Wednesday, June 30, 2021 at 2:57 PM |


Gue tahu film ini gegara ada poster pengumuman dari email kantor yang bikin acara untuk bahas film ini. Jadi dibaca karena judulnya qo bahas film, film apaan sih ini, katanya sih lagi viral. Ini viral karena pemerannya si Iqbaal “dilan” Ramadhan atau emang karena ceritanya bagus yaa? Nah coba deh ngajak Ginger buat nonton. Kata dia iyyaa katanya bagus. Okelah yuuk nonton, gratisan pula kan ini karena emang premierre di Netflix.

Awalnya si ginger dengan pede nebak akhir ceritanya. Bahwa si Ali akan pergi nyusul mamanya trus ketemu, Bahagia, done. Gue ga complain sih karena kalau emang film Indonesia, lo ga boleh berharap banyak sih sama ceritanya. Jadi gue Cuma bilang yaaa kalau emang ga kreatif neh sutradara atau penulis ceritanya yae mang bakalan bgtu doangan deh ceritanya. Eh ternyata beda looh. Bagus siih ini, untuk film Indonesia yang dibuat di masa pandemi gini. Ini lumayan bagus qo. Dari sisi cerita dan juga pengambilan gambarnya namun emang ada beberapa scene yang kyanya masih kurang pas gtu. Kya kurang penerapannya, kalau mau dibuat sedih ya kurang membuat penonton terharu, nanggung jadinya. Ini adegan saat Ali meluk mamanya di Lorong saat dia bilang Ali juga kan anak mama, mau diakui dan mamanya senyum. Disini harusnya bisa dibuat lebih terharu siih dari sisi si Ali nya.

Jadi ini ceritanya soal anak yang pergi nyusul mamanya ke negeri orang, New York dalam film ini. Mamanya pergi dengan keinginan untuk menggapai mimpi sebagai pianist dan penyanyi, nah ini contoh orang-orang yang mau dan berani mengambil resiko (bukan gue dan ginger bgd yang penuh itungan sono sini hahaha). Cuma sayang dia tergoda dengan kondisi dan memaksakan diri dengan tidak melihat kenyataan bahwa dia sudah meninggalkan harta berharga di negerinya sendiri yaitu anak dan suaminya. Akhirnya sang suami berusaha merelakannya dan membuat anaknya juga melupakan mamanya dengan tidak memberikan informasi sama sekali bahkan tiket yang pernah dibelikan pun ngga digunakan. Dia sudah menyerah pada istrinya sendiri.

Ali, anak yang penasaran dan merasa bahwa mamanya masih menginginkan dia hanya dengan melihat semua surat-suratnya dan terutama tiket yang pernah dikirimkan oleh mamanya. Dengan semua daya upaya dan halangan yang ada dari keluarga besarnya, Ali akhirnya berangkat (salut sama Budenya siih, ini Cut Mini memerankan dengan sangat baik, bisa serius, bisa lucu, bisa bangedlah). Menurut gue peran Cut Mini jauh lebih luar biasa sih dibanding dengan Bayu, tapi Bayu menambah suasana trus ginger bilang curang bgd dia, tetep ikutan ke New York tapi ga ngapa-ngapain, perannnya Cuma sampe di bandara doangan. Hahaha

Balik ke ceritanya, jadi Ali ketemu dengan 4 orang yang punya karakter beda-beda, orang-orang Indonesia yang berjuang di negara orang dengan alasan masing-masing tentunya namun bisa saling menerima dan mendukung satu sama lain. 4 orang inilah yang justru menerima Ali jauh lebih baik dari mamanya sendiri. Kalian akan ketawa sejak dari awal pas tahu siapa 4 orang ini, manteplah ini pemilihannya.

Pesan moral dari film ini adalah kadang kita salah menilai atau menentukan apa yang sesungguhnya bisa membuat kita Bahagia. Kita menilai hanya dari sudut pandang kita sendiri tanpa kadang mau melihat kenyataan di depan mata yang bisa saja justru menunjukkan sebaliknya. Ali membuat kita melihat dalam film pendek yang dia buat bahwa ada jalan lain, ada cara lain untuk Bahagia. Mungkin ga sama dengan bayangan kita, mungkin jauh beda dari impian kita tapi akhirnya semuanya akan ditunjukkan kepada kita dan kita akan mampu melihatnya walau butuh sakit, butuh air mata, butuh penolakan di awalnya.
Posted by Fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates