Tiba lagi di bulan September.
Bulan dengan penuh perayaaan. Mulai dari besar sekali saat merayakan wkatu tiba di dunia sampai kepada hari-hari besar yang sangat berpengaruh terhadap hidup di masa depan.
Mengucap syukur untuk semua berkat yang diberikan oleh The Big Guy. Terima kasih tar terhingga untuk segala hal yang ada. Bagian yang mungkin menjadi sedikit mulai sulit dilakukan mengingat akan tekanan yang semakin menghimpit. Tapi dengan semua hal yang ada seharusnya rasa syukur tidak boleh kalah dari semuanya, justru harus semakin berkembang dan tumbuh hebat.
Seikit berbagi moment kebahagiaan yang diciptakan oleh orang sekitar yang cukup menambahkan rasa syukur, sayang ngga ada foto bareng gegara ada tragedi abang gojek, nantilah cerita di tempat lain yaaa.





Panjang Umur, Sehat Selalu, lebih dewasa lagi, lebih bisa membahagiakan orang sekitar, lebih tahu lagi kehendak Tuhan, lebih mengerti maunya Tuhan, lebih bersyukur, lebih percaya lagi pada kehendak dan rencanaNya. Amin
Read More..
Posted by Fronita Labels: , ,
Sunday, August 29, 2021 at 2:04 PM | 0 comments


Hal yang paling mudah dilakukan adalah menyalahkan. Sejak kejadian adam dan hawa, dosa saling menyalahkan ini sudah ada. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan Ular dan orang berbalik menyalahkan Hawa. Muter aja, sama kya banyak kejadian yang dialami orang-orang termasuk diri sendiri kalau lagi kena masalah.

Hari ini harusnya rasa Bahagia jauh lebih tinggi dibanding rasa sedih. Apa yang didoakan selama ini udah terkabul dan sisanya tinggal melanjutkan doa tersebut untuk terus berkembang pada tahap berikutnya. Senang sekali melihat mama tersenyum sangat lebar dan langsung mengucap Syukur atas kabar hari ini. Rasanya ingin sekali melihat mama memiliki reaksi yang sama tapi kabarnya dari aku. Berasanya sampai hari ini belum pernah bisa memberikan itu. Hal yang paling dia harapkan belum bisa aku wujudkan. Hiks.

Paling gampang adalah sedih, meratapi, menyalahkan dan seterusnya atas kondisi saat ini. Tapi makin kesini makin mikir, buat apa? Toh ngga ada faedahnya juga. Yang ada Cuma malah menimbulkan masalah yang lain yang (entah) seharusnya sudah tidak butuh diungkapkan lagi. Semua berpendapat sama, USAHA. Iya itu memang sedang dilakukan walau terus terang buat bangun lagi aja setengah mati karena merasa udah sangat terpuruk, udah berasa semuanya lewat dan udah sulit banged buat ngebangun kepercayaan diri buat mulai lagi. Tentunya (rasanya) ngga ada yang paham bagian ini bahkan orang terdekat sekalipun dengan mudahnya hanya menanyakan mana s-curve tanpa tahu bagaimana timeline-nya terbentuk. Padahal di sisi lain, aku mengalami krisis yang sulit aku atasi sendiri. Makin lama makin menggila, rasanya benar-benar sangat sulit mengatasinya. Astagaa apa yang udah terjadi sesungguhnya? Sampai-sampai aku merendahkan diri untuk mendapatkannya, sangat amat luar biasa sih untuk seseorang yang selama ini hitung-hitungan soal krisis itu.

Berharap orang lain mengerti adalah sesuatu yang amat sangat sulit apalagi belakangan ini. Pandemic membuat banyak orang menjadi tidak santai. Ingin cepat dan tidak sabar dalam sebuah proses. Tidak mudah lagi bertoleransi atas apapun (rasanya) lebih cenderung meminta kebutuhannya terpenuhi tanpa lagi memperhatikan bagaimana sekitarnya sedang bergerak untuk memproses semua yang dibutuhkan itu.

Semua orang bisa berkata A, B, C bahkan sampai Z tentang yang mereka lihat. Padahal itu hanya titik kecil dari lembaran kertas yang besar. Sulit sekali menjawab dan menjelaskan. Rasanya memang tidak perlu lagi sih. Yang dibutuhkan adalah untuk memberikan bukti bukan penjelasan lagi. Semoga ada acara untuk bisa membuat mereka melihat sisi lain selain titik kecil yang selama ini mereka fokuskan. Semua bermula dengan seandainyaaa.

Di sisi lain, sebuah USAHA tetap harus dijalankan. Lihat sekitar, lihat semua sisi, lihat semua bagian.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Banyak kali kita mengamini dan mengimani kalimat di atas dan merasa bahwa semua kelakuan buruk yang terjadi adalah karena salah berteman. Belakangan gue merasa bahwa factor paling besar yang mempengaruhi bagaimana kita hidup dan bersikap adalah diri kita sendiri. Musuh terbesar yang harus ditaklukan sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Semua hal ngga akan terjadi selama kita bisa menjada hati, pikiran dan Tindakan kita sendiri. Kan kita bukan robot yang bisa digerakkan oleh orang lain. Bahkan budak sekalipun kan sesungguhnya dia masih berkuasa atas anggota tubuhnya untuk bisa melawan walau mungkin resikonya akan jauh lebih besar dibanding dia mau ikut nurut aja apa kata tuannya.

Anggota tubuh juga demikian, kan ga bisa gerak sendiri kalau ga dikontrol sama yang Namanya saraf-saraf di otak. Hati dan perasaan yang suka bergejolak ditambah dengan keinginan yang sudah melampaui batas sesungguhnya masih bisa dikontrol oleh otak. Tapi kadang memang lebih mudah untuk mengatakan gara-gara dia, gara-gara ini, gara-gara itu maka jadinya gue begini dan begitu padahal dalam setiap hal selalu akan ada pilihan, selalu akan ada jalan untuk memilih mau melakukan apa dan mau melihat hasil yang seperti apa. Kita, manusia adalah makhluk istimewa ciptaan Tuhan yang bisa berpikir, punya akal budi dan dikasih kebebasan. Tuhan ga pernah maksain kita harus apa dan gimana, Dia itu mengarahkan tapi pilihan tetap di tangan kita.

Acapkali penyelesan kan datang belakangan, ya iyalaah kalau duluan Namanya DP hehe, jadi udah kejadian baru deh yaaaa kenapa ya tadi gue begitu andai aja bisa milih yang lain. Yaaa kenapa tadi malah bertindak begitu, andai aja bisa nahan diri buat ngga melakukan itu maka ngga akan ada penyesalan. Pernah sekali gue denger khotbah bahwa memang selama masih di dunia kita akan selalu jatuh bangun, yang penting kalau jatuh jangan lupa bangun, jangan malah menikmati kejatuhan dan merasa ya emang gue mah begini, ya emang udah nasib. BIG NO. Semua orang bisa bangun, semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa terus melangkah. Kembali kepada yang Namanya pilihan.

Hari ini jatuh lagi, hari ini kalah lagi. Yuk bangkit dan berjuang lagi, arahkan diri lebih baik agar besok bisa menang dan bisa lebih baik lagi. Amin.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya! (Kidung Agung 2:7, Kidung Agung 3:5)

Pernah saya coba melakukan konsultasi pada orang (entah sih ini orang yang benar atau bukan tapi karena adanya cuma dia ya udahlah ya gpp hehe) apakah salah dengan apa yang dirasakan saat ini? Menurut dia sih hal tersebut adalah hal yang wajar dan normal karena selain memang sudah waktunya (dilihat dari sisi usia) tapi juga memang sudah waktunya mengingat panjangnya sejarah percintaan yang sudah cukup lama tertunda (aiih bahasanya haha). Cuma makin lama makin merasa kadang bersalah ketika memang menginginkannya atau mungkin ada dalam kondisi terlalu menginginkannya. Memang sih masih dalam kondisi yang wajar bukan seperti orang sakau (pinjem istilahnya ya) yang akan melakukan apapun untuk memenuhinya.

Dengan kondisi seperti ini makanya kadang merasa amat sangat kesel dengan orang-orang yang sudah mendapatkannya tapi tetap merasa tidak cukup dan mencari kesenangan dengan selingkuh, meilirik yang lain atau justru tidak membahagiakan pasangan yang sudah dimilikinya. Omong kosong kalau bilang yaa udah bedalah, ya udah ga cintalah, ya udah ginilah, ya udah gitulah. Ya nggalah! Coba ingat dan coba kembali ke masa saat dulu pertama kali ketemu, pertama kali memandang dia sebagai satu-satunya orang yang diliat dan akhirnya mau diajak untuk menjalin hubungan bersama (entah masih dalam lingkup pacaran atau udah menikah yaa, itu ngga ada bedanya sih karena sesungguhnya keduanya sudah sama-sama menyatakan komitmen untuk bersama hanya masalah tingkatannya aja, kalau versinya saya sih begitu ya, menikah jauh lebih tinggi tingkatannya karena ada terlalu banyak hal yang akan mempengaruhi dan dipengaruhi olehnya tetapi jangan juga remehkan pacaran yaa). Kenapa ga bisa mencoba untuk melihat dan kembali ke masa itu. Kalau kata Noah dalam lagu kupeluk hatimu
Kembalilah ke masa itu
Ketika pertama bertemu
Di mana cinta hentikan waktu
Dan kau peluk hatiku

Emang sih saya oribadi saat ini belum memiliki pasangan tetapi rasanya terlihat begitu banyak hal yang akan bisa mudah dilakukan dengan semua yang memang sudah sangat sulit dibendung lagi saat ini. Semoga di saat waktunya tiba memang sudah bisa melakukannya. Semoga juga Tuhan sudah mengizinkannya untuk itu. Karena kalau emang sampai hari ini belum ada berarti memang BELUM waktunya. Entah karena diri sendiri yang memang dianggap BELUM pantas atau memang si pasangannya yang memang BELUM selesai mempersiapkan dirinya. IMAN dalam hal ini berperan sangat tinggi untuk bukan cuma PERCAYA tapi juga MEMPERCAYAKAN semua hal pada Sang Pemilik Hidup karena Dia sendiri sudah berjanji dalam Pengkhotbah 3:11a Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya. Lihat dan perhatikan waktu -NYA bukan waktu-KU atau waktu-MU yang mana kapan-nya tentunya suka-suka DIA yang memiliki langit dan bumi ini.

Sabarlah hai diri dan jiwaku dalam penantian. Pikirkan hal yang bisa dilakukan di masa penantian ini bukan dengan memaksakan atau menarik waktu tersebut buat datang lebih cepat dari waktu-NYA.

Yang kuat yaaa, Fro! Haha
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Buat yang belum di vaksinasi dan kesulitan dapat tempat terutama untuk yang di sekitar Jakarta Barat,
Boleh mampir sini yaa, gratis pastinya.

Waktunya di Rabu, 25 Agustus 2021 (pas banged hari gajian yaa haha). Vaksin yang digunakan itu Sinovac yaa. Yuk sukseskan progrma vaksinasi pemerintah. Semoga bisa segera tercapai Herd Immunity kitaa yaaa jadi udah berasa lebih aman untuk beraktivitas kembali. AMiin
semoga bisa berjalan lancar proses acaranya dan bisa memberkati banyak orang
Tuhan memberkati semuanya yang ikut terlibat, Amin Indonesia maju Indonesia tangguh Nama Tuhan dimuliakan, Amin
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Mungkin kalau membaca ayat berikut, pastinya semua udah pada hafal dengan benar dan paham dengan baik

2 Korintus 6:14: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Saya mau cerita tentang apa yang dialami terkait dengan hal di atas. Saya pernah menghadapi pilihan untuk berpasangan dengan yang dikatakan seimbang menurut ayat di atas yaitu pengertiannya adalah seiman atau seagama dengan yang tidak. Pasti semua akan menjawab ya pilih yang seimbang donk. Iya saya juga melakukan hal itu namun ekspektasi atas seimbang yang diharapkan sangatlah jauh dari kenyataannya. Si seimbang dengan mudahnya menyatakan cinta kepada dua wanita lainnya (setidaknya itu yang saya ketahui, jadi berpikir entah berapa banyak lagi yang saya tidak ketahui) tidak lama setelah kami resmi menjadi pacar. Tindakan dia berbeda sangat jauh dengan si tidka seimbang dimana dia tetap baik, peduli dan menanti saat dimana dia bisa menjadi pasangan saya walau dia tahu saya sudah punya pacar. Bahkan pernah beberapa kali dia berkata bahwa dia berani berpindah agama demi bisa bersama dengan saya. Pada saat itu saya berpikir bahwa iman bukanlah hal yang mudah diganti-ganti jadi saya bilang ke dia kalau kamu mau pindah agama pastikan itu karena kamu percaya sungguh-sungguh bukan karena saya.

Waktu berlalu, saya pun putus hubungan dengan si seimbang dan tidak juga menjalin hubungan denagn si tidak seimbang. Sampai suatu saat saya kembali bertemu dengan si tidak seimbang lainnya. Kali ini dengan berdasarkan pengalaman sebelumnya, saya mencoba untuk melakukan kompromi dan menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan dia. Saya pikir tidak akan berlangsung lama dan saya pikir saya bisa mengatasi banyak hal termasuk banyak kompromi-kompromi lainnya yang tentu akan muncul seiring jalannya waktu. Ternyata saya salah besar. Satu kali saya mulai membuka diri dengan kompromi, maka menutupnya sulit sekali. Saya terjebak dalam hubungan tidak seimbang ini untuk kurun waktu yang sangat lama, bukan lagi tahunan tapi belasan tahun tanpa arah tujuan yang jelas.

Kini akhirnya memang saya sudah bisa melepaskan diri dari hubungan itu namun belum ada dalam hubungan yang benar dalam artian mendapatkan pasangan yang seimbang. Saya kecewa dan sedih dengan kondisi dan diri saya sendiri bahwa dengan satu kali kompromi, saya sudah membuang banyak sekali waktu yang seharusnya bisa jauh lebih bermanfaat dalam hidup. Kini saya merasa bahwa iman saya harus berdiri jauh lebih teguh. Bahwa inilah saat iman itu diuji kekuatannya untuk sejauh mana bertahan dan bisa menunggu sampai saatnya Tuhan bertindak dan pastinya itu tepat waktu. Waktunya Dia tentunya bukan waktu saya karena waktu yang saya inginkan sudah terlewat cukup jauh.

Mungkin kadang kita menjadi mulai berkompromi karena kebutuhan atau keinginan semata. Ingin menjadi atau terlihat seperti orang lain atau kadang merasa mampu bertahan dan menceburkan diri dalam kompromi yang jelas-jelas dilarang. Bertahan dan menunggu memang sangat tidak nyaman, tapi mungkin itulah yang Tuhan mau agar kita bisa makin mendekatkan diri padaNya. Bahkan seharusnya kita tidak boleh menuntut keinginan dipenuhi karena sesungguhnya apa yang kita harus miliki adalah apa yang dibutuhkan bukan diingini. Jika sudah sampai dalam tahap itu, percayalah pasti dipenuhi karena Dia sudah berjanji dalam Filipi 4:19: Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
07 Agustus 2021 kemarin jadwal vaksin dosis kedua. Kalau sebelumnya bicara sol prosedur dan kondisi, kali ini juga sih. Kalau kemarin di lapangan bola, sekarang di GOR Kelurahan. Sama luasnya cuma karena ada beberapa Gedung seperti kantor kelurahan, GOR dan Posyandu terasa agak kecil ditambah tempar parkir yang dijadikan tempat antri jadi parkirnya tambah sembarangan dan tentunya cukup menimbulkan kepadatan. Untungnya kan lagi PPKM jadi ngga banyak kendaraan lalu lalang kya biasanya, kalau iya bisa antri panjang kali yaa karena jalanannya pas bgd buat 2 lajur bolak balik jadi kalau ada motor parkir aja di pinggir udah harus gantian jalannya.

Pengaturannya udah jauh lebih baik dari sebelumnya. Masalah ambil nomor masih ada sih, ini sebenernya kalau diperhatikan cuma inisiatif dari petugas yang ada aja karena emang kalau boleh diakui wilayah tempat tinggal saya belum maju banged-banged bahkan mungkin masih kalangan mid to low jadi emang edukasi dan pemberitahuan yang jelas sejelas-jelasnya amat sangat dibutuhkan. Nomor antrian adalah sesuatu yang amat mudah dipahami jadi wajar kalau ini digunakan ini. Prosedurnya tidak jauh berbeda, masih pakai fotokopi KTP (untuk vaksin pertama) dan surat keterangan sudah vaksin bagi yang mau vaksin kedua. Tambahan kali ini yang cukup keren, mengikuti perkembangan yang ada yaitu perihal tiket vaksin. Sayang banged karena emang edukasi dari pusat pun kurang maka masyarakat ngga banyak yang tahu soal ini, tiket ada di aplikasi peduli lindungi yang tentunya belum dipahami oleh semua orang. Inisiatif baiknya adalah para petugas meminta ada pendaftaran 1 hari sebelumnya buat mereka checking sendiri jadi mereka bisa print untuk masyarakat yang ngga punya atau belum punya atau bahkan belum paham soal aplikasi peduli lindungi ini. Jadi yang datang dengan fotokopi KTP bisa dicocokkan dengan tiket yang sudah diprintkan oleh petugas yang tentunya ada QR code dan keterangan lainnya.

Jika semua ada dan paham sesungguhnya proses sangat lancar. Pasca data dicocokkan dengan yang sudah diprint atau sekedar menunjukkan tiket yang ada di aplikasi maka bisa langsung ke proses selanjutnya yaitu ANTRI hehe. Yupz tetep antri untuk dipanggil ke dalam ruangan tempat vaksin dijalankan. Buat saya, untuk ukuran lingkungan kelurahan dengan semua hal cukup terbatas, tidalah terlalu butuh waktu lama untuk menunggu. Tidak sampai 1 jam sudah dipanggil dan sudah bisa skrining, pasca itu langsung joss bisa disuntik.

Nah kalau dulu disuruh antri lagi untuk nunggu print out jadwal vaksin kedua, saat ini cuma disuruh tunggu untuk dimasukan datanya ke aplikasi (kyanya sih apps khusus petugas untuk sinkronisasi data dengan DB pusat sehingga ter-update bahwa pemiliki No KTP tersebut sudah di vaksin) setelahnya boleh pulang. Tidak ada paper lagi yang menjadi tanda bahwa sudah di vaksin. Padahal belum sampai sebulan lalu, ade saya vaksin yang kedua dan masih dapat paper yang menyatakan dia sudah di vaksin. Perkembangan yang cukup luar biasa, yakin deh mungkin semua yang baru-baru di vaksin akan mengalami kemajuan yang lebih lagi, apalagi untuk yang di tingkat kota yaa yang emang pastinya udah lebih maju.

Pesan dan kesan, ya jangan takut vaksin bahkan orang yang dulu takus vaksin atau merendahkan vaksin juga pada akhirnya mau ga mau akan tetap mencari dan mau di vaksin baik karena masalah pandeminya atau masalah lainnya karena emang sudah dikesankan ini sebagai pemaksaan secara halus sih. Walau saya tetap percaya bahwa edukasi yang baik akan jauh lebih baik untuk membuat orang sadar tanpa adanya ancaman atau tekanan karena toh sesungguhnya ini baik buat semuanya. Semoga herd immunity bisa segera diperoleh dan Indonesia bisa segera bangkit dan pulih dan pandemi bisa segera berlalu. Amin.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Udah lama banged mengungkapkan dengan yang namanya mimpi. Dulu bangga banged pas nyebut diri sendiri adalah sang pemimpi yang dengan gigih berjuang untuk menggapai mimpinya tapi rasanya udah lama banged hal itu ngga ada. Banyak hari cuma dipenuhi dengan rasa bersalah, rasa sedih dan rasa tidak mampu berjuang dengan hidup sendiri. Berasa dikalahkan oleh yang namanya hidup.

Mungkin judul tulisan ini adalah kata yang sangat tepat untuk hari ini dan hari-hari ke depan. Bukan cuma dikatakan tapi juga untuk diperjuangkan. Semangat sang pemimpi harus dikobarkan kembali. Walau mimpi kali ini adalah sesuatu yang bukan kasat mata (haha), bukan sesuatu yang ada rumusnya dan bisa belajar sama orang lain atau uncle google. Ada yang bilang untuk satu ini dibutuhkan namanya ikhtiar (pinjem ya istilahnya, makasih).

Tapi bukan berarti ngga ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuannya. Emang sih sering banged denger jangan maksain, jangan nuntut kalau emang belum waktunya. Sabar aja nanti juga dikasih, nanti juga dateng sendiri, hmmm ya emang sih tapi waktu adalah sesuatu yang mungkin udah sangat tidak dimiliki saat ini. Bukan, bukan untuk sebuah kemeriahannya tapi untuk harapan dan mimpi yang lain, karena waktu mempengaruhi hal tersebut walau memaaaang tidak pernah ada yang mustahil bagi Sang Pemilik Hidup.

Jujur saja, ini bukan sesuatu yang mudah buat saya. Karena seumur hidup rasanya belum pernah melakukan ini. Dulu memang tidak pernah melakukannya karena ini bukan fokus dalam hidup dan merasa ah nanti juga ada waktunya dan nanti datang sendiri. Sampai di suatu waktu ada orang lain yang memulainya. dan begitu seterusnya dan sampai di suatu masa harus stuck dengan orang yang sama dan waktu yang cukup lama. Oke, kini kondisi berubah. Tidak ada siapapun. Tidak ada yang juga memulai, jadi akulah yang yang melakukannya. Start darimana, entah juga ini, ga tahu darimana (haha) tapi yang butuh dipikirkan dan dikerjakan. Pelan-pelan dan mulai fokus.

Tujuannya adalah untuk memenuhi bumi. Karena memang itulah yang paling diinginkan. Hai Sang Pemilik hidup, berikanlah jalan dan kemudahan bagiku untuk meraih hal ini. Berikanlah petunjuk untuk memulai kembali. Bukan dengan keluhan, bukan dengan kesedihan tapi dengan iman yang teguh bahwa masa depan itu sungguh nyata dan sudah disediakan. Buatlah aku kuat berjalan dan buatlah aku bisa menghadapi segala tantangan yang ada. Amin
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Ternyata baru disadari bahwa orang-orang yang rasanya g berikan banyak hal dalam hidup bahkan hal-hal pertama dalam hidup Cuma menjadikan gue sebagai orang kedua dalam hati mereka, seriusan baru sadar saat ini haha. Lucu dan sedih sih, berasa mentertawakan diri sendiri. Justru orang yang menjadikan gue orang pertama dalam hidupnya malah ga dilihat sampai akhirnya mereka memilih untuk pergi dan mencari orang lain. Hiks.

Mungkin emang gue yang pengecut sejak dulu, pengecut untuk mengakui bahwa gue itu bisa jadi yang Utama. Kya udah berasa cukup aja gitu jadi yang kedua. Bayangin, dia pacar gue tapi dia cerita soal orang lain yang dia kagumi dan banggakan di depan gue dan gue dengan santainya menanggapi dengan senyuman dan berasa senang kalau dia berbinar-binar menceritakannya. Ini gue yang bego apa emang gimana dah haha. Asli ketawa2 sendiri kalau inget itu. Terus gue yang akan dengan setengah mati berusaha untuk mengingatkan dia akan hari-hari penting orang utamanya bahkan mencarikan hadiah dan berusaha membuat dia menjadi orang yang akan membahagiakan dirinya. Wow. Apa sih sebenernya gue ini? Apa sih perannnya? Apa pentingnya ya? Haha Yang paling keren adalah gue bertahan cukup lama untuk hal-hal seperti ini tanpa sadar akan apa yang gue lakukan. Astagaaa…

Sejak gue kecil, kyanya gue emang berjuang keras untuk bisa jadi yang diutamakan oleh orang lain. Baik dirumah maupun di sekolah, ataupun dimanapun. Ada begitu banyak orang yang menempatkan gue pada posisi tertentu dan memaksakan gue untuk merasa nyaman akan keputusannya walau sebenernya gue sanggup untuk bisa lebih dari itu. Bayangkan dalam 1 tahun gue dipaksa bertahan jadi urutan 2 Cuma karena pesaing gue akan stress kalau dia ga dapat rangking 1 (haha), dulu tuh 1 tahun ada 3x dapet raport loh. Jadi gue harus dengan pasrah menelan ludah bahwa gue akan selalu jadi nomor 2. Ngga nyangka siih kya bgini akan berlanjut dalam sisi kehidupan yang lain terutama percintaan.

Tapi ya hidup sudah berjalan, kan waktu emang ngga bisa balik lagi. Udah lewat ya lewat yang bisa dilakukan manusia adalah belajar dari apa yang udah lewat dan berusaha lebih baik dan ngga mengulang kesalahan yang sama. Yuk semangat, buka pikiran bahwa hidup ngga selamanya akan begitu, ada kalanya kita nengok arah yang salah sehingga ngga melihat Pelangi Indah di sisi lain yang justru udah lama nunggu buat dilihat.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Saturday, July 10, 2021 at 3:02 PM | 0 comments
10 Juli 2021, akhirnya gue divaksin. Vaksin dosis pertama dengan menggunakan Sinovac. Klo kata Deva Mahendra, percaya ga percaya, saat ini vaksin adalah salah satu ikhtiar menghadapi pandemi yang melanda. Kalau emang ngga ada kewajiban dari kantor, mungkin banyak orang yang akan berpikiran untuk menunda vaksin ini. Tapi sekarang udah wajib bahkan ada yang kejam dengan mau pecat karyawannya kalau ga vaksin. Ini kan udah jadi gimana yaa orientasinya. Ditambah sekarang kalau mau kemana-mana bahkan di masa PPKM darurat ini, kartu vaksin salah satu yang wajib, jadi kalau ngga ada maka ngga akan boleh, nah nambah lagi dah pengguguran alasan orang buat ngga mau divaksin.

Jujur yaa, sebenernya gue Pribadi juga ngga 100% setuju dengan vaksin jika melihat banyak berita dan juga hasilnya. Masih ada yang terpapar setelah vaksin bahkan ada yang terpapar di saat vaksin, belum lagi yang meninggal Cuma ya sudahlah kita berdoa saja ini merupakan salah satu jalan mencegahan walau emang ngga 100% ampuh ditambah dengan banyaknya merk vaksin dan keampuhannya, ini juga menjadi salah satu hal yang butuh dipikirkan. Kebanyakan mikir terus yaa jadinya haha. Ya tapi emang harusnya begitu kan supaya ngga salah jalan.

Yang menarik untuk mau gue share adalah soal proses yang gue jalani. Jadi awalnya waktu pengumuman pertama-tama soal vaksin dan belum ada kewajiban sana sini, tentu banyak orang yang cuek dan karena masih sedikit, prosesnya masih amat sangat bagus. Nyokap buktinya, datang, register vaksin, sertifikat langsung keluar. Ade-ade gue udah mulai melambat neh. Datang dengan undangan dan di waktu yang sesuai dengan undangan, nyatanya ngga dapat kuota. Jadi ternyata kalian mesti datang pagi banged buat ambil nomor registrasi lagi. Nomor itu yang menentukan jam berapa kalian dapat waktu vaksin. Ade-ade gue akhirnya balik lagi di hari pertama karena dapat nomor ratusan. Ambil nomor resgistrasi juga masih lebih mudah pas mereka, datang, dapet nomor, lihat jam, belum waktunya, balik pulang. Datang di pas waktunya, dipanggil nomornya, dicek, disuntik vaksin terus pulang, sertifikat cukup lama keluar, sms datang di sore hari padahal mereka suntik di pagi hari. Pas udah ke gue, jauh lebih luar biasa donk kk2 prosesnya.

Jadi udah ngga ada undangan lagi. Katanya langsung datang aja, bawa Fotokopi KTP. Tanggal awal 29 Juni, berubah ke 10 Juli. Pas datang ke lokasi, daftar lagi, ambil nomor dulu (untung udah belajar dari pas ade gue), lihat nomor, deket sih 023, mulainya jam 08.00-09.30, pas gue dtg pas jam 07.00. jadi ade gue bilang balik dlu, tar jam 08.00 kita kesini lagi. Jam 08.00 gue dtg, astagaaa, antrian udah mengular. Untung lokasinya di lapangan bola, jadi bisa jauh-jauh dah walau yang antri sih deket-deket jadinya, nah ini yang harus dimaklumi dan disadari bahwa inilah negara kita tercinta Indonesia. Udah ngga tahu proses, yang ada Cuma marah-marah, kenapa antri kenapa begini kenapa bgitu. Pas lagi kisruh sodara-sodara, datanglah 1 orang ibu, belum terlalu tua, atau jangan-jangan umurnya sama kali sama gue haha (hiks), dia mengambil alih lalu bicara dengan sangat tegas. Dia bilang bahwa kuota vaksin hanya 300, datang sesuai dengan nomor antrian, kalau yang bukan no 1-50, segera pulang. Vaksin hanya salah satu jalan pencegahan, bukan berarti ngga akan terpapar, nakes dan petugas puskesmas pun masih banyak yang kena apalagi bapak ibu yang kondisinya begini. Abis dia bilang begitu, bubar cuy. Walau masih ada yang ndablek dan dtg2 ke meja buat nanya-nanya lagi. Sebenernya petugas kelurahan ngga boleh disalahin siih, mereka aparat desa yang pada kenyataannya masih sodara dengan warga atau tetangga atau deketlah, yang susah buat melakukan penolakan dengan tegas. Kalau menurt gue sih emang warganya aja dah yang bandel. Bahkan ada yang comel dengan bilang, dibyaar juga petugas, masa bgtu pelayanannya, terus dibilang milih-milih saat dia ngga kebagian nomor antrian. Asli pengen melakukan sesuatu siih tapi ya gimana donk. Pak RT nya untung nya sangat bijak menanggapi. Ngga lama pasca bubar, mulai lagi cuy kerumunan karena datanglah orang-orang yang ga denger pengumuman tadi dan mulai nanya-nanya lagi ke meja registrasi dan pastinya ngumpul. Susah bener suruh jaga jarak padahal Pak RT udah teriak-teriak. Oh negaraku Indonesia, bagaimana kita mau udahan ini pandemi, hiks.

Gue ga tau mana yang harus diperbaiki dluan. Dlu pas awal dan ngga banyak yang mau, sama sekali ga antri dan cepat prosesnya. Nyokap bahkan bilang, Cuma ada 8 orang di 1 kelurahan kami loh. Waktu itu nyokap vaksin di kecamatan. Sekarang membludak dimana-mana. Tua muda semuanya datang. Dan yakin bgd tujuan mereka Cuma dapat sertifikat. Ga peduli vaksin apa. Ga peduli gimana caranya. Pokoknya dapet tuh sertifikat. Jadi bginilah prosesnya, sedih siih jadinya.

Sampe satu hari setelahnya, gue masih belum dapet sertifikat. Mau cek di website pedulillindungi, mau di apps nya, tak ada pun tuh sertifikat. SMS pun tidak ada. Lelah akika. Cek-cek berita, sekarang bisa 1-2 minggu keluarnya, wow, padahal nyokap tuh ga nyampe 1 jam tuh sms dan sertifikat udah ada. Ini mungkin bisa dimaklumi karena banyak skrng tap ikan proses data pasca di upload harusnya sama, entahlah apa emang servernya yang overload ataaau jangan-jangan ini ada hubungannya sama project gue yang katanya isinya data kominfo yang udah teriak-teriak minta kapasitas sejak tengah Juni lalu (nebak aja siih hehe).

Jadi Vaksin itu gimana, ya begitulah prosesnya. Kalau efeknya, sementara gue Cuma terus menerus merasa dingin dan lemes, tapi suhu masih aman, terus diantara 36,0-36,5 aja Cuma lengan kiri yang bekas vaksin amat sangat terasa pegel. Pake ngetik aja pegel bener ditambah yang bagian bekas suntik sakit beud kalau kesentuh. Sisanya siih aman kalau gue. Padahal temen-temen gue horror bener efeknya. Semoga aman-aman deh sampe 3 hari ke depan, amiin.

All, boleh banged maksa vaksin dan menjadi dipaksa vaksin sekarang tapi please prokes tetep dijalanin yaa. Jangan marah-marah sama petugasnya. Mereka udah amat sangat Lelah terhadap semuanya. Harus urus yang sakit, harus urus vaksin juga. Jadi toleransinya ditinggiin walau emang susah banged yaaak. Semoga yang berkuasa bisa melihat jauh lebih dekat lagi derita kita yaa sebagai rakyat dan bisa bertindak lebih baik lagi wahai para penguasa.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Gue tahu film ini gegara ada poster pengumuman dari email kantor yang bikin acara untuk bahas film ini. Jadi dibaca karena judulnya qo bahas film, film apaan sih ini, katanya sih lagi viral. Ini viral karena pemerannya si Iqbaal “dilan” Ramadhan atau emang karena ceritanya bagus yaa? Nah coba deh ngajak Ginger buat nonton. Kata dia iyyaa katanya bagus. Okelah yuuk nonton, gratisan pula kan ini karena emang premierre di Netflix.

Awalnya si ginger dengan pede nebak akhir ceritanya. Bahwa si Ali akan pergi nyusul mamanya trus ketemu, Bahagia, done. Gue ga complain sih karena kalau emang film Indonesia, lo ga boleh berharap banyak sih sama ceritanya. Jadi gue Cuma bilang yaaa kalau emang ga kreatif neh sutradara atau penulis ceritanya yae mang bakalan bgtu doangan deh ceritanya. Eh ternyata beda looh. Bagus siih ini, untuk film Indonesia yang dibuat di masa pandemi gini. Ini lumayan bagus qo. Dari sisi cerita dan juga pengambilan gambarnya namun emang ada beberapa scene yang kyanya masih kurang pas gtu. Kya kurang penerapannya, kalau mau dibuat sedih ya kurang membuat penonton terharu, nanggung jadinya. Ini adegan saat Ali meluk mamanya di Lorong saat dia bilang Ali juga kan anak mama, mau diakui dan mamanya senyum. Disini harusnya bisa dibuat lebih terharu siih dari sisi si Ali nya.

Jadi ini ceritanya soal anak yang pergi nyusul mamanya ke negeri orang, New York dalam film ini. Mamanya pergi dengan keinginan untuk menggapai mimpi sebagai pianist dan penyanyi, nah ini contoh orang-orang yang mau dan berani mengambil resiko (bukan gue dan ginger bgd yang penuh itungan sono sini hahaha). Cuma sayang dia tergoda dengan kondisi dan memaksakan diri dengan tidak melihat kenyataan bahwa dia sudah meninggalkan harta berharga di negerinya sendiri yaitu anak dan suaminya. Akhirnya sang suami berusaha merelakannya dan membuat anaknya juga melupakan mamanya dengan tidak memberikan informasi sama sekali bahkan tiket yang pernah dibelikan pun ngga digunakan. Dia sudah menyerah pada istrinya sendiri.

Ali, anak yang penasaran dan merasa bahwa mamanya masih menginginkan dia hanya dengan melihat semua surat-suratnya dan terutama tiket yang pernah dikirimkan oleh mamanya. Dengan semua daya upaya dan halangan yang ada dari keluarga besarnya, Ali akhirnya berangkat (salut sama Budenya siih, ini Cut Mini memerankan dengan sangat baik, bisa serius, bisa lucu, bisa bangedlah). Menurut gue peran Cut Mini jauh lebih luar biasa sih dibanding dengan Bayu, tapi Bayu menambah suasana trus ginger bilang curang bgd dia, tetep ikutan ke New York tapi ga ngapa-ngapain, perannnya Cuma sampe di bandara doangan. Hahaha

Balik ke ceritanya, jadi Ali ketemu dengan 4 orang yang punya karakter beda-beda, orang-orang Indonesia yang berjuang di negara orang dengan alasan masing-masing tentunya namun bisa saling menerima dan mendukung satu sama lain. 4 orang inilah yang justru menerima Ali jauh lebih baik dari mamanya sendiri. Kalian akan ketawa sejak dari awal pas tahu siapa 4 orang ini, manteplah ini pemilihannya.

Pesan moral dari film ini adalah kadang kita salah menilai atau menentukan apa yang sesungguhnya bisa membuat kita Bahagia. Kita menilai hanya dari sudut pandang kita sendiri tanpa kadang mau melihat kenyataan di depan mata yang bisa saja justru menunjukkan sebaliknya. Ali membuat kita melihat dalam film pendek yang dia buat bahwa ada jalan lain, ada cara lain untuk Bahagia. Mungkin ga sama dengan bayangan kita, mungkin jauh beda dari impian kita tapi akhirnya semuanya akan ditunjukkan kepada kita dan kita akan mampu melihatnya walau butuh sakit, butuh air mata, butuh penolakan di awalnya.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Ngga kerasa udah masuk bulan kedua. Gimana kondisinya? Buat yang satu itu ya tambah parah siih ditambah udah masuk jadi hitungan juga dan bingung kan kalau ngga dilakukan jadinya. Kadang bener-bener berasa seperti apa yaa seperti orang yang bener-bener ga bener hiks. Niat hati berasa untuk bisa kembali menjadi sesuatu seengganya dalam bagian terbaik yang pernah didapat tapi udah 2x ini semua pembicaraan mentok kepada kondisi yang tidak menyenangkan. Empati itu udah ngga ada. Udah Cuma berasa menjadi problem solving aja. Salah? Ya ngga siih Cuma kan kalau Cuma problem solving mah ada banyak kali yang bisa, kan itu umum tapi kalau soal dia, tentang dia, bersama dia, bukannya harusnya lebih dari itu? Bukannya mau dianggap sebagai lebih dari itu? Emang sih kalau ditanya caranya gimana, yaaaa susah jelasinnya, tapi bukannya yang kya begini itu datangnya dari hati, Namanya juga empati kan pake emosi bukan nunchi yang emang ga dipake emosinya.



Kalau dicoba untuk menilik lebih jauh, mungkin emang ada sisi sensi dalam hal ini tapi rasa-rasanya udah jauh bgd membuang rasa itu atau emang kalau soal itu sensinya lebih gede? Entahlah. Cuma berasanya gimana yaaaa udah ngga ada orang lain yang bisa diajak ngomong trus yang bisa diajak ngomong malah Cuma menyakitkan, lebih kea rah menyakitkan dibanding menyenangkan. Ditambah semuanya skrng dihitung dengan angka. Kalau ada kegiatan lain selain angka malah jadi masalah. Kalau ngga bisa memenuhi angka juga menjadi masalah. Apalah aku ini skrng yaa? Cuma angka juga? Haha. Makin banyak donk yang menganggap aku bgtu. Penghasil angka dan pemberi angka. Aiih sedih amat yaaak

Minta maaf buat tidak bisa menjadi orang yang menyenangkan kali yaa, menyenangkan saat dibutuhkan dan menyenangkan saat memang bisa. Bukan sebaliknya. Udah kya New York donk, one-way aja. Padahal kan relationship itu two-way dan harusnya menjadi symbiosis mutualisme tapi berasa semakin menjadi symbiosis parasitisme aja haha. Amit-amit semoga Cuma sekedar pikiran aja. Kyanya emang akan jauh lebih baik ngga mencoba meninggikan ekspektasi. Merendahkan target, jauhkan diri dari kata sempurna, bahkan untuk normal aja juga jangan terlalu diagungkan. Jalannya ngga begitu, jalannya ngga kesitu. Semoga bisa kuat, semoga bisa punya tenaga lebih buat itu. Ciayooo
Read More..
Dari dulu mendambakan kondisi ini, skrng? Harusnya sih iya yaa udah didapati tapi nyatanya ngga sepenuhnya seperti itu. Kondisi tidak mendorong ke arah sana. Ada yang berubah, ada yang harus diubah. Lebih baik? Ngga tahu. Semua baru berjalan sekitar 2 minggu tapi jeleknya udah kelihatan sih. Komitmen awal yang terbentuk malah mulai runtuh dan jadi gampang banged buat diruntuhkan. Salah dia? Ngga. Ngga sama sekali harusnya. Salah siapa? Diri sendiri. Haha pastinya ngga mau disalahin kan yaa. Tapi kayanya emang lebih berat ke diri sendiri. Semuanya harus bisa diputuskan dengan tegas tapi ada terlalu banyak kata tapi disana. Tapi begini tapi begitu nanti begini nanti begitu. Ada terlalu banyak pertimbangan. Mau mundur? Kyanya ngga bisa deh. Jalan satu-satunya adalah dibicarakan dan diperbaiki.
Belum tahu mau nulis apalagi
Read More..
Saturday, May 15, 2021 at 1:15 PM | 0 comments


Filmnya sih bagus ya. Ceritanya juga oke Cuma akhirnya kurang aaja siih. Harusnya bisa lebih bagus, ya menurut g sama ginger sih harusnya di akhir film Joe dan 22 bisa bertemu di dunia nyata entah sebagai saling kenal ataupun ngga. Cuma adegan itu ngga ditunjukkan, hanya diperlihatkan bahwa akhirnya mereka berdua mendapatkan tubuh dan bisa hidup.

Ceritanya tentang seorang laki-laki bernama Joe Gardner yang senang sekali bermain piano. Berbakat dan punya potensi namun keadaan tidak mendukung termasuk juga ibunya. Dia menuruni bakat ayahnya dan memang ayahnya yang mengenalkan dia pada musik sehingga dia jatuh cinta dan bisa menguasainya. Joe berprofesi sebagai guru musik, dia mengajarkan anak-anak namun sepertinya tidak terlalu berhasil. Sampai akhirnya dia mendapatkan penawaran untuk bisa tampil di sebuah café untuk mengiringi seorang artis yang cukup terkenal. Tentunya Joe sangat Bahagia dan menantikan waktu ini. Namun sayang dia mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal.

Selanjutnya adalah cerita tentang Joe di antrian menuju akhirat, dimana dia mencoba untuk melarikan diri dan kembali ke bumi karena merasa sangat tidak rela bahwa dia harus mati di saat dia bisa membuktikan pada dunia kalau dia adalah musisi yang hevat dan layak diperhitungkan. Di jalan menuju akhirat, dia tiba di sebuah lokasi yang dianggap sebuah tempat bagi jiwa-jiwa untuk lulus test dan dianggap layak untuk memiliki tubuh dan hidup di bumi. Adalah 22, seorang jiwa yang sudah lama sekali disana dan belum ada satupun yang berhasil membuat dia memiliki aura positif dan menemukan apa yang sesungguhnya akan mencerminkan dirinya saat dia menjadi manusia nantinya.

Joe dan 22 akhirnya bisa kembali ke bumi namun tidak sesuai dengan rencana. Joe masuk ke sekor kucing sedangkan 22 masuk ke jiwa Joe. Petualangan dimulai oleh keduanya untuk dengan target, Joe kembali ke jiwa aslinya dan menyelesaikan performance yang dinantinya sedangkan 22 kembali ke alamnya karena dia ga suka di bumi. Pesan moralnya adalah ngga semua yang diingikan bisa tercapai dan ngga semua yang terlihat buruk benar buruk adanya, pasti ada sisi baik dari segala sesuatu sekalipun itu sangat buruk kelihatannya.

Read More..
Posted by Fronita Labels:
Friday, April 30, 2021 at 7:12 PM | 0 comments
Belakangan ada banyak yang tidak dipahami, terutama soal diri sendiri yang entah gimana merasa bingung mau kemana atau mau apa. Hal paling mudah saat mungkin banyak orang menanti bonus untuk membeli sesuatu terus g sendiri malah pusing ngga tahu mau diapain duitnya. Yang ada malah mikir apa yang bisa dikasih ke orang lain.

Bahkan untuk hal yang paling diinginkan pun udah kya berasa ngga pengen atau ga tahu apa masih pengen atau ga karena rasanya semua berasa ngga seindah saat dulu diinginkan namun ngga bisa dicapai. Hari ini curhat sama dia, entah kenapa air mata ngga berhenti mengalir. Entah rasa apa yang sebenernya mengalir melalui air mata itu. Antara sedih karena merasa qo dia baik-baik aja. Atau rasa terharu karena akhirnya kehidupan bisa kembali karena dia udah baik-baik aja menanggapi semuanya. Rasa kecewa karena merasa masanya udah lewat jauh dan g baru mulai menapak dan entah mulai darimana. Rasa mau marah karena dia dengan gampangnya bilang gampang begini gampang begitu, ayolah coba untuk ngga malu, ayolah coba minta bantuan orang lain. Yang dulu tuh ngga butuh begitu juga ada banyak yang mulai dluan dan bisa dijajaki tapi sekarang rasanya udah ngga merasa bisa menarik lagi atau bisa seperti dlu. Adapun mungkin yang menarik, kemungkinan yang sangat besar adalah tidak sepadan sehingga belum tentu dia mau.

Tujuannya emang bukan itu tapi jalannya emang harus lewat situ. Kalau boleh milih mungkin lebih baik begini karena udah hampai separuh hidup dijalani dengan dia dan hampir semua hal udah hafal dan berasa badai macam apapun akan bisa kami hadapi tapi hidup kan ngga semudah itu. Karena hidup menunjukkan pada jalan dimana semuanya ngga bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Harus bisa dan mau memulai sesuatu yang baru. Harus mau melangkah demi masa depan dan tujuan hidup yang sudah dibuat di awal.

Kalau boleh pinjem istilah mungkin Namanya ikhtiar atau beriman untuk hal itu. Usaha dengan seizinnya Tuhan dan niscaya Tuhan tidak melihat dan memberi sesuai dengan waktuNya. Yups waktuNya bukan waktuku. Skrng saatnya bangun, bangkit dan mulai lagi. Ya Tuhan semoga ngga lama dan ngga sulit jalannya. Show me Your way.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Tidak terlalu ingat dengan 2 bulan terakhir ini karena rasa putus asa kembali muncul dengan semua ketidakpastian yang ada di depan mata. Kya udah cape bgd buat yang Namanya berharap. Kya udah cape bgd buat yang Namanya ngomong, ngebahas. Jadi ya udahlah.

Diingat saat ya emang dia ingat, ngga diingat saat emang dia ga ingat. Akhirnya waktu berjalan terus, ngga bisa ditolak. Bulan puasa juga datang dan semuanya terasa semakin jauh, menyenangkan? Harusnya. Karena waktu ketemuan pun menjadi sangat jarang sekali. Menyenangkan saat bisa bertemu tapi dia hanya mengernyit saat aq melakukan hal yang menyenangkan. Katanya telatlah, ngapainlah. Ya ya udahlah.

Mungkin seperti lagunya Hanidya – waktunya ku nikmati sendiri.

Ga usah banyak bantah, ga usah banyak komen, ga usah banyak tanya. Jalani aja.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Mendengar atau membaca kata itu sangat menyakitkan hati. Ga paham kenapa setiap ada hal yang tidak terdengar atau terasa baik baginya maka dia akan menggunakan kata-kata maut itu. Apa sih yang sesungguhnya terjadi dan dia pikirkan? Dengan mudahnya dia akan seperti melupakan segala hal bahkan sesi trainer pun ditinggalkan karena adanya banyak masalah, kalau ditanya atau diingatkan pasti akan datang komentar seperti ini, duh ga mikir apa kalau lagi banyak masalah, egois amat sih mikirin diri sendiri doang. Makanya sebelum itu keluar jadi ngga akan ditegor, ya ngga selalu sih, kadang tetep mencoba melempar batu kali-kali aja disambut baik dan emang sih kadang bisa kadang ngga, udah pinter neh baca sikon haha. Walau di hati berasa ini maunya gimana yak. Kalau ga dikerjain eh kan itu emang jalannya menuju kesana kalau dikerjain eh qo ngga lagi diperhatiin bahkan ngitung pun sempat beberapa kali kelewat karena yaaa sikonnya ga oke buat minta itu jadinya skip dlulah. Harusnya sih, berasanya sih udah bener bgd, udah bijak bgd, udah coba dewasa bgd. Nahan semuanya dan tetap focus sama tujuan akhir.

Nah ini bagian sedihnya. Saat dia udah ga sibuk, saat kepalanya udah bisa kembali focus sama aq, semuanya berubah. Tiba-tiba dia muncul dengan argument bahwa aq ga mikir, aq orang zaman dlu, aq mikirin diri sendiri, aq maksa, aq minta cepet-cepet (bagian ini sungguh sangat sedih sih denger atau bacanya karena yang sering bgd nyindir adalah dia, yang nyuruh ini itu adalah dia, bahkan yang bilang qo lama bgd sih, qo masih aja ga berkurang sih, qo balik lagi sih, qo jelek lagi sih). Padahal yang aq lakukan Cuma nanya ini pasca kecapai gimana yaa selanjutnya, plannya apa, kita mau ngapain. Nanya ini supaya ga da kesalahpahaman eh malah dituduh macem2. Bikin sedihlah, bikin kecewalah. Lah seriusan saya bingung, sedih dan ga tau lagi harus gimana.

Masa sih harus bgni lagi, bahkan ini sih jauh lebih menyakitkan sih. Jadi kya akan ditinjau kalau dia udah ga sibuk, kalau dia sibuk ya udah diem aja, tunggu sampe waktunya ada baru akan ditinjau, lah kya bgini mau sampe kapan? Hal ini ga mungkin kan ditanyain karena bakal jadi masalah lain padahal ada banyak yang ngga bisa dikerjain karena kondisi ini. Skrg aja semua hal yang berhubungan sama kebutuhan “sendiri” terutama aq udah aq buang jauh2 dan usaha dengan cara lain karena udah ga mungkin ngomong sama dia, dibilang ga pentinglah, emang bakalan matilah kalau ga dikerjain, beda kalau sebaliknya. Dan dia kyanya ga akan inget itu dan selalu ga inget sih (proven). Aq dengan setulus hati ingetin bahkan temenin dan berharap sebaliknya tapi malah dianggap karena aq punya kepentingan maka aq baru inget kepentingan dia, lah kalau nunggu dia inget ya sampe kapan, bayar bee aja ga inget yang emang wajib.

Hey sayang, seriusan aq berasa sangat bingung. Maju salah mundur juga salah. Aq udah pasrah sejak 0710 dlu karena aq tahu aq ga bisa balik lagi pasca aq setuju masuk lagi dalam lingkaran ini. Penawaran kmu menjadi titik cerah buat aq tapi skrng km sendiri yang mulai kembali menjadi seperti dulu. Sedih, ga siap, dan lainnya tapi ini Cuma situasional. Km terlihat kuat dalam beberapa waktu lalu kembali lemah beberapa waktu kemudian. Kmu tuh maunya apa sih? Andai aq bisa menyampaikan semuanya baik-baik dan km memahami aq. Wow kalimat lama yang pasti bakal dicela (haha) dari dulu mintanya dipahami, gitu katanya. Nah kan balik lagi, susah yaa.

Waktu terus berjalan, sesuatu yang ngga akan pernah bisa aq putar ulang. Aq berasa dipermainkan olehnya. Berasa menjadi orang paling bodoh yang ga bisa berjuang buat hidupnya sendiri. Aq bukan orang yang bisa ngambil resiko, semuanya selalu diperhitungkan. Aq minta maaf yaa dunia, minta maaf ya semuanya. Udah setengah jalan di dunia tapi tetep mau dikendalikan sama yang namanya rasa “ga enak” padahl ujung2nya diri sendiri yang jadi ga enak haha.

Apa mungkin harusnya aq melepaskan semua keinginan aq dan mengikuti aja bagaimana waktu bermain dan menunjukkan jalan dalam hidup?

Dom udah mau sama tingginya, padahal baru kmrn rasanya meletakkan dia di dalam dus air mineral untuk di ajak main karena maminya blm pulang kuliah, pengen bgd punya dom sendiri, hiks.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Saturday, March 13, 2021 at 11:21 AM | 0 comments


Filmnya udah dinanti-nanti karena yang pertamanya kan bagus bgd tuh. Film DC yang paling bagus diantara yang lainnya, yakin deh semuanya setuju hehe. Nah tapi sayang sih di film yang kedua ini bayangan itu ngga terlalu terpenuhi. Ginger bilang kisahnya malah agak aneh dan penyelesaiannya pun terlalu kya dipaksakan hanya karena emang udah waktunya, seriusan ini Panjang bgd loh filmnya.

Masih soal Diana (Gal Gadot) yang sedang mencoba move on dari Steve Trevoew (Chris Pine) yang dalam film sebelumnya sudah mengorbankan dirinya. Kalau menurut ginger kyanya film ini lebih mengajarkan pada kalau emang belum waktunya, maka kmu ngga akan dapat apa yang kmu mau dan kadang harus ikhlas sama apa yang dimauin kalau emang bukan begitu jalannya. Ini jadi dipahami pas udah selesai filmnya sih. Belajar dari pas awal film kenapa ibunya ngga bolehin diana untuk menyelesaikan tantangan terakhir. Hal ini karena diana curang dan dia emang ngga seharusnya bisa menang makanya ditahan.

Dalam pertengahan film pun diana dihadapkan pada pilihan untuk kehilangan Steve (lagi) atau melepaskannya demi menyelamatkan banyak orang. Pilihan yang sulit, pastinya. Begitu pula dengan Cheetah dan Max Lord yang juga punya keinginan untuk bisa jadi lebih baik, lebih dihargai dan lebih maju namun akhirnya lupa sama jati dirinya sendiri. Kekuatan dan kemampuan yang dimiliki justru bikin lupa diri dan malah menjadikannya berbeda dan menjadi “jahat” terhadap orang lain walau sesungguhnya mereka ngga maksud bgtu. Hidup menerpa dengan keras dan membuat mereka hampir putus asa untuk bisa bangun dan akhirnya mencoba jalan singkat untuk bisa mencapai tujuannya, nah banyak neh dari kita yang begini. Ikhlas dan Sabar adalah 2 hal paling sulit kali yaa di dunia. Ga peduli sebagai orang berada atau ngga, semuanya pasti dapet ujian ini.

Kemenangan WW dalam film ini bukan dengan kekuatan fisik tapi dengan suara dan kekuatan hati. Mencoba menyadarkan semua orang bahwa punya keinginan boleh tapi mesti memperhatikan sekitar karena kadang keinginan bertentangan dengan sikon dan bikin orang lain susah Cuma demi memenuhi keinginan sendiri.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Ngga kerasa udah 8 Tahun berlalu ya sejak terakhir kali merayakan ultah Papa. Ngga nyangka kalau itu perayaan terakhir, hiks.

Papa apa kabar sekarang? Yakin bgd kalau Papa pasti baik-baik aja dan selalu Bahagia di sana 😊 Kami disini juga baik-baik qo Pa. Seperti apa yang Papa bilang waktu itu kalau semuanya akan baik-baik aja karena Papa sudah menyelesaikan semuanya dengan sangat baik. Tapi Papa curang, ga mau nunggu kami ngasih sesuatu sama Papa, udah duluan aja buat pergi setelah membuat kami baik-baik aja. Ya udahlah mungkin emang Tuhan maunya bgtu. Aq ngga lagi mau complain tapi lagi mau cerita hehe

Tahun ini tahun ulang tahun yang beda Pa, dunia mengalami hal yang ngga biasa. Hampir semua tempat bahkan kalau hitungannya negara kyanya semuanya kena pandemic ini. Namanya Covid-19 kenapa ada 19 dibelakangnya? Karena dia lahir di 2019 haha ngga kreatif ya Pa tapi dia jadi sangat terkenal dan pergi kemanapun bahkan udah bikin 1 juta orang lebih meninggal, termasuk orang-orang yang kita kenal Pa, hiks.

Sekarang ngga bisa bebas, semuanya mengkhawatirkan. Doakan ya Pa semoga bisa segera berakhir dan setidaknya bisa balik dalam kondisi yang normal, walaupun kyanya ngga akan bisa balik ke masa sblm ada pandemic ini tapi setidaknya bisa lebih baik dan lebih bebas sedikit untuk bergerak, amin.

Keadaan politik juga lg seru Pa, banyak bgd bahan bahasan neh skrg. Walau aapa yang Papa suka dulu skrng jadi mengecewakan sih menurut aq. Kebayang gimana serunya kalau bahas sama Papa dan debat haha. Dulu aq masih bisa debat sama koko kalau lagi jalan bareng ke kantor setelah Papa ngga ada tapi sekarang dia udah ga bareng aq lagi. Dia udah ngga tinggal dirumah kita lagi Pa. udah pindah dia. Ke PMI (Pondok Mertua Indah) haha. Papa pasti bakalan seneng bgd deh. Koko udah nikah di Nov 2020 lalu Pa. Bukan sama cewek yang Papa tahu sih tapi sebenernya Papa udah tahu kyanya karena neh anak satu gereja sama Papa dan suka pelayanan, harusnya cukup dikenal siih. Namanya Elin Pa. Saat aq nulis ini mereka lagi liburan tuh, StayVacation katanya, gegayaaan aja haha. Berdoa semoga bisa segera punya ponakan dari mereka yaa, amiiin.

Anto sekarang udah 2 anaknya. Yang kecil mirip bgd sama dia Pa. Asli tuh anak kalau lapar sama ngantuk beneran nyebelin, udah mirip bgd sama Bapaknya deh haha. Namanya cio Pa. Kalau Dom kan aq udah pernah cerita. Skrng dia udah TK B, katanya sbntr lagi jadi TK C haha. Pasti seru kalau Papa masih ada. Neh anak makin gede makin seneng ngoprek berbau sama motor atau mobil udah kya ngebengkel gitu dah klo kata mama. Anak bontot Papa yang manja masih manja sih, masih suka ngambek walau udah 2 anaknya haha. Ya semoga makin dewasa aja deh, amiin. Jadi kepala keluarga yang baik dan luar biasa.

Mama masih cantik Pa hehe. Dia sehat dan luar biasa. Sibuk sama cucu aja kesehariannya. Makin jago masak. Makin jago bikin kue. Luar biasa dah. Makin kuat dan luar biasa juga imannya. Makin senang melayani dan ngga akan kelupaaan buat dengerin renungan. Bangga deh pastinya Papa. Padahal dulu kan susah ya Pa kalau diajak hehehe.

Aq ya? Hmmm mungkin Cuma aq yang blm bisa ngasih apa-apa yang membahagiakan buat Papa. Aq masih sama. Masih dalam lingkaran yang sama yang sering aq ceritain sambil nangis dari dulu. Aq emang payah Pa. aq yang ngga bisa berusaha untuk berjuang. Aq yang ngga mampu melawan rasa ga enak sama orang lain. Ngga mampu mengambil resiko akan Tindakan ekstrem yang mungkin aja bisa aq lakukan sejak lama. Aq yang Cuma bisa menunggu sampai orang lain yang menentukan jalan hidup aq sendiri. Payah bgd ya Pa, hiks. Padahal aq udah cukup yakin bisa mengatasinya kali ini tapi nyatanya aq tetep kalah lagi. Kena tipu lagi. Dibohongin lagi dan masih juga bertahan. Aq ga tahu Pa, aq sama sekali ga tau harus bagaimana. Bayangan aq terlalu buruk apalagi dengan kondisi yang makin buruk. Ngga bisa bayangin kalau dia akan melakukan Tindakan ekstrem yang justru bakal bikin mama makin sedih dari kondisi saat ini. Waktu? Iya aq tahu. Waktu adalah sesuatu yang ngga bisa dimainkan. Seringkali aq mikir bahwa mungkin lebih baik aq mengakhiri saja semuanya daripada aq ngga bisa milih mana yang harus aq lakukan. Setelah sekian lama pun dia ngga sanggup melepas dengan ikhlas dan baik-baik, dan aq ngga mampu memaksa lagi. Karena semuanya bakalan percuma kalau dia sendiri ngga mau melakukannya. Makin lama makin rusak, iyyaa aq tahu Pa. Semuanya sangat membingungkan. Aq pun berpikir minta kebebasan buat apa, toh aq juga udah rusak parah dan ngga yakin ada yang terima, tapi ya seengganya bebannya bukan di dia kali. Tapi dia kyanya ngga pernah menyadari atau emang ngga mau. Yang ada tiap kali aq bicara, aq lah yang dianggap egois karena ngga mikirin perasaaan dia. Mau gimana pun kyanya yang salah tetep aq. Aq yang dianggap mau aja, aq yang akan dibilang egois. Aq yang yaaa semuanya aq lah yang salah. Itu baru dari dia. Belum dari sekitar rumah atau orang yang lain yang mungkin ngga akan melihat jauh ke dalam semisal tahu ceritanya. Andai aq bisa minta, aq pengen bgd terbang ke Papa dan meninggalkan semua sesak ini Cuma kan itu yang Namanya menyerah yaa. Dan ga boleh nyerah sama hidup, hidup adalah perjuangan tanpa akhir. Keselamatan aja harus dikerjakan walau dikasih gratis hehe.

Semoga aq bisa lebih baik ya Pa. Semoga tahun depan bisa nulis salah satu kisah Bahagia tentang aq, amiin 😊
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Tak pernah 'ku merasa hawa sehangat ini
Di dalam hidupku
Kau beri dan kau bagi semua marah dan candamu
'Ku harap hanya untukku




Saat kau meratap, saat kau bahagia
'Ku ingin ada di sana
Saat 'ku melangkah, saat 'ku berpijak
Adakah kau bersamaku, whoo-hoo
Read More..
Posted by Fronita Labels:


Seperti yang udah terjadi di tengah bulan lalu, sisa bulang berusaha dijalankan dalam diam. Diam untuk tak pernah mengusulkan apapun, ngalir aja ngikutin apa yang emang mau terjadi. Dikarenakan dia sendiri sepertinya sibuk dengan hidupnya sendiri maka semuanya bisa dianggap berjalan baik bahkan mungkin terkesan dia udah ga peduli lagi. Sedih siih tapi ya udahlah kan emang udah mau waktunya, udah tinggal dikit lagi. Hitungannya pun sudah mendekati. Jadi kuatkan hati aja.

Berusaha bepikir positif sama semua yang terjadi dan berusaha menguatkan hati, jiwa dan pikiran akan semua hal yang akan datang. Bicara hanya soal hal-hal umum dan yaaa cukup seru juga siih melakukan Analisa terhadap masalah berat yang mungkin harusnya berasa lebih berat dari masalah hidup yaaak hahaa soalnya kan masalah negara, lebih berat, lebih banyak pihak haha.

Februari, singkat bulannya dan berakhir juga dengan cukup singkat. Makin baik dalam banyak hal. Walau cukup sedikit kecewa karena cisgo mulai lagi berulah padahal udah seneng dia udah bebas dari jamur eeeh ternyata mulai lagi, hiks. Belum ada solusi buat ini neh. Entah gimana ke depan nanti walau ada beberapa ide siih tapi kyanya ginger udah bete dan males haha jadi ya udahlah nanti kalau kami berniat lagi atau aq aja yang beresin nanti.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Saturday, February 13, 2021 at 10:36 AM | 0 comments


Gegara ginger pengen bgd dengerin Yuki Kato ngisi suara akhirnya dia nyoba langganan Disney+ jadinya bisa nonton deh film ini. Padahal kan dia sering bgd ketemu yang mirip sama Yuki Kato, ngapain coba Cuma pengen dengerin suaranya doangan haha (pede bgd yaa gue haha, abisnya bukan Cuma 1 orang sih yang bilang bgtu hehe)

Ginger bilang dia blm pernah nonton film yang versi kartunnya. Seinget gue sih gue udah pernah nonton yak arena gue tahu ceritanya dan ngga terlalu tertarik-tertarik aman buat nontonnya. Tapi kan udah biasa kalau salah satu ngotot ya pasti dah ditonton juga apalagi udah terlanjur ampe langganan ya udahlah haha.

Dan sesuai perkiraan, kisahnya ya masih sama tapi emang samar2 sih ingetnya yang dlu gimana yang skrng gimana. Kisahnya pastinya soal anak cewek yang tomboy dan bisa beladiri yang akhirnya mewakili orangtuanya untuk ikutan perang karena emang ada kebutuhan dari negara untuk melakukannya. Dia sembunyiin jadi dirinya sampe suatu saat. Karena ini film yang kategorinya awlanya memang buat anak-anak pastinya berakhir dengan Happy ending. Jadinya Mulan diterima oleh negara dan keluarganya walau dianggap sudah melakukan sesuatu yang salah. Bagian paling seru sih pas bilang gini “aq, Hua Mulan” haha, ngga akan gue lupa dan suara sama ekspresinya haha.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
Hahaha aneh ya judulnya. Iyyaa emang aneh, ngga tahu mau kasih judul apa sih sebenernya karena ngga tahu juga ini namanya apa sebenernya. Belakangan kan mengajukan pertanyaan kenapa 2021 bisa berbeda dengan akhir 2020 yang sangat menyenangkan. Dan akhirnya melalui beberapa pertengkaran, akhirnya dapet juga sih jawaban dan penjelasan dari pertanyaan yang diajukan serta pernyataan yang sangat mengejutkan. Baik atau buruk? Jujur ga tau sih jawabannya apa soalnya emang ngga tahu gimana cara memahaminya. Satu hal yang pasti sih ada beberapa teori dan penjelasan yang selama ini digunakan secara satu per satu tapi kini didapati pelajarannya adalah harus digunakan secara bersamaan karena untuk beberapa kasus, satu solusi ngga cukup untuk bisa mengatasinya, jadi butuh campuran dan kombinasi. Sayangnya saya teh belum jago untuk ini sehingga ya gitu deh kadang jadi masalah apalagi kalau suasana hati tak mendukung atau semesta juga ikutan ngga mendukung dengan sikon yang ga bener bgd dah haha, jadi makin sulitlah dalam bersikap.

Mengenai pernyataan yang mengejutkan sebenernya sih dilihat dari sudut pandang yang diungkapkan, ya mungkin benar sih tapi bukannya emang ga semua bisa diungkapkan dengan langsung yaa. Dan dulu kan awal2 punya yang Namanya tempat cerita adalah untuk mengungkapkan sesuatu yang emang susah diungkapkan secara langsung, apa ini salah satu perubahan baru? Atau Cuma sesuatu yang terucap saat sudah ngga tahu harus membalas dengan apa? Keduanya bisa jadi siih tapi dengan ini sih pelajaran yang bisa diambil adalah jangan mudah melakukan atau mengungkapkan sesuatu walau rasanya sih udah berusaha setengah mati buat nulis yang ngga tersurat karena kan emang ga bisa di buat official haha tapi ya udahlah. Ambil baiknya aja. Ambil pelajarannya aja.

Kadar ikhlas mesti ditingkatkan lagi neh. Kadar sabar mesti dinaikkin lagi. Lebih dewasa, lebih baik dalam bicara, lebih hati-hati dalam bersikap. Hey februari, be nice to me yak haha. Baru 14 hari berlalu neh masih ada setengahnya lagi soalnya haha

Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Januari sangatlah berat. Ada banyak bgd hal membingungkan. Diam menjadi salah, berpendapat pun menjadi salah. Padahal di sisa waktu yang tersisa Cuma ingin menyisakan kebahagiaan saja namun rasanya susah untuk melakukannya bahkan menyampaikannya juga susah. Acapkali g diam dan tidak melakukan apapun lalu dia datang dan bilang hey kita itu ngga begini kan kita bisa bahas, lalu g semangat dan coba bahas lalu dia datang kenapa sih ga nurut aja, kenapa harus berpendapat, nah loh mana dah yang mesti dipegang. Pasti jawabanya tergantung sama sikon. Nah yang selalu g ga paham adalah sikon yang kya gimana yang beneran pas sama sikapnya karena sepanjang hampir 12 tahun ini g sih seringkali banyakan salahnya daripada benernya. Jadi kya kalau dia lagi pas reaksinya baru dah klop, kalau lagi ngga cocok mah apa juga jadinya salah, apa juga jadinya ribut. Terutama kalau bukan g yang jadi pikiran utamanya dia atau ada juga saat g jadi pikiran utamanya dia dan dia akan membabi buta mencari tahu apa yang sedang g lakukan, kenapa dan mengapa. Haha serba salah yaaa. Hiks. G kira masa ini sudah berakhir, aseli kangen sama November dan Desember 2020 yang terasa sangat damai. Januari bener-bener beraaaat.

Setiap hal, apapun itu g selalu berusaha mencatat dan mengambil lesson learned-nya. Dlu sih sangat efektif cara ini tapi sekarang sangat absurb karena semuanya bisa berubah dengan cepat. Jadi udah kya suka-sukanya dia aja dah maunya gimana. Yang bisa g lakukan Cuma bertahan. Sebentar lagi…sebentar lagi…2,5cm lagi dan semuanya akan selesai. Padahaal jujur aja g malah takut dah haha tapi yang kali ini kan ga boleh gagal lagi. Apapun yang akan dihadapi nanti.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
Thursday, January 21, 2021 at 1:57 PM | 0 comments
Ini anniversary? Ngga tahu haha Cuma tanggal yang diperingati tiap bulan, tanggal yang juga bukan tanggal jadian atau tanggal istimewa yang dimana kami kemana gitu atau apa gtu. Tapi ini tanggal sedih sebenernya buat gue tapi dijadiin peringatan, katanya biar selalu inget betapa sombongnya diri saya ini sehingga dihukum dengan luar biasa sama sang pemilik hidup. Wew luar biasa ya bahasanya, ya bgtulah kira-kira.

Sudahlah dilupakan saja kali sejarahnya eh mksdnya yang jeleknya tapi diinget hikmahnya aja.

Ini kue kami hari ini 😊 Masih versi kreatif dengan hanya apa yang ada aja.



Semoga bisa lebih baik lagi yaaa. Semoga semuanya bisa selesai dengan baik
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Waktu berjalan tapi kau tidak

Orang yang sama, kisah yang lama


Januari 2021 menjadi waktu yang benar-benar luar biasa. Pembuktian nyata di depan mata kalau g emang Cuma pemeran pengganti. Orang yang ga pernah benar-benar di hati. Orang yang akan selalu jadi yang kedua dalam segala hal bahkan bisa ketiga atau lebih jika tiba-tiba ada pemeran lain yang datang. Kesabaran dan keteguhan hati sangat diuji dalam bulan ini. Bayangkan ada 14 hari dan Cuma ada 3 hari sampai di tanggal 14 yang berhasil dijalani dengan baik jadi Sebagian besar dijalani dengan buruk. Emang sih ngga ada keributan besar seperti biasa Cuma ada pencuekkan besar yang biasa. Bentak-bentak sih masih ada, sindir sampir apalagi. Cuma bersyukur dan boleh berbangga sama diri sendiri kalau masih bisa menahan diri dan tidak menuju pada tingkatan yang lebih buruk.

Kalau baca tulisan di bulan desember lalu rasanya pedih deh. Padahal udah bangga sama yang Namanya KITA yang mampu menang lebih banyak dalam segala situasi tapi kini malah jadi yang dengan mudahnya kalah hanya karena satu dua hal hiks. Entah apa yang kamu rasakan dan pikirkan, apa emang semuanya hanya karena kondisi hidupmu yang sedang tidak baik? Aq berusaha meyakinkan diri bahwa yaa dia bgtu karena ini, ya dia bgtu karena itu, ya tolong dipahami, ya tolong dimaklumi, hmmm ya Cuma aq nya juga jadi bingung dan sedih sendiri siih. Aq menjadi mencoba amat sangat berusaha untuk tidak meminta apapun. Agenda-agenda aq di akhir tahun pun ngga sama sekali ngga aq paksakan karena Cuma jadi pemicu buat ketegangan aja. Aq pasrah aja jadinya, kapan kmu inget dan mau ya udah yukk dikerjain, kecuali yang emg ada deadlinenya. Mohon maaf terpaksa akhirnya diminta juga. Aq sungguh sama sekali ga paham kmu kenapa.

Ya kembali pada judulnya bahwa aq Cuma pemeran pengganti dan mencoba untuk memahami ini dan mencoba untuk menerima dengan baik. Inginku Cuma agar km paham bahwa aq juga pengen jadi yang Utama, pengen punya yang kmu punya dan aq ngga kya Quinton Canosa qo yang maksain harus kamu. Harap bisa dipahami bagian ini, please ginger.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,


Sebenernya ngga sengaja ginger ngeklik sinetron ini (haha g bilangnya sinetron padahal harusnya serial yak hehe) trus lumayan seru ceritanya yaitu tentang tiga sekawan yang tiba-tiba masuk dalam situasi yang aneh. Tetap di kota Tokyo tapi tidak mendapati orang-orang. Kota yang biasanya sibuk menjadi sangat sepi dan kosong. Lalu mereka diharuskan bermain sebuah games yang ditunjukkan dengan sebuah HP sebagai guide. Mereka tidak bisa menolak karena jika keluar dari ruangan yang sudah mereka masuki (arena permainan) maka mereka akan mati karena ada semacam laser di batas area yang sudah dimasuki. Yang menarik adalah perihal permainannya dimana ditentukan oleh kartu dan itu menentukan jenis permainan dan tingkat kesulitannya. Berikut adalah penjelasannya:

Clubs (♣️) Permainan berlambang Clubs membutuhkan keseimbangan otak dan kekuatan pemain. Dalam kategori ini, permainan biasanya tak begitu berbahaya seperti tiga jenis lainnya. Namun, permainan ini biasanya bisa diselesaikan dengan kerja sama tim yang kuat. Ini adalah permainan pertama yang dimainkan arisu dan teman-temannya.

Spades (♠️) Permainan berlambang Spades memerlukan kekuatan ekstra pemain. Permainan Spades biasanya berkaitan dengan kemampuan dan aktivitas fisik seperti berlari, bertahan bergelantungan, melawan hewan liar, atau kabur dari pria bersenjata. Ini permainan yang mempertemukan Arisu dengan Usagi.

Diamonds (♦️) Permainan berlambang Diamonds fokus pada kemampuan mental pemain. Pemain harus bisa memperkirakan dan mengetahui rencana dari pemain lainnya untuk bertahan. Kecerdasan, logika, skill, bahkan perasaan kadang harus disatukan untuk bisa menyelesaikan gim tersebut. Ini permainan yang dijadikan ujicoba untuk Arisu Ketika harus memilih saklar mana untuk menyalakan lampu.

Hearts (❤️) Permainan berlambang Heart dinilai menjadi yang paling kejam dan paling sulit untuk diselesaikan. Permainan ini menyerang psikologi serta perasaan pemain. Kebanyakan permainan Heart pasti berujung pada kematian konyol yang membuat pemain paranoid. Heart juga bisa memanipulasi pikiran para pemain hingga membuat mereka bisa saling membunuh. Oleh sebab itu, gim ini lebih jarang muncul dibandingkan jenis kartu yang lain. Heart biasanya muncul hanya di saat para pemain mulai saling dekat dan terikat satu dengan yang lain. Nah ini game yang sangat menentukan bahkan menghabiskan setengah episode dari satu season ini.

Nah tingkat kesulitan ditentukan oleh jumlah yang tertera di masing-masing kartu tersebut, makin tinggi maka akan makin sulit. Arisu di kehidupan nyatanya memang bukanlah orang yang berhasil, dia hanya suka bermain games. Kenapa Namanya Alice karena itu nama karakter yang digunakna Arisu di games yang dimainkan,

Kelemahan dan ketidaksukaan g dalam film ini adalah perihal permainan Hearts di episode 3 dan permainan hearts yang mendominasi episode sampai akhir dimana hasilnya sangat tidak seimbang ya emang siih logikanya bahwa yang terakhir ada kecurangan karena salah satu bandar mengaku. Cuma yang episode 3 sih sedih bgd karena semua temannya Arisu jadi meninggal. Oia pemeran Utama Namanya Arisu dan Usagi. Oia komentar g yang disetujui sama ginger adalah kenapa Usagi selalu pakai tanktop siih haha. Satu hal yaitu gimana bisa Kuina yang awalnya cowok bisa jadi cantik bgd bgtu. Ini aneh siih. Oia sama adegan di episode 2 sih mnrt g ga penting bgd dah. Kyanya ga ada pun gpp.

Dan yang agak tidak menyenangkan, berasa udah kya sinetron Indonesia adalah Ketika di episode terakhir ternyata tidak berakhir dan menunjukkan bahwa aka nada lanjutannya lagi dan juga ditunjukkan siapa musuh sebenarnya. Ya ini sih menarik, membuat orang pengen nonton kelanjutannya untuk bisa dapat jawabannya. Semoga aja ngga mengecewakan siih.
Read More..
Posted by Fronita Labels:


Kalau di tahun-tahun sebelumnya, mungkin sama dengan semua orang ya, ada banyak yang diharapkan dan diinginkan di tahun yang baru tapi baca banyak status orang-orang, Sebagian besar nulis lebih kepada makasih udah bisa bertahan di 2020 karena banyak yang ngga bertahan, yang akhirnya harus pergi dari dunia ini, atau yang akhirnya menjadi positif dan merasakan bagaimana luar biasanya Corona dalam hidup. Bahkan yang juga merasakan dampak lain dari corona selain Kesehatan yaitu pekerjaan, keuangan dan lainnya. Semuanya berharap 2021 bisa kembali bertahan. Bisa sehat dulu, itu yang penting. Bahkan ada yang nulis status, asli suka banged. Harapan di 2021, Sehat dlu aja, jalan-jalan dan gengsi belakangan. Yupz g juga masih masuk orang yang kepengen jalan-jalan dan berasa kenapa yaa g ga bisa padahal yang lain bisa bahkan buat ke gereja aja g ga bisa. Ini sih seriusan menyedihkan buat g. tapi dengan segala pertimbangan dan lainnya akhirnya g mampu bertahan, mampu mikir dengan cara yang lain yang membuat g akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.

Harapan di 2021 untuk yang pertama mungkin masa sama dengan tahun-tahun sebelumnya, harapan yang digantungkan sejak 2011, sejak pertama kali nulis kapan kepengennya. Tuhan tahu dan Tuhan pasti akan penuhi. Kemarin ga sengaja nonton video singkat pembicaraan Gading dengan Iwa K. Ini simple tapi ngena bgd. Gading bilang bahwa sabar dengan ikhlas itu beda. Sabar itu pasrah tapi tetep mendem sedangkan ikhlas itu bener-bener sepenuhnya menyerahkan dan ngga dipikirin lagi. Gading bilang Tuhan itu kya lampu merah, kalau semuanya berharap hijau dan dikasih semuanya bersamaan maka yang ada akan jadi tabrakan. Makanya ngasih lampu hijaunya ada waktu dan aturannya yang mana Cuma Tuhan yang tahu. Jadi berserah aja dan ikhlas sama apa yang akan Tuhan lakukan. Wow… kyanya g jauh bener dah dari ini kalau untuk urusan satu ini, ampun ya Tuhan.



Emang sih berasa belakangan ini udah mulai kelihatan fatamorgana diantara padang pasir yang sudah dirasakan sejak lama. Padang pasir yang nyatanya sebenernya dibuat sendiri sih maksudnya dibangun sendiri. Jadi kya salah sendiri tapi terus pas susah nyalahin orang lain. Hal ini sih yang mestinya disadari dari diri sendiri walau yaa sesungguhnya ga lepas juga sih dari kesalahan orang lain yang mungkin ikut turut andil tap ikan daripada berharap orang lain yang berubah ya diri sendiri dulu aja dibenerin. Nah ini yang sekiranya sedang dijalani dan dilakukan. Berharap mendapatkan hasil yang terbaik aja, amin.

Tahun ini mungkin bisa fokus sama diri sendiri dari sisi kehidupan di rumah karena hal-hal besar dan penting harusnya sudah diselesaikan. Ya emang sih bakalan ada kali hal besar baru tapi dengan kondisinya 1,5 bulan yang udah berjalan, rasanya percaya deh kali ini andil g ngga akan terlalu besar jadi masih aman kalau mau egois tahun ini haha. Istilahnya agak kasar ya kalau pake kata egois hehe. Ya Cuma emang serangan akan segera datang neh, negara api mendekat wkwkw soalnya udah ngga ada perlindungan lagi, ngga ada alasan dan lainnya jadi emang bakalan ada penyerangan hehe. Semoga pas baru mulai angkat senjata udah bisa mulai ikutan angkat kepala untuk ngomongin hal-hal yang menuju kesana, amiin.

Lainnya berharap dilancarkan dalam pelayanan, pekerjaan, usaha-usaha menuju fatamorgana. Semoga bisa lebih aman untuk bergerak dan bertindak. Semoga kondisi negara bisa lebih baik lagi. Gerah bgd ngeliat dan ngedenger kondisi saat ini. Lebih pada sedih akan apa yang terjadi. Semoga ada pembaharuan dan bisa jadi lebih baik, amin.

Terima kasih 2020. Terima kasih sudah mengajarkan banyak hal. Terima kasih udah memberikan kebahagiaan. Selamat datang 2021, semoga bisa lebih baik dalam segala hal. Amin.
Read More..
Posted by Fronita Labels: ,
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates