Sunday, August 29, 2021 at 2:04 PM |


Hal yang paling mudah dilakukan adalah menyalahkan. Sejak kejadian adam dan hawa, dosa saling menyalahkan ini sudah ada. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan Ular dan orang berbalik menyalahkan Hawa. Muter aja, sama kya banyak kejadian yang dialami orang-orang termasuk diri sendiri kalau lagi kena masalah.

Hari ini harusnya rasa Bahagia jauh lebih tinggi dibanding rasa sedih. Apa yang didoakan selama ini udah terkabul dan sisanya tinggal melanjutkan doa tersebut untuk terus berkembang pada tahap berikutnya. Senang sekali melihat mama tersenyum sangat lebar dan langsung mengucap Syukur atas kabar hari ini. Rasanya ingin sekali melihat mama memiliki reaksi yang sama tapi kabarnya dari aku. Berasanya sampai hari ini belum pernah bisa memberikan itu. Hal yang paling dia harapkan belum bisa aku wujudkan. Hiks.

Paling gampang adalah sedih, meratapi, menyalahkan dan seterusnya atas kondisi saat ini. Tapi makin kesini makin mikir, buat apa? Toh ngga ada faedahnya juga. Yang ada Cuma malah menimbulkan masalah yang lain yang (entah) seharusnya sudah tidak butuh diungkapkan lagi. Semua berpendapat sama, USAHA. Iya itu memang sedang dilakukan walau terus terang buat bangun lagi aja setengah mati karena merasa udah sangat terpuruk, udah berasa semuanya lewat dan udah sulit banged buat ngebangun kepercayaan diri buat mulai lagi. Tentunya (rasanya) ngga ada yang paham bagian ini bahkan orang terdekat sekalipun dengan mudahnya hanya menanyakan mana s-curve tanpa tahu bagaimana timeline-nya terbentuk. Padahal di sisi lain, aku mengalami krisis yang sulit aku atasi sendiri. Makin lama makin menggila, rasanya benar-benar sangat sulit mengatasinya. Astagaa apa yang udah terjadi sesungguhnya? Sampai-sampai aku merendahkan diri untuk mendapatkannya, sangat amat luar biasa sih untuk seseorang yang selama ini hitung-hitungan soal krisis itu.

Berharap orang lain mengerti adalah sesuatu yang amat sangat sulit apalagi belakangan ini. Pandemic membuat banyak orang menjadi tidak santai. Ingin cepat dan tidak sabar dalam sebuah proses. Tidak mudah lagi bertoleransi atas apapun (rasanya) lebih cenderung meminta kebutuhannya terpenuhi tanpa lagi memperhatikan bagaimana sekitarnya sedang bergerak untuk memproses semua yang dibutuhkan itu.

Semua orang bisa berkata A, B, C bahkan sampai Z tentang yang mereka lihat. Padahal itu hanya titik kecil dari lembaran kertas yang besar. Sulit sekali menjawab dan menjelaskan. Rasanya memang tidak perlu lagi sih. Yang dibutuhkan adalah untuk memberikan bukti bukan penjelasan lagi. Semoga ada acara untuk bisa membuat mereka melihat sisi lain selain titik kecil yang selama ini mereka fokuskan. Semua bermula dengan seandainyaaa.

Di sisi lain, sebuah USAHA tetap harus dijalankan. Lihat sekitar, lihat semua sisi, lihat semua bagian.
Posted by Fronita Labels: ,
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates