak dan maunya maunya aja. Menurut gue inilah awal dari semuanya yaitu saat Dinda mulai pengen macem-macem. Padahal yang dilakukan Kale (Ardhito Pramono) dalam film ini tuh biasa banged, ngga posesif amat qo. Kalau Cuma nanya kemana dan pergi sama siapa apalagi saat hilang ngga ada kabar, yang bukan posesif juga pastinya melakukan itu sama orang yang dia sayang. Ngga tahu yaaa kalau ada sekuel lain yang menunjukkan kenapa Dinda akhirnya bisa mengkhianati Kale. Karena kalau di film ini sih yang ditunjukkan ya biasa aja. Dari sama-sama suka sesuatu sampai suatu saat ada yang jadi ngga suka dan bilang kalau kit aga cocok. Mirip sama Sandy dan Carl di film The Devil All The Time. Awalnya mereka suka dan pada akhirnya Sandy merasa bosan dan pengen menyelesaikan semuanya, padahal dulunya mereka memprakarsai semuanya bersama dan baik-baik aja. Sama seperti saat Kale nanya kenapa mau pergi padahal sama-sama punya mimpi untuk bisa bikin album dan lainnya. Cuma karena Dinda kepincut orang lain yang belum tentu lebih baik dari Kale.

Nonton film ini menunjukkan bahwa sebuah hubungan butuh 2 orang untuk ma uterus jalan bareng atau bertahan bareng. Kalau salah satunya mau udahan ya emang sih sakit tapi mendingan emang udahan aja daripada dipaksain karena yang ada Cuma jadi pemaksaan dan satu sisi Cuma menjalankan hari sebagaimana formalitas dan menunggu waktu untuk bisa lepas, jadi nunggu alasan yang tepat, nunggu waktu yang tepat. Hanya itu.
Read More..
Posted by Fronita Labels:


Awalnya agak ga paham ini maksudnya gimana, eh ternyata ini kisah tentang games. Sebenernya ceritanya Cuma tentang orang yang build code nya dicuri dan dibuat jadi games dan terkenal. Sayangnya karena satu dan lain hal justru salah satu penciptanya (Keys) malah kerja dengan si pencuri (Antwan). Pencipta yang satunya lagi (Millie) berusaha untuk bisa naik banding secara hukum untuk bisa mengambil kembali apa yang menjadi miliknya tapi dia harus bisa menemukan bukti otentik yang menunjukkan itu. Dia mencoba ikut memainkan gamesnya, yang dinamakan Free City dan mencari di dalam games tersebut.

Blue Shirt Guy, ini adalah sebutan bagi jagoan dalam film ini. Dia sebenernya adalaha NPC (Non Player Character) yang ada dalam games hanya untuk meramaikan games dan membuatnya menjadi lebih hidup. Entah bagaimana, ya pastinya inilah yang dijadikan main story sama penulisnya, dia menjadi hidup pasca bertemu dengan wanita impiannya. Jadi karakter Guy diciptakan memiliki masalah cinta karena dia merasa belum menemukan wanita impiannya dan wanita impiannya dibuat dalam code sesuai dengan karakter Millie sehingga saat dia ketemu dengan Millie maka semua codenya tiba-tiba jadi berubah dan dia jadi hidup.

Paling menyenangkan adalah melihay Keys membuat code di belakang layer untuk bisa menerobos ke dalam games, wuaaaah serasa sesuatu dalam diri gue bangkit kembali haha. Senang banged loh menekan enter saat barisan code udah jadi banyak, rasanya tuh luaaaaar biasa bangeeed haha. Hal paling mengesankan lainnya adalah kata-kata Guy di akhir cerita bahwa mungkin dia emang NPC tap ikan NPC ada yang buat dan yang buat yang menanamkan apapun di kepalanya yang bikin bisa dia buat mengatakannya. Disinilah Millie baru sadar.

Pesan moralnya adalah jangan pernah mencuri haha. Antwan sangat takut ketahuan dan dia juga ga oke dalam melakukan pencuriannya, bukannya code aslinya dibuang, sama dia Cuma ditiban doang, ditutup doang jadinya masih bisa di open kapan-kapan dan akhirnya ketahuan deh, satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah hard reset, hancurkan servernya, ini adalah hal brutal banged yang akhirnya bikin Mouser sadar bahwa emang si Antwan yang ga bener dan dia emang maling karya Keys.

Satu hal lagi yang ngga akan terlupakan adalah kaksi Channing Tatum yang ngga banged siih tapi bikin jadi lucu dan ilfil. Kalau Ryan Reynold sih ngga usah diragukan yaaa, udah pas banged dah buat semuanya. Lucunya, serunya, kerennya, udah komplit dan pas banged.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Ipar gue yang mengusulkan buat nonton film ini, dia bilang ini film horror yang ngga horror tapi malah jadi kya thriller dan misteri bgtu sih. Judul dalam Bahasa indonesianya tuh Pulang. Kalau nonton di awal sih sebenernya kya biasa aja Cuma ada sedikit horror saat Nina (Raihaanun) melihat ibunya di sisi tempat tidurnya dan ternyata itu mimpi dan ternyata juga itu tanda bahwa ibunya akan pergi meninggalkannya untuk selamanya dengan cara yang sangat horror (nonton sendiri aja yaa hehe)

Hasan (Ibnu Jamil) adalah seorang motivator yang sukses dan sedang sukses-suksesnya. Dia sedang Menyusun presentasi penting saat tiba-tiba ada ide dari Nina untuk pulang menemui ibunya Hasan. Hal ini disebabkan adanya kedatangan seorang wanita yang mengaku sebagai pembantu dari ibunya Hasan dan bilang kalau ibunya sudah mulai sakit-sakitan sehingga si pembantu berinisiatif buat memanggil anaknya pulang untuk menemuinya. Datangnya beneran horror deh, tipikal film Indonesia yang semestinya bukan adegan horror trus dijadikan mencekam, kya tiba-tiba muncul terus ngomong dengan muka tanpa ekspresi.

Hasan yang merasa sulit menolak Nina akhirnya setuju untuk pulang. Baru pada awal mereka sampai, sudah ada kejadian aneh dimana ibunya sedang memegang pisau di bawah pohon di belakang rumahnya sambil meracau. Ada juga kejadian aneh dimana seperti ibunya kerasukan dan tiba-tiba bicara yang aneh dan kasar lalu ada kamar yang tidak bisa dimasuki oleh anak-anak Nina dan juga anak Nina yang hobby gambar suka melihat anak lain yang akhirnya dijadikan objek dalam gambarannya. Pembantu yang menemui Nina dirumahnya tidak ditemukan dirumah ibunya dan memang sudah diakui Hasan bahwa ibu tinggal sendiri tanpa pembantu. Nina semakin penasaran ada apa sebenarnya.

Semua berasa ngga ada hubungannya sama judulnya tapi di akhir kisah baru terungkap bahwa maksudnya pulang adalah untuk Hasan. Dialah sosok yang tidak mau pulang selama ini. Dia yang mencoba menghindari rumahnya, menjauh dari semua tentang rumah dan apa yang ada di dalamnya. Bahkan dia bs melakukan hal luar biasa hanya untuk membuat orang lain tidak mengetahui tentang alasan kenapa di ga mau pulang. Pesan moralnya adalah perihal menutupi kesalahan. Mungkin seharusnya jujur sama orang lain perihal kejadian masa lalu terutama sama pasangan sendiri karena jika akhirnya diketahui dengan cara yang berbeda maka akan menimbulkan kejadian yang jauh lebih luar biasa bahayanya seperti yang dilakukan Hasan kepada Nina bahkan kepada ibunya sendiri.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Banyak hal yang sedang coba dijalani dan dijajaki dalam hidup paralel. Untuk dunia yang satunya sih aman-aman aja. Puji Tuhan pekerjaan berjalan baik dan ada beberapa yang udah selesai terutama si tahu bulat akhirnya udah bisa Go Live dan udah bisa lepas karena udah masuk ke fase berikutnya, yeaaayy.

Trus kalau yang satunya lagi sih sebenernya aman-aman aja. Senang banged si adik kecil udah mulai dewasa dalam bersikap, seperti progress pelan-pelan deh rasanya, senaaaang banged kya pelan tapi jalan bahwa semuanya dipersiapkan, amin. Ada rencana besar untuk memperbaiki si home sweet home, belum mulai siih cuma beriman bakalan berjalan baik. Udah direncanakan, udha diomongin juga dan kyanya udah tinggal nunggu waktunya aja. Semoga semuanya berjalan baik yaaak. Amin

Dunia satunya sebenernya menyenangkan dan menyebalkan haha. Karena kalau dulu emang ga pernah dipikirin sama sekali karena terlalu banyak mikir tentang akibatnya terus sekarang jadi bingung mau mulai darimana. Seperti postingan memulai kembali sebenernya kondisinya belum banyak jauh beda dari itu walau lampu hijau udah menyala dengan terangnya.

Cuma daripada mengeluh (jadi inget antara morning atau mourning) mending mulai deh satu per satu dan mulai juga ngbrl atau diskusi sama banyak orang yang mungkin punya kasus sama. Yang paling sering dilakukan belakangan ini adalah dengerin YouTube, kenapa dengerin dan bukan nonton karena emang ga ditonton guys haha, cuma didengerin aja. Pakenya Youtube yang dari browser jadi kalau sambil ngapa2in bisa. Kalau yang di apps kan emang mesti ditonton jadi ga bisa nyambi pake apps lain hehe. Semakin banyak denger, semakin banyak belajar semakin merasa ngga tahu apa-apa, kebiasaaan ya manusia emang udah songong dari sononya kali padahal sebenrnya masih kosong dan masih butuh banyak diisi dengan ilmu dan pengetahuan lainnya.

Selain dari itu ada juga kegiatan yang sedang dicoba dijalani yaitu ikutan-ikutan webinar umum yang mungkin bisa menambah wawsan dan juga social circle. Nah salah satunya kemarin ikutan webinar ini.



Secara ngga sadar ternyata kita udah ken sama yang namanya Hustle Culture yaa. Berusaha banged buat kerja keras demi sebenernya ngga tahu apa. Cuma kya tuntutan masyarakat dan sekitar aja dan justru efeknya ga banged buat diri sendiri. Terutama buat kesehatan mental. Sebenernys ngga jauh beda kalau istilah kerjanya sama zaman dulu yang sering didengar yaitu Workaholic cumaaa skrng orang jadi overworking dan overgloryfying atas itu. Lembur, kerja weekend, kerja banyak tuh jadi presatasi tersendiri dan bangga. Trus dipamer dimana-mana padahal keadaan sesungguhnya tuh ngga begitu. Itu smeua palsu, sempet denger (alm) Raditya Oloan bilang jadi abis lo foto-foto dan upload Instagram trus abis itu lo cemberut karena sebenernya lo benci atau ga suka sama apa yang barusan lo foto dan upload itu. Kya semuanya tuh sebenernya amat sangat melelahkan. Semua hal itu berujung pada yang namanya stress dan itu ada beberapa hal yaitu fisik, mental, pikiran dan sosial. Nah mana coba yang paling tinggi tingkatan stress nya buat kalian? Kalau gue sih sosial haha. Yang lainnya kya masih bisa manage sendiri sih tapi kalau sosial hmmm kya beraaaat bgd dah. Bahkan punya media sosial aja berat hahaha. Temen baik gue bilang ayolaaaah bikin Instagram, duh kenapa bawaannya berat yaaa, kya tar mau nulis apa, trus akan jadi follow sana follow sini, di follow sana sini juga trus liat mereka udah apa udah kya apa, udah punya apa (oia ini juga salah satu penyebab hustle culture neh, istilah social construct) yang akan bikin kyanya jauh lebih banyak ga enaknya daripada enaknya karena merasa heyyy i do not have anything to say or to publish. Padahaaaal itu karena terlalu banyak mikirnya, coba deh mikirnya cuma apa sih yang lo punya hari ini atau apa sih yang udah lo punya dibanding sama yang lo ga punya. Harusnya akan jauh lebih banyak cuma emang kadang kan mikirinnya yang ga punya aja.

Usulan dari webinar itu adalah journaling. Ini udah dilakuin siih sebenernya sampe ada banyaaaka banged buku di kamar haha bahkan sekarang ada beberap sekaligus dengan tujuan yang beda-beda. Ada yang khusus kerjaan, ada yang khusus curhat ada neh yang baru banged dibuat yang khusus progress dunia paralel haha. Cuma mungkin ada bagian yang kemarin didapat yaitu soal ngobrol sama diri sendiri, omongin semuanya dan pake metode HEART (Here and Now, Envision, Ask, Reflect Define Fact dan express Thought).

Yang didapat siih gini apa yang sebenernya paling membebani, apa kondisi dari beban itu saat ini dan bagaimana rencana menyelesaikan beban itu mulai hari ini. Pikirkan hanya untuk hari ini aja rencananya dan prosesnya. Jangan lupa 10-15 menit buat rileks dan istirahatkan mental. Lakukan yang menyenangkan. Apa aja asal jadi santai dan seger lagi. Selamatkan diri sendiri dulu aja, Fokus ke AKU. Bukan masalah egois tapi masalah menghindari stress dan menyelamatkan mental. Harus bijak jugaa ya bukan dijadikan alasan untuk menghindari kewajiban.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Film ini mengingatkan pada sosok ayah dalam hidup. Ian begitu ingin ketemu sama papanya karena dia sama sekali belum pernah ketemu papanya. Segala usaha dilakukan dan bahkan kenyataan yang dia baru tahu kalau dia adalah penyihir dan ternyata selama ini mereka hidup dalam hidup yang bukan mereka sendiri. Hanya karena ada seseorang yang memperkenalkan teknologi sehingga semua yang berbau sihir dilupakan. Ini kebalikan dari Harry Potter siih, justru dunia sihir kalah dengan teknologi dan dunia masa kini dan hampir dilupakan secara keseluruhan.

Menurut gue sama ginger sih penulisnya sangat pintar dalam mengemas ceritanya. Bahwa yang diinginkan ngga selamanya yang memang benar-benar dibutuhkan dan cara mengertinya pun harus dengan melewati amat sangat banyak hal dalam hidup. Ian yang disini belajar sangat banyak. Bahwa dia merasa hidupnya sangat tidak lengkap hanya karena ngga pernah ketemu atau ngga pernah tahu soal ayahnya padahal selama ini dia punya seseorang yang selalu ada dan selalu bisa diandalkan dalam kondisi apapun walau memang tidak seperti yang dia harapkan untuk caranya. Tapi dia akan selalu ada, dia adalah kakaknya sendiri yaitu Barley. Justru Barley sangat berusaha menjadi “seseorang” yang dibutuhkan Ian tapi tidak pernah bisa dilihat oleh Ian.

Perjalanan Ian dan Barley mengubah sangat banyak hal bukan hanya untuk mereka berdua tapi juga untuk ibu mereka, the manticore yang punya kafe dan colt bonco baik sebagai ayah sambung ataupun polisi yang bertugas. Semuanya punya cerita masing-masing dan makna masing-masing perihal perjalanan yang dilakukan Ian dan Barley. Walau butuh waktu yang cukup lama untuk Ian menyadari namun semuanya justru menjadi sangat bermakna untuk dia dan untuk hidupnya selanjutnya.

Pelajaran moral yang bisa didapat adalah kadang keinginan kita ngga harus bisa didapat (mungkin udah banyak yang denger soal ini atau udah bosen dengernya) tapi kadang Tuhan bisa mengubah keinginan itu menjadi sesuatu lain yang tidak kita harapkan tetapi lebih bermakna dalam hidup bahkan bisa menjadi bekal dalam menjalani hidup selanjutnya dan bisa membuat lebih baik.
Read More..
Posted by Fronita Labels:


Gue suka banged sama kata-kata di awal film ini karena berasa pengalaman Pribadi (hehe) tapi gue ga suka sama akhir filmnya. Kirain sih bakal menunjukkan sama dengan kata-kata di awal filmnya jadi akan terjadi demikian tapi ngga. Ini diarahkan pada akhir yang happy ending seperti kebanyakan film Indonesia dan kebanyakan keinginan orang lain. Harusnya sih ngga apa-apa qo kalau semisal ngga happy ending, ngga apa-apa juga kalau ngga nurutin apa yang dimauin penonton. Yaa tap ikan gue bukan sutradara atau penulisnya hehe.

Kisahnya kirain sih tentang cinta segitiga tapi ternyata salah. Ini tentang cinta yang diem aja. Mksdnya tuh emang diem aja, ngga berani ngomong satu sama lain, Cuma bisa terus menjadi orang yang ada dan ngga berani bilang sesungguhnya ada apa. Sampai akhirnya waktu, kondisi, emosi yang mengalahkan ego dan akhirnya kejadian deh. Bukan menjadi lebih baik malah justru menjadi lebih buruk.

Orang bilang rasa cinta itu ngga jauh bedanya atau beda tipis sama benci. Nah Keara kyanay merasakan itu saat sesungguhnya Ruly udah mulai untuk membuka hati untuknya. Tapi Keara ngga bisa, bahkan kembali mundur dan menjauh karena emang Ruly juga Cuma mencoba tetapi belum bisa melupakan Dinda yang emang diharapkan olehnya dan lagi-lagi ngga bisa ngomongnya. Beda banged sama Harris, nah ini sih pemenangnya sebenernya. Pemenang yang akhirnya mendapatkan yang dia inginkan. Kuncinya Cuma 1, dia berani mengambil keputusan. Berani untuk meninggalkan yang emang dia ngga bisa raih, berani mengambil resiko untuk pergi jauh dari semua yang selama ini udah dia bangun tapi akhirnya semesta berpihak dan justru dia diberikan sesuatu yang sangat dia inginkan.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Friday, September 24, 2021 at 1:53 PM | 0 comments


Dari awal liat judulnya udah tahu kalau ini adalah cerita tentang si Cruella yang jadi penjahat di Film 101 Dalmantions. Surprise juga sih kalau ginger ga pernah tahu soal Cruella ini jadi butuh cerita dikit ke dia soal ini. Nah pemikiran keren dari ginger (as usual) katanya gini, wah harusnya bagus ini soalnya kan diceritakan dari sisi penjahatnya, kya Maleficent. Tapi kenapa ratingnya ga bagus yaa, ya udahlah coba dulu ditonton, kalau emang selama 30 menit pertama ga oke ya udah ga usah lanjut. Nyatanya malah sampe habis haha. Kyanya kalau film, apapun yaa tetep penasaran sih sama endingnya kecuali horor yang ga jelas kya Hereditary yang tetep aja diliat sampe habis karena penasaran habisnya gimana atau Midsommar yang kebetulan nontonnya di bioskop jadi tetep diliat sampe habis karena sayang udah bayar haha.

Oke lanjut ke Cruella. Jadi dia ternyata namanya itu Estella trus jadi Cruella gegara kelakuannya yang super ajaib, entah kenapa dia itu menyebalkan aja, padahal sih cerdas banged. Kalian akan tahu kenapa dia bisa begitu di akhir dari film ini (ga mau spoiler dlu haha). Nah mamanya suka bilang don't be cruel, kyanya gegara itu jadinya dia menanamkan dalam dirinya dan memanggil sendiri dia adalah Cruella. Di awal pasti kalian akan sedih dan bersimpati sama kisahnya. Kasihan banged dah. Udah kehilangan mamanya dan merasa bersalah pula terhadap hal itu. Walau setelahnya dia bisa ketemu dengan 2 sahabat yang luar biasa (meski senasib) tapi yaaa minimal ada yang peduli dan bisa tinggal dan bertumbuh bersama walau ngga bener siih profesinya haha.

Sampai ketika dia beneran dapet pekerjaan yang bener walau ngga sesuai sama ekspektasi dan mulai stress menghadapinya sampe bikin kasus. Kasus yang bikin dia dipecat tapi diterima ditempat yang lebih oke. Jengjengjeng disinilah kisah sesungguhnya dimulai. Sebenernya semuanya baik-baik aja dan dia udah mulai bisa dapat kepercayaan dari bosnya sampai dia melihat sesuatu yang mengingatkan dia sama mamanya dan berusaha mencari tahu kenapa bisa ada di bosnya dan bagaimana prosesnya. Inilah kisah sebenernya, kisah sedih, kisah nyata dan kisah tidak menyenangkan. Menurut ginger di bagian ini yang kurang bagus, jadi ketika Cruella muncul lagi dan menjadi ga oke dengan teman-temannya, ini yang kya kurang pas dan agak dipaksakan. Kalau menurut gue sih oke aja, emang neh anak sakit dari awal kyanya haha dan dia bingung mau gimana untuk bisa membalas apa yang terjadi sama hidupnya. Akhirnya jadi begitu deh. Tegas apa kejam yaa kalau ke temen-temennya jatohnya, hmmmm.

Setelah ini adalah bagian akhir yang mengungkapkan semuanya. Kalian ga akan percaya sih sama kebenarannya walau akan akhirnya blg yaaa pantes aja dia begitu, ternyataaa... Bagian paling oke adalah soal rancangan bajunya, asli keren-keren banged, yang dari bak sampah sih yang paling keren, beneran idenya tuh luar biasa banged. Untuk bagian paling akhir sih kya cuma biar pas aja sama cerita 101 dalmantians dimana anjingnya dipisahkan dan dinamakan Pongo dan Perdita.
Read More..
Posted by Fronita Labels:

Entah kenapa ya untuk film-nya Ika Natasha itu sebenernya oke banged tapi ngga sesuai mulu sama ekspektasi hehe. Kya antalogi rasa, ngga sesuai sama quote yang ada di awal film terus untuk yang ini kirain bakalan banyak banged adegan yang ngambil twitternya tapi ngga tuh Cuma di awal doang. Aneh banged. Harusnya judulnya demikian berarti kebanyakan soal Twitter atau dibawa2 gitu. Hmmm ya udahlah yak. Mungkin kalau baca bukunya bisa lebih banyak kali, karena film jadinya susah.

Kalau lihat dari masalahnya sih kya udah hafal banged ini haha. Kalau dibanding sama yang gue alami ya. Ngga seberapa ini yang dialami sama Alex (Raihaanun) dan Beno (Reza Rahardian). Banyak banged yang masih bisa dilakukan oleh Alex yang kalau gue sih udah ga akan bisa haha. Tapi kyanya mungkin emang ini bener-bener situasi yang normal bagi kehidupan orang pekerja, baik yang udah suami istri atau yang masih pacaran. Kya masalah kapan ketemuan trus satu sama lain saling nunggu terus jadinya berantem. Masalah beliin makan atau makan bareng. Klasik tapi penting. Bahkan hal begini yang bikin Alex dan Beno sempat bercerai. Padahal solusinya ya komunikasi. Masing-masing sibuk yae mang butuh komunikasi yang amat bagus, malah mereka serumah harusnya bisa pas pulang Cuma yaa bgtu deh masing-masing egois dan ga mau mulai jadinya malah cerai.

Satu hal yang sama dalam tiap film yang ditampilkan oleh Novel Ika Natasha (eh baru 2 sih yaa hehe) sama bukunya 1 yaitu bahwa mereka berasal dari kalangan atas, yang bisa disebut dengan mudah yaitu orang kaya. Semuanya kaya. Jadi kalau ngambek ya pulang ke rumah ortu yang juga kaya atau ke apartemen sendiri yang juga cukup mewah. Ortunya juga punya profesi luar biasa banged, kerjaan juga oke banged. Jadi semuanya agak ga nginjek bumi sih hehe. Kya ga related sama kehidupan gitu kecuali bagian komunikasi aja. Mungkin banyak ditemui juga sama orang-orang.

Sisanya ya romansa biasa aja dan akhirnya bisa damai dan bisa sama-sama menyadari kesalahan dan mencoba menjadi dewasa. Happy ending 😊
Read More..
Posted by Fronita Labels:

Gue nonton film ini karena ngeliat nama sutradaranya yaitu Teddy Soeriaatmadja yang film lainnya udah duluan gue tonton sebelumnya dan udah gue tulis juga yaitu Affliction. Menurut gue sih ini sama bagusnya dengan yang sebelumnya. Topiknya ga biasa terus pemaparannya juga cukup oke dan plot twist-nya dapet banged.

Dan seperti komentar orang-orang bahwa pemainnya yaitu Donny Damara amat sangat luar biasa sih memerankan tokoh Syaiful dalam film ini baik saat dia sebagai ayah dari Cahaya (Raihaanun) atau dalam menjalankan pekerjaannya. Semuanya berasa dan dapet banged sih. Raihaanun juga lumayan sih walau masih agak kaku-kaku dalam berakting tapi udah cukup menunjukkan bagaimana lugunya anak desa dan bagaimana keinginannya untuk bertemu dengan sosok ayah yang selama ini hanya dia tahu lewat foto dan cerita ibunya pada waktu dia kecil. Dengan tekad dan uang seadanya dia mencoba untuk bisa bertemu dan berharap bisa memenuhi kebutuhan rasa bangganya terhadap apa yang dia bayangkan. Memang dia kecewa di awal tapi rasanya dia berubah menjadi apa yang sesuai ekspektasinya di awal pada saat dia pergi meninggalkan ayahnya.

Temanya bener-bener nginjek bumi banged. Soal orang-orang kelas bawah yang emang kesulitan mencari pekerjaan tapi tetap mencoba bertanggung jawab pada keluarganya dan berusaha sekuat tenaga untuk bisa bertahan dari kerasnya ibukota. Pastinya ada sesuatu hal yang membuat klimaks film ini yaitu kesalahan dari Syaiful sebelumnya yang dia harapkan bisa mengubah hidupnya, sayang Namanya orang kecil tetap kalah dengan orang besar dan beruang yang bisa melakukan banyak hal untuk mencari tahu bahkan sampai ke lobang semut sekalipun. Itulah yang terjadi dalam film ini. Perjalanannya sangat menyayat hati, melihat apa yang dialami Syaiful yang awalnya udah siap untuk mendapatkan hidup lebih baik dengan kejahatan yang dilakukan menjadi menyerah pada hidup demi orang yang dia sayang bisa mendapatkan hidup yang lebih baik dari dirinya. Sebegitulah besarnya sayang orang tua terhadap anaknya, nyawa sekalipun bisa dikorbankan.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Tiba lagi di bulan September.
Bulan dengan penuh perayaaan. Mulai dari besar sekali saat merayakan wkatu tiba di dunia sampai kepada hari-hari besar yang sangat berpengaruh terhadap hidup di masa depan.
Mengucap syukur untuk semua berkat yang diberikan oleh The Big Guy. Terima kasih tar terhingga untuk segala hal yang ada. Bagian yang mungkin menjadi sedikit mulai sulit dilakukan mengingat akan tekanan yang semakin menghimpit. Tapi dengan semua hal yang ada seharusnya rasa syukur tidak boleh kalah dari semuanya, justru harus semakin berkembang dan tumbuh hebat.
Seikit berbagi moment kebahagiaan yang diciptakan oleh orang sekitar yang cukup menambahkan rasa syukur, sayang ngga ada foto bareng gegara ada tragedi abang gojek, nantilah cerita di tempat lain yaaa.





Panjang Umur, Sehat Selalu, lebih dewasa lagi, lebih bisa membahagiakan orang sekitar, lebih tahu lagi kehendak Tuhan, lebih mengerti maunya Tuhan, lebih bersyukur, lebih percaya lagi pada kehendak dan rencanaNya. Amin
Read More..
Posted by Fronita Labels: , ,
Sunday, August 29, 2021 at 2:04 PM | 0 comments


Hal yang paling mudah dilakukan adalah menyalahkan. Sejak kejadian adam dan hawa, dosa saling menyalahkan ini sudah ada. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan Ular dan orang berbalik menyalahkan Hawa. Muter aja, sama kya banyak kejadian yang dialami orang-orang termasuk diri sendiri kalau lagi kena masalah.

Hari ini harusnya rasa Bahagia jauh lebih tinggi dibanding rasa sedih. Apa yang didoakan selama ini udah terkabul dan sisanya tinggal melanjutkan doa tersebut untuk terus berkembang pada tahap berikutnya. Senang sekali melihat mama tersenyum sangat lebar dan langsung mengucap Syukur atas kabar hari ini. Rasanya ingin sekali melihat mama memiliki reaksi yang sama tapi kabarnya dari aku. Berasanya sampai hari ini belum pernah bisa memberikan itu. Hal yang paling dia harapkan belum bisa aku wujudkan. Hiks.

Paling gampang adalah sedih, meratapi, menyalahkan dan seterusnya atas kondisi saat ini. Tapi makin kesini makin mikir, buat apa? Toh ngga ada faedahnya juga. Yang ada Cuma malah menimbulkan masalah yang lain yang (entah) seharusnya sudah tidak butuh diungkapkan lagi. Semua berpendapat sama, USAHA. Iya itu memang sedang dilakukan walau terus terang buat bangun lagi aja setengah mati karena merasa udah sangat terpuruk, udah berasa semuanya lewat dan udah sulit banged buat ngebangun kepercayaan diri buat mulai lagi. Tentunya (rasanya) ngga ada yang paham bagian ini bahkan orang terdekat sekalipun dengan mudahnya hanya menanyakan mana s-curve tanpa tahu bagaimana timeline-nya terbentuk. Padahal di sisi lain, aku mengalami krisis yang sulit aku atasi sendiri. Makin lama makin menggila, rasanya benar-benar sangat sulit mengatasinya. Astagaa apa yang udah terjadi sesungguhnya? Sampai-sampai aku merendahkan diri untuk mendapatkannya, sangat amat luar biasa sih untuk seseorang yang selama ini hitung-hitungan soal krisis itu.

Berharap orang lain mengerti adalah sesuatu yang amat sangat sulit apalagi belakangan ini. Pandemic membuat banyak orang menjadi tidak santai. Ingin cepat dan tidak sabar dalam sebuah proses. Tidak mudah lagi bertoleransi atas apapun (rasanya) lebih cenderung meminta kebutuhannya terpenuhi tanpa lagi memperhatikan bagaimana sekitarnya sedang bergerak untuk memproses semua yang dibutuhkan itu.

Semua orang bisa berkata A, B, C bahkan sampai Z tentang yang mereka lihat. Padahal itu hanya titik kecil dari lembaran kertas yang besar. Sulit sekali menjawab dan menjelaskan. Rasanya memang tidak perlu lagi sih. Yang dibutuhkan adalah untuk memberikan bukti bukan penjelasan lagi. Semoga ada acara untuk bisa membuat mereka melihat sisi lain selain titik kecil yang selama ini mereka fokuskan. Semua bermula dengan seandainyaaa.

Di sisi lain, sebuah USAHA tetap harus dijalankan. Lihat sekitar, lihat semua sisi, lihat semua bagian.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Banyak kali kita mengamini dan mengimani kalimat di atas dan merasa bahwa semua kelakuan buruk yang terjadi adalah karena salah berteman. Belakangan gue merasa bahwa factor paling besar yang mempengaruhi bagaimana kita hidup dan bersikap adalah diri kita sendiri. Musuh terbesar yang harus ditaklukan sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Semua hal ngga akan terjadi selama kita bisa menjada hati, pikiran dan Tindakan kita sendiri. Kan kita bukan robot yang bisa digerakkan oleh orang lain. Bahkan budak sekalipun kan sesungguhnya dia masih berkuasa atas anggota tubuhnya untuk bisa melawan walau mungkin resikonya akan jauh lebih besar dibanding dia mau ikut nurut aja apa kata tuannya.

Anggota tubuh juga demikian, kan ga bisa gerak sendiri kalau ga dikontrol sama yang Namanya saraf-saraf di otak. Hati dan perasaan yang suka bergejolak ditambah dengan keinginan yang sudah melampaui batas sesungguhnya masih bisa dikontrol oleh otak. Tapi kadang memang lebih mudah untuk mengatakan gara-gara dia, gara-gara ini, gara-gara itu maka jadinya gue begini dan begitu padahal dalam setiap hal selalu akan ada pilihan, selalu akan ada jalan untuk memilih mau melakukan apa dan mau melihat hasil yang seperti apa. Kita, manusia adalah makhluk istimewa ciptaan Tuhan yang bisa berpikir, punya akal budi dan dikasih kebebasan. Tuhan ga pernah maksain kita harus apa dan gimana, Dia itu mengarahkan tapi pilihan tetap di tangan kita.

Acapkali penyelesan kan datang belakangan, ya iyalaah kalau duluan Namanya DP hehe, jadi udah kejadian baru deh yaaaa kenapa ya tadi gue begitu andai aja bisa milih yang lain. Yaaa kenapa tadi malah bertindak begitu, andai aja bisa nahan diri buat ngga melakukan itu maka ngga akan ada penyesalan. Pernah sekali gue denger khotbah bahwa memang selama masih di dunia kita akan selalu jatuh bangun, yang penting kalau jatuh jangan lupa bangun, jangan malah menikmati kejatuhan dan merasa ya emang gue mah begini, ya emang udah nasib. BIG NO. Semua orang bisa bangun, semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa terus melangkah. Kembali kepada yang Namanya pilihan.

Hari ini jatuh lagi, hari ini kalah lagi. Yuk bangkit dan berjuang lagi, arahkan diri lebih baik agar besok bisa menang dan bisa lebih baik lagi. Amin.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya! (Kidung Agung 2:7, Kidung Agung 3:5)

Pernah saya coba melakukan konsultasi pada orang (entah sih ini orang yang benar atau bukan tapi karena adanya cuma dia ya udahlah ya gpp hehe) apakah salah dengan apa yang dirasakan saat ini? Menurut dia sih hal tersebut adalah hal yang wajar dan normal karena selain memang sudah waktunya (dilihat dari sisi usia) tapi juga memang sudah waktunya mengingat panjangnya sejarah percintaan yang sudah cukup lama tertunda (aiih bahasanya haha). Cuma makin lama makin merasa kadang bersalah ketika memang menginginkannya atau mungkin ada dalam kondisi terlalu menginginkannya. Memang sih masih dalam kondisi yang wajar bukan seperti orang sakau (pinjem istilahnya ya) yang akan melakukan apapun untuk memenuhinya.

Dengan kondisi seperti ini makanya kadang merasa amat sangat kesel dengan orang-orang yang sudah mendapatkannya tapi tetap merasa tidak cukup dan mencari kesenangan dengan selingkuh, meilirik yang lain atau justru tidak membahagiakan pasangan yang sudah dimilikinya. Omong kosong kalau bilang yaa udah bedalah, ya udah ga cintalah, ya udah ginilah, ya udah gitulah. Ya nggalah! Coba ingat dan coba kembali ke masa saat dulu pertama kali ketemu, pertama kali memandang dia sebagai satu-satunya orang yang diliat dan akhirnya mau diajak untuk menjalin hubungan bersama (entah masih dalam lingkup pacaran atau udah menikah yaa, itu ngga ada bedanya sih karena sesungguhnya keduanya sudah sama-sama menyatakan komitmen untuk bersama hanya masalah tingkatannya aja, kalau versinya saya sih begitu ya, menikah jauh lebih tinggi tingkatannya karena ada terlalu banyak hal yang akan mempengaruhi dan dipengaruhi olehnya tetapi jangan juga remehkan pacaran yaa). Kenapa ga bisa mencoba untuk melihat dan kembali ke masa itu. Kalau kata Noah dalam lagu kupeluk hatimu
Kembalilah ke masa itu
Ketika pertama bertemu
Di mana cinta hentikan waktu
Dan kau peluk hatiku

Emang sih saya oribadi saat ini belum memiliki pasangan tetapi rasanya terlihat begitu banyak hal yang akan bisa mudah dilakukan dengan semua yang memang sudah sangat sulit dibendung lagi saat ini. Semoga di saat waktunya tiba memang sudah bisa melakukannya. Semoga juga Tuhan sudah mengizinkannya untuk itu. Karena kalau emang sampai hari ini belum ada berarti memang BELUM waktunya. Entah karena diri sendiri yang memang dianggap BELUM pantas atau memang si pasangannya yang memang BELUM selesai mempersiapkan dirinya. IMAN dalam hal ini berperan sangat tinggi untuk bukan cuma PERCAYA tapi juga MEMPERCAYAKAN semua hal pada Sang Pemilik Hidup karena Dia sendiri sudah berjanji dalam Pengkhotbah 3:11a Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya. Lihat dan perhatikan waktu -NYA bukan waktu-KU atau waktu-MU yang mana kapan-nya tentunya suka-suka DIA yang memiliki langit dan bumi ini.

Sabarlah hai diri dan jiwaku dalam penantian. Pikirkan hal yang bisa dilakukan di masa penantian ini bukan dengan memaksakan atau menarik waktu tersebut buat datang lebih cepat dari waktu-NYA.

Yang kuat yaaa, Fro! Haha
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Buat yang belum di vaksinasi dan kesulitan dapat tempat terutama untuk yang di sekitar Jakarta Barat,
Boleh mampir sini yaa, gratis pastinya.

Waktunya di Rabu, 25 Agustus 2021 (pas banged hari gajian yaa haha). Vaksin yang digunakan itu Sinovac yaa. Yuk sukseskan progrma vaksinasi pemerintah. Semoga bisa segera tercapai Herd Immunity kitaa yaaa jadi udah berasa lebih aman untuk beraktivitas kembali. AMiin
semoga bisa berjalan lancar proses acaranya dan bisa memberkati banyak orang
Tuhan memberkati semuanya yang ikut terlibat, Amin Indonesia maju Indonesia tangguh Nama Tuhan dimuliakan, Amin
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Mungkin kalau membaca ayat berikut, pastinya semua udah pada hafal dengan benar dan paham dengan baik

2 Korintus 6:14: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Saya mau cerita tentang apa yang dialami terkait dengan hal di atas. Saya pernah menghadapi pilihan untuk berpasangan dengan yang dikatakan seimbang menurut ayat di atas yaitu pengertiannya adalah seiman atau seagama dengan yang tidak. Pasti semua akan menjawab ya pilih yang seimbang donk. Iya saya juga melakukan hal itu namun ekspektasi atas seimbang yang diharapkan sangatlah jauh dari kenyataannya. Si seimbang dengan mudahnya menyatakan cinta kepada dua wanita lainnya (setidaknya itu yang saya ketahui, jadi berpikir entah berapa banyak lagi yang saya tidak ketahui) tidak lama setelah kami resmi menjadi pacar. Tindakan dia berbeda sangat jauh dengan si tidka seimbang dimana dia tetap baik, peduli dan menanti saat dimana dia bisa menjadi pasangan saya walau dia tahu saya sudah punya pacar. Bahkan pernah beberapa kali dia berkata bahwa dia berani berpindah agama demi bisa bersama dengan saya. Pada saat itu saya berpikir bahwa iman bukanlah hal yang mudah diganti-ganti jadi saya bilang ke dia kalau kamu mau pindah agama pastikan itu karena kamu percaya sungguh-sungguh bukan karena saya.

Waktu berlalu, saya pun putus hubungan dengan si seimbang dan tidak juga menjalin hubungan denagn si tidak seimbang. Sampai suatu saat saya kembali bertemu dengan si tidak seimbang lainnya. Kali ini dengan berdasarkan pengalaman sebelumnya, saya mencoba untuk melakukan kompromi dan menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan dia. Saya pikir tidak akan berlangsung lama dan saya pikir saya bisa mengatasi banyak hal termasuk banyak kompromi-kompromi lainnya yang tentu akan muncul seiring jalannya waktu. Ternyata saya salah besar. Satu kali saya mulai membuka diri dengan kompromi, maka menutupnya sulit sekali. Saya terjebak dalam hubungan tidak seimbang ini untuk kurun waktu yang sangat lama, bukan lagi tahunan tapi belasan tahun tanpa arah tujuan yang jelas.

Kini akhirnya memang saya sudah bisa melepaskan diri dari hubungan itu namun belum ada dalam hubungan yang benar dalam artian mendapatkan pasangan yang seimbang. Saya kecewa dan sedih dengan kondisi dan diri saya sendiri bahwa dengan satu kali kompromi, saya sudah membuang banyak sekali waktu yang seharusnya bisa jauh lebih bermanfaat dalam hidup. Kini saya merasa bahwa iman saya harus berdiri jauh lebih teguh. Bahwa inilah saat iman itu diuji kekuatannya untuk sejauh mana bertahan dan bisa menunggu sampai saatnya Tuhan bertindak dan pastinya itu tepat waktu. Waktunya Dia tentunya bukan waktu saya karena waktu yang saya inginkan sudah terlewat cukup jauh.

Mungkin kadang kita menjadi mulai berkompromi karena kebutuhan atau keinginan semata. Ingin menjadi atau terlihat seperti orang lain atau kadang merasa mampu bertahan dan menceburkan diri dalam kompromi yang jelas-jelas dilarang. Bertahan dan menunggu memang sangat tidak nyaman, tapi mungkin itulah yang Tuhan mau agar kita bisa makin mendekatkan diri padaNya. Bahkan seharusnya kita tidak boleh menuntut keinginan dipenuhi karena sesungguhnya apa yang kita harus miliki adalah apa yang dibutuhkan bukan diingini. Jika sudah sampai dalam tahap itu, percayalah pasti dipenuhi karena Dia sudah berjanji dalam Filipi 4:19: Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
07 Agustus 2021 kemarin jadwal vaksin dosis kedua. Kalau sebelumnya bicara sol prosedur dan kondisi, kali ini juga sih. Kalau kemarin di lapangan bola, sekarang di GOR Kelurahan. Sama luasnya cuma karena ada beberapa Gedung seperti kantor kelurahan, GOR dan Posyandu terasa agak kecil ditambah tempar parkir yang dijadikan tempat antri jadi parkirnya tambah sembarangan dan tentunya cukup menimbulkan kepadatan. Untungnya kan lagi PPKM jadi ngga banyak kendaraan lalu lalang kya biasanya, kalau iya bisa antri panjang kali yaa karena jalanannya pas bgd buat 2 lajur bolak balik jadi kalau ada motor parkir aja di pinggir udah harus gantian jalannya.

Pengaturannya udah jauh lebih baik dari sebelumnya. Masalah ambil nomor masih ada sih, ini sebenernya kalau diperhatikan cuma inisiatif dari petugas yang ada aja karena emang kalau boleh diakui wilayah tempat tinggal saya belum maju banged-banged bahkan mungkin masih kalangan mid to low jadi emang edukasi dan pemberitahuan yang jelas sejelas-jelasnya amat sangat dibutuhkan. Nomor antrian adalah sesuatu yang amat mudah dipahami jadi wajar kalau ini digunakan ini. Prosedurnya tidak jauh berbeda, masih pakai fotokopi KTP (untuk vaksin pertama) dan surat keterangan sudah vaksin bagi yang mau vaksin kedua. Tambahan kali ini yang cukup keren, mengikuti perkembangan yang ada yaitu perihal tiket vaksin. Sayang banged karena emang edukasi dari pusat pun kurang maka masyarakat ngga banyak yang tahu soal ini, tiket ada di aplikasi peduli lindungi yang tentunya belum dipahami oleh semua orang. Inisiatif baiknya adalah para petugas meminta ada pendaftaran 1 hari sebelumnya buat mereka checking sendiri jadi mereka bisa print untuk masyarakat yang ngga punya atau belum punya atau bahkan belum paham soal aplikasi peduli lindungi ini. Jadi yang datang dengan fotokopi KTP bisa dicocokkan dengan tiket yang sudah diprintkan oleh petugas yang tentunya ada QR code dan keterangan lainnya.

Jika semua ada dan paham sesungguhnya proses sangat lancar. Pasca data dicocokkan dengan yang sudah diprint atau sekedar menunjukkan tiket yang ada di aplikasi maka bisa langsung ke proses selanjutnya yaitu ANTRI hehe. Yupz tetep antri untuk dipanggil ke dalam ruangan tempat vaksin dijalankan. Buat saya, untuk ukuran lingkungan kelurahan dengan semua hal cukup terbatas, tidalah terlalu butuh waktu lama untuk menunggu. Tidak sampai 1 jam sudah dipanggil dan sudah bisa skrining, pasca itu langsung joss bisa disuntik.

Nah kalau dulu disuruh antri lagi untuk nunggu print out jadwal vaksin kedua, saat ini cuma disuruh tunggu untuk dimasukan datanya ke aplikasi (kyanya sih apps khusus petugas untuk sinkronisasi data dengan DB pusat sehingga ter-update bahwa pemiliki No KTP tersebut sudah di vaksin) setelahnya boleh pulang. Tidak ada paper lagi yang menjadi tanda bahwa sudah di vaksin. Padahal belum sampai sebulan lalu, ade saya vaksin yang kedua dan masih dapat paper yang menyatakan dia sudah di vaksin. Perkembangan yang cukup luar biasa, yakin deh mungkin semua yang baru-baru di vaksin akan mengalami kemajuan yang lebih lagi, apalagi untuk yang di tingkat kota yaa yang emang pastinya udah lebih maju.

Pesan dan kesan, ya jangan takut vaksin bahkan orang yang dulu takus vaksin atau merendahkan vaksin juga pada akhirnya mau ga mau akan tetap mencari dan mau di vaksin baik karena masalah pandeminya atau masalah lainnya karena emang sudah dikesankan ini sebagai pemaksaan secara halus sih. Walau saya tetap percaya bahwa edukasi yang baik akan jauh lebih baik untuk membuat orang sadar tanpa adanya ancaman atau tekanan karena toh sesungguhnya ini baik buat semuanya. Semoga herd immunity bisa segera diperoleh dan Indonesia bisa segera bangkit dan pulih dan pandemi bisa segera berlalu. Amin.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Udah lama banged mengungkapkan dengan yang namanya mimpi. Dulu bangga banged pas nyebut diri sendiri adalah sang pemimpi yang dengan gigih berjuang untuk menggapai mimpinya tapi rasanya udah lama banged hal itu ngga ada. Banyak hari cuma dipenuhi dengan rasa bersalah, rasa sedih dan rasa tidak mampu berjuang dengan hidup sendiri. Berasa dikalahkan oleh yang namanya hidup.

Mungkin judul tulisan ini adalah kata yang sangat tepat untuk hari ini dan hari-hari ke depan. Bukan cuma dikatakan tapi juga untuk diperjuangkan. Semangat sang pemimpi harus dikobarkan kembali. Walau mimpi kali ini adalah sesuatu yang bukan kasat mata (haha), bukan sesuatu yang ada rumusnya dan bisa belajar sama orang lain atau uncle google. Ada yang bilang untuk satu ini dibutuhkan namanya ikhtiar (pinjem ya istilahnya, makasih).

Tapi bukan berarti ngga ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuannya. Emang sih sering banged denger jangan maksain, jangan nuntut kalau emang belum waktunya. Sabar aja nanti juga dikasih, nanti juga dateng sendiri, hmmm ya emang sih tapi waktu adalah sesuatu yang mungkin udah sangat tidak dimiliki saat ini. Bukan, bukan untuk sebuah kemeriahannya tapi untuk harapan dan mimpi yang lain, karena waktu mempengaruhi hal tersebut walau memaaaang tidak pernah ada yang mustahil bagi Sang Pemilik Hidup.

Jujur saja, ini bukan sesuatu yang mudah buat saya. Karena seumur hidup rasanya belum pernah melakukan ini. Dulu memang tidak pernah melakukannya karena ini bukan fokus dalam hidup dan merasa ah nanti juga ada waktunya dan nanti datang sendiri. Sampai di suatu waktu ada orang lain yang memulainya. dan begitu seterusnya dan sampai di suatu masa harus stuck dengan orang yang sama dan waktu yang cukup lama. Oke, kini kondisi berubah. Tidak ada siapapun. Tidak ada yang juga memulai, jadi akulah yang yang melakukannya. Start darimana, entah juga ini, ga tahu darimana (haha) tapi yang butuh dipikirkan dan dikerjakan. Pelan-pelan dan mulai fokus.

Tujuannya adalah untuk memenuhi bumi. Karena memang itulah yang paling diinginkan. Hai Sang Pemilik hidup, berikanlah jalan dan kemudahan bagiku untuk meraih hal ini. Berikanlah petunjuk untuk memulai kembali. Bukan dengan keluhan, bukan dengan kesedihan tapi dengan iman yang teguh bahwa masa depan itu sungguh nyata dan sudah disediakan. Buatlah aku kuat berjalan dan buatlah aku bisa menghadapi segala tantangan yang ada. Amin
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Ternyata baru disadari bahwa orang-orang yang rasanya g berikan banyak hal dalam hidup bahkan hal-hal pertama dalam hidup Cuma menjadikan gue sebagai orang kedua dalam hati mereka, seriusan baru sadar saat ini haha. Lucu dan sedih sih, berasa mentertawakan diri sendiri. Justru orang yang menjadikan gue orang pertama dalam hidupnya malah ga dilihat sampai akhirnya mereka memilih untuk pergi dan mencari orang lain. Hiks.

Mungkin emang gue yang pengecut sejak dulu, pengecut untuk mengakui bahwa gue itu bisa jadi yang Utama. Kya udah berasa cukup aja gitu jadi yang kedua. Bayangin, dia pacar gue tapi dia cerita soal orang lain yang dia kagumi dan banggakan di depan gue dan gue dengan santainya menanggapi dengan senyuman dan berasa senang kalau dia berbinar-binar menceritakannya. Ini gue yang bego apa emang gimana dah haha. Asli ketawa2 sendiri kalau inget itu. Terus gue yang akan dengan setengah mati berusaha untuk mengingatkan dia akan hari-hari penting orang utamanya bahkan mencarikan hadiah dan berusaha membuat dia menjadi orang yang akan membahagiakan dirinya. Wow. Apa sih sebenernya gue ini? Apa sih perannnya? Apa pentingnya ya? Haha Yang paling keren adalah gue bertahan cukup lama untuk hal-hal seperti ini tanpa sadar akan apa yang gue lakukan. Astagaaa…

Sejak gue kecil, kyanya gue emang berjuang keras untuk bisa jadi yang diutamakan oleh orang lain. Baik dirumah maupun di sekolah, ataupun dimanapun. Ada begitu banyak orang yang menempatkan gue pada posisi tertentu dan memaksakan gue untuk merasa nyaman akan keputusannya walau sebenernya gue sanggup untuk bisa lebih dari itu. Bayangkan dalam 1 tahun gue dipaksa bertahan jadi urutan 2 Cuma karena pesaing gue akan stress kalau dia ga dapat rangking 1 (haha), dulu tuh 1 tahun ada 3x dapet raport loh. Jadi gue harus dengan pasrah menelan ludah bahwa gue akan selalu jadi nomor 2. Ngga nyangka siih kya bgini akan berlanjut dalam sisi kehidupan yang lain terutama percintaan.

Tapi ya hidup sudah berjalan, kan waktu emang ngga bisa balik lagi. Udah lewat ya lewat yang bisa dilakukan manusia adalah belajar dari apa yang udah lewat dan berusaha lebih baik dan ngga mengulang kesalahan yang sama. Yuk semangat, buka pikiran bahwa hidup ngga selamanya akan begitu, ada kalanya kita nengok arah yang salah sehingga ngga melihat Pelangi Indah di sisi lain yang justru udah lama nunggu buat dilihat.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Saturday, July 10, 2021 at 3:02 PM | 0 comments
10 Juli 2021, akhirnya gue divaksin. Vaksin dosis pertama dengan menggunakan Sinovac. Klo kata Deva Mahendra, percaya ga percaya, saat ini vaksin adalah salah satu ikhtiar menghadapi pandemi yang melanda. Kalau emang ngga ada kewajiban dari kantor, mungkin banyak orang yang akan berpikiran untuk menunda vaksin ini. Tapi sekarang udah wajib bahkan ada yang kejam dengan mau pecat karyawannya kalau ga vaksin. Ini kan udah jadi gimana yaa orientasinya. Ditambah sekarang kalau mau kemana-mana bahkan di masa PPKM darurat ini, kartu vaksin salah satu yang wajib, jadi kalau ngga ada maka ngga akan boleh, nah nambah lagi dah pengguguran alasan orang buat ngga mau divaksin.

Jujur yaa, sebenernya gue Pribadi juga ngga 100% setuju dengan vaksin jika melihat banyak berita dan juga hasilnya. Masih ada yang terpapar setelah vaksin bahkan ada yang terpapar di saat vaksin, belum lagi yang meninggal Cuma ya sudahlah kita berdoa saja ini merupakan salah satu jalan mencegahan walau emang ngga 100% ampuh ditambah dengan banyaknya merk vaksin dan keampuhannya, ini juga menjadi salah satu hal yang butuh dipikirkan. Kebanyakan mikir terus yaa jadinya haha. Ya tapi emang harusnya begitu kan supaya ngga salah jalan.

Yang menarik untuk mau gue share adalah soal proses yang gue jalani. Jadi awalnya waktu pengumuman pertama-tama soal vaksin dan belum ada kewajiban sana sini, tentu banyak orang yang cuek dan karena masih sedikit, prosesnya masih amat sangat bagus. Nyokap buktinya, datang, register vaksin, sertifikat langsung keluar. Ade-ade gue udah mulai melambat neh. Datang dengan undangan dan di waktu yang sesuai dengan undangan, nyatanya ngga dapat kuota. Jadi ternyata kalian mesti datang pagi banged buat ambil nomor registrasi lagi. Nomor itu yang menentukan jam berapa kalian dapat waktu vaksin. Ade-ade gue akhirnya balik lagi di hari pertama karena dapat nomor ratusan. Ambil nomor resgistrasi juga masih lebih mudah pas mereka, datang, dapet nomor, lihat jam, belum waktunya, balik pulang. Datang di pas waktunya, dipanggil nomornya, dicek, disuntik vaksin terus pulang, sertifikat cukup lama keluar, sms datang di sore hari padahal mereka suntik di pagi hari. Pas udah ke gue, jauh lebih luar biasa donk kk2 prosesnya.

Jadi udah ngga ada undangan lagi. Katanya langsung datang aja, bawa Fotokopi KTP. Tanggal awal 29 Juni, berubah ke 10 Juli. Pas datang ke lokasi, daftar lagi, ambil nomor dulu (untung udah belajar dari pas ade gue), lihat nomor, deket sih 023, mulainya jam 08.00-09.30, pas gue dtg pas jam 07.00. jadi ade gue bilang balik dlu, tar jam 08.00 kita kesini lagi. Jam 08.00 gue dtg, astagaaa, antrian udah mengular. Untung lokasinya di lapangan bola, jadi bisa jauh-jauh dah walau yang antri sih deket-deket jadinya, nah ini yang harus dimaklumi dan disadari bahwa inilah negara kita tercinta Indonesia. Udah ngga tahu proses, yang ada Cuma marah-marah, kenapa antri kenapa begini kenapa bgitu. Pas lagi kisruh sodara-sodara, datanglah 1 orang ibu, belum terlalu tua, atau jangan-jangan umurnya sama kali sama gue haha (hiks), dia mengambil alih lalu bicara dengan sangat tegas. Dia bilang bahwa kuota vaksin hanya 300, datang sesuai dengan nomor antrian, kalau yang bukan no 1-50, segera pulang. Vaksin hanya salah satu jalan pencegahan, bukan berarti ngga akan terpapar, nakes dan petugas puskesmas pun masih banyak yang kena apalagi bapak ibu yang kondisinya begini. Abis dia bilang begitu, bubar cuy. Walau masih ada yang ndablek dan dtg2 ke meja buat nanya-nanya lagi. Sebenernya petugas kelurahan ngga boleh disalahin siih, mereka aparat desa yang pada kenyataannya masih sodara dengan warga atau tetangga atau deketlah, yang susah buat melakukan penolakan dengan tegas. Kalau menurt gue sih emang warganya aja dah yang bandel. Bahkan ada yang comel dengan bilang, dibyaar juga petugas, masa bgtu pelayanannya, terus dibilang milih-milih saat dia ngga kebagian nomor antrian. Asli pengen melakukan sesuatu siih tapi ya gimana donk. Pak RT nya untung nya sangat bijak menanggapi. Ngga lama pasca bubar, mulai lagi cuy kerumunan karena datanglah orang-orang yang ga denger pengumuman tadi dan mulai nanya-nanya lagi ke meja registrasi dan pastinya ngumpul. Susah bener suruh jaga jarak padahal Pak RT udah teriak-teriak. Oh negaraku Indonesia, bagaimana kita mau udahan ini pandemi, hiks.

Gue ga tau mana yang harus diperbaiki dluan. Dlu pas awal dan ngga banyak yang mau, sama sekali ga antri dan cepat prosesnya. Nyokap bahkan bilang, Cuma ada 8 orang di 1 kelurahan kami loh. Waktu itu nyokap vaksin di kecamatan. Sekarang membludak dimana-mana. Tua muda semuanya datang. Dan yakin bgd tujuan mereka Cuma dapat sertifikat. Ga peduli vaksin apa. Ga peduli gimana caranya. Pokoknya dapet tuh sertifikat. Jadi bginilah prosesnya, sedih siih jadinya.

Sampe satu hari setelahnya, gue masih belum dapet sertifikat. Mau cek di website pedulillindungi, mau di apps nya, tak ada pun tuh sertifikat. SMS pun tidak ada. Lelah akika. Cek-cek berita, sekarang bisa 1-2 minggu keluarnya, wow, padahal nyokap tuh ga nyampe 1 jam tuh sms dan sertifikat udah ada. Ini mungkin bisa dimaklumi karena banyak skrng tap ikan proses data pasca di upload harusnya sama, entahlah apa emang servernya yang overload ataaau jangan-jangan ini ada hubungannya sama project gue yang katanya isinya data kominfo yang udah teriak-teriak minta kapasitas sejak tengah Juni lalu (nebak aja siih hehe).

Jadi Vaksin itu gimana, ya begitulah prosesnya. Kalau efeknya, sementara gue Cuma terus menerus merasa dingin dan lemes, tapi suhu masih aman, terus diantara 36,0-36,5 aja Cuma lengan kiri yang bekas vaksin amat sangat terasa pegel. Pake ngetik aja pegel bener ditambah yang bagian bekas suntik sakit beud kalau kesentuh. Sisanya siih aman kalau gue. Padahal temen-temen gue horror bener efeknya. Semoga aman-aman deh sampe 3 hari ke depan, amiin.

All, boleh banged maksa vaksin dan menjadi dipaksa vaksin sekarang tapi please prokes tetep dijalanin yaa. Jangan marah-marah sama petugasnya. Mereka udah amat sangat Lelah terhadap semuanya. Harus urus yang sakit, harus urus vaksin juga. Jadi toleransinya ditinggiin walau emang susah banged yaaak. Semoga yang berkuasa bisa melihat jauh lebih dekat lagi derita kita yaa sebagai rakyat dan bisa bertindak lebih baik lagi wahai para penguasa.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Gue tahu film ini gegara ada poster pengumuman dari email kantor yang bikin acara untuk bahas film ini. Jadi dibaca karena judulnya qo bahas film, film apaan sih ini, katanya sih lagi viral. Ini viral karena pemerannya si Iqbaal “dilan” Ramadhan atau emang karena ceritanya bagus yaa? Nah coba deh ngajak Ginger buat nonton. Kata dia iyyaa katanya bagus. Okelah yuuk nonton, gratisan pula kan ini karena emang premierre di Netflix.

Awalnya si ginger dengan pede nebak akhir ceritanya. Bahwa si Ali akan pergi nyusul mamanya trus ketemu, Bahagia, done. Gue ga complain sih karena kalau emang film Indonesia, lo ga boleh berharap banyak sih sama ceritanya. Jadi gue Cuma bilang yaaa kalau emang ga kreatif neh sutradara atau penulis ceritanya yae mang bakalan bgtu doangan deh ceritanya. Eh ternyata beda looh. Bagus siih ini, untuk film Indonesia yang dibuat di masa pandemi gini. Ini lumayan bagus qo. Dari sisi cerita dan juga pengambilan gambarnya namun emang ada beberapa scene yang kyanya masih kurang pas gtu. Kya kurang penerapannya, kalau mau dibuat sedih ya kurang membuat penonton terharu, nanggung jadinya. Ini adegan saat Ali meluk mamanya di Lorong saat dia bilang Ali juga kan anak mama, mau diakui dan mamanya senyum. Disini harusnya bisa dibuat lebih terharu siih dari sisi si Ali nya.

Jadi ini ceritanya soal anak yang pergi nyusul mamanya ke negeri orang, New York dalam film ini. Mamanya pergi dengan keinginan untuk menggapai mimpi sebagai pianist dan penyanyi, nah ini contoh orang-orang yang mau dan berani mengambil resiko (bukan gue dan ginger bgd yang penuh itungan sono sini hahaha). Cuma sayang dia tergoda dengan kondisi dan memaksakan diri dengan tidak melihat kenyataan bahwa dia sudah meninggalkan harta berharga di negerinya sendiri yaitu anak dan suaminya. Akhirnya sang suami berusaha merelakannya dan membuat anaknya juga melupakan mamanya dengan tidak memberikan informasi sama sekali bahkan tiket yang pernah dibelikan pun ngga digunakan. Dia sudah menyerah pada istrinya sendiri.

Ali, anak yang penasaran dan merasa bahwa mamanya masih menginginkan dia hanya dengan melihat semua surat-suratnya dan terutama tiket yang pernah dikirimkan oleh mamanya. Dengan semua daya upaya dan halangan yang ada dari keluarga besarnya, Ali akhirnya berangkat (salut sama Budenya siih, ini Cut Mini memerankan dengan sangat baik, bisa serius, bisa lucu, bisa bangedlah). Menurut gue peran Cut Mini jauh lebih luar biasa sih dibanding dengan Bayu, tapi Bayu menambah suasana trus ginger bilang curang bgd dia, tetep ikutan ke New York tapi ga ngapa-ngapain, perannnya Cuma sampe di bandara doangan. Hahaha

Balik ke ceritanya, jadi Ali ketemu dengan 4 orang yang punya karakter beda-beda, orang-orang Indonesia yang berjuang di negara orang dengan alasan masing-masing tentunya namun bisa saling menerima dan mendukung satu sama lain. 4 orang inilah yang justru menerima Ali jauh lebih baik dari mamanya sendiri. Kalian akan ketawa sejak dari awal pas tahu siapa 4 orang ini, manteplah ini pemilihannya.

Pesan moral dari film ini adalah kadang kita salah menilai atau menentukan apa yang sesungguhnya bisa membuat kita Bahagia. Kita menilai hanya dari sudut pandang kita sendiri tanpa kadang mau melihat kenyataan di depan mata yang bisa saja justru menunjukkan sebaliknya. Ali membuat kita melihat dalam film pendek yang dia buat bahwa ada jalan lain, ada cara lain untuk Bahagia. Mungkin ga sama dengan bayangan kita, mungkin jauh beda dari impian kita tapi akhirnya semuanya akan ditunjukkan kepada kita dan kita akan mampu melihatnya walau butuh sakit, butuh air mata, butuh penolakan di awalnya.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Ngga kerasa udah masuk bulan kedua. Gimana kondisinya? Buat yang satu itu ya tambah parah siih ditambah udah masuk jadi hitungan juga dan bingung kan kalau ngga dilakukan jadinya. Kadang bener-bener berasa seperti apa yaa seperti orang yang bener-bener ga bener hiks. Niat hati berasa untuk bisa kembali menjadi sesuatu seengganya dalam bagian terbaik yang pernah didapat tapi udah 2x ini semua pembicaraan mentok kepada kondisi yang tidak menyenangkan. Empati itu udah ngga ada. Udah Cuma berasa menjadi problem solving aja. Salah? Ya ngga siih Cuma kan kalau Cuma problem solving mah ada banyak kali yang bisa, kan itu umum tapi kalau soal dia, tentang dia, bersama dia, bukannya harusnya lebih dari itu? Bukannya mau dianggap sebagai lebih dari itu? Emang sih kalau ditanya caranya gimana, yaaaa susah jelasinnya, tapi bukannya yang kya begini itu datangnya dari hati, Namanya juga empati kan pake emosi bukan nunchi yang emang ga dipake emosinya.



Kalau dicoba untuk menilik lebih jauh, mungkin emang ada sisi sensi dalam hal ini tapi rasa-rasanya udah jauh bgd membuang rasa itu atau emang kalau soal itu sensinya lebih gede? Entahlah. Cuma berasanya gimana yaaaa udah ngga ada orang lain yang bisa diajak ngomong trus yang bisa diajak ngomong malah Cuma menyakitkan, lebih kea rah menyakitkan dibanding menyenangkan. Ditambah semuanya skrng dihitung dengan angka. Kalau ada kegiatan lain selain angka malah jadi masalah. Kalau ngga bisa memenuhi angka juga menjadi masalah. Apalah aku ini skrng yaa? Cuma angka juga? Haha. Makin banyak donk yang menganggap aku bgtu. Penghasil angka dan pemberi angka. Aiih sedih amat yaaak

Minta maaf buat tidak bisa menjadi orang yang menyenangkan kali yaa, menyenangkan saat dibutuhkan dan menyenangkan saat memang bisa. Bukan sebaliknya. Udah kya New York donk, one-way aja. Padahal kan relationship itu two-way dan harusnya menjadi symbiosis mutualisme tapi berasa semakin menjadi symbiosis parasitisme aja haha. Amit-amit semoga Cuma sekedar pikiran aja. Kyanya emang akan jauh lebih baik ngga mencoba meninggikan ekspektasi. Merendahkan target, jauhkan diri dari kata sempurna, bahkan untuk normal aja juga jangan terlalu diagungkan. Jalannya ngga begitu, jalannya ngga kesitu. Semoga bisa kuat, semoga bisa punya tenaga lebih buat itu. Ciayooo
Read More..
Dari dulu mendambakan kondisi ini, skrng? Harusnya sih iya yaa udah didapati tapi nyatanya ngga sepenuhnya seperti itu. Kondisi tidak mendorong ke arah sana. Ada yang berubah, ada yang harus diubah. Lebih baik? Ngga tahu. Semua baru berjalan sekitar 2 minggu tapi jeleknya udah kelihatan sih. Komitmen awal yang terbentuk malah mulai runtuh dan jadi gampang banged buat diruntuhkan. Salah dia? Ngga. Ngga sama sekali harusnya. Salah siapa? Diri sendiri. Haha pastinya ngga mau disalahin kan yaa. Tapi kayanya emang lebih berat ke diri sendiri. Semuanya harus bisa diputuskan dengan tegas tapi ada terlalu banyak kata tapi disana. Tapi begini tapi begitu nanti begini nanti begitu. Ada terlalu banyak pertimbangan. Mau mundur? Kyanya ngga bisa deh. Jalan satu-satunya adalah dibicarakan dan diperbaiki.
Belum tahu mau nulis apalagi
Read More..
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates