Marvel bekerja keras untuk bisa membuat film masing-masing bagi para avengers. Ini salah satunya. Tentunya cerita jauh sebelum adanya Thanos. Diceritakan tentang masa kecil dari Natasha Romanoff, bagaimana dia bisa seorang avengers. Jadi sesungguhnya dia terlibat dalam sebuah organisasi yang membuat para wanita muda menjadi seorang jagoan yang mereka sebut widow. Lihat film ini tuh hampir mirip dengan Red Sparrow. Cuma kalau kata ginger sparrow lebih parah sih, tubuhmu adalah milik negara jadi boleh diapain aja. Kalau di Widow lebih kepada organisasi aja dan emang mereka usaha buat mengendalikan dengan teknologi tertentu, bukan seperti sparrow yang emang ditanamkan di kepala, cuci otak abislah.

Natasha ternyata punya adik, Namanya Yelena. Kalau kata kritikus film dan ginger sebenernya film ini sengaja dibuat untuk menunjukkan sama orang-orang siapa pengganti Black Widow karena karakterenya udah dibuat mati di Avengers end game. Jadi tujuannya udah tahu mau kemana Cuma yaa ceritanya yang mungkin butuh dilihat dan ditonton kya apa mereka membuatnya. Sebenernya secara keseluruhan ini oke bahkan bisa ada lucu-lucunya yaitu saat Yelena menirukan gaya Natasha dan bilang kenapa dia selalu jatuh dengan gaya. Hal lainnya adalah cara Yelena cerita soal dia diapain di organisasi Widow dan bagaimana dia udah ngga lagi berasa hidup dan menjadi wanita karena organ-organ yang menunjukkan kewanitaan udah diubah seenaknya sama organisasi. Kalau kata ginger, sayangnya si Yelena nya terlalu gempal, agak kurus dikit aja, maka akan jadi jauh lebih oke. Kalau dari wajah dari karakter sih udah oke bahkan jauh beda dari Natasha yang keliatan selalu serius sedangkan Yelena cenderung ngeyel.

Untuk action-nya ya ga usah diragukan sih, gayanya marvel pasti oke punya dan selalu bagus. Bener-bener memukau mata sih kalau bagian yang ini yaa. Kisah lainnya soal ayah dan anak, bagaimana Dreykov menjadikan anaknya sendiri sebuah senjata dan tidak menyelamatkannya sama sekali bahkan justru dijadikan tameng untuk melarikan diri. Luar biasa sih bagian ini untuk seorang ayah walaupun emang sih dia karakternya sebagai penjahat ya tapi ga gtu2 amat kali. Masih mending ayahnya si Yelena sama Natasha walaupun bloon tapi masih bisa punya rasa menyayangi. Film ini cukup mengobati kerinduan terhadap avengers dan marvel pasca endgame.
Read More..
Posted by Fronita Labels:


Gue nonton film ini pas nyari-nyari film tentang toxic relationship. Mau lihat aja sih contohnya kya apa dan gimana jalan ceritanya kalau emang ada yang berani buat bikin dalam bentuk film. Argo (Arya Saloka) dalam film ini udah cukup menunjukkan dan memperlihatkan bagaimana luar biasanya relasi kuasa yang dimilikinya terhadap Dinda (Aurelie Moeremans). Sebegitu luar biasanya dengan logika yang dimilikinya dan dalam hal ini juga ada sih tingkah laku dinda yang sebenernya emang bisa sampe bikin si Argo sebegitunya. Ada juga bagian dimana semua orang (mungkin) sudah melakukannya dalam hidupnya, dimana mencoba memaafkan orang yang udah menyakiti berkali-kali hanya karena mencoba mengingat berkali-kali juga. Sampai akhirnya ada yang bisa membuat sadar dan membuat diri bisa mengambil keputusan yang lebih baik lagi.

Dinda udah melakukan itu di film ini, bukan Cuma dia yang dapat manfaatnya tapi juga semua teman-temannya. Sayangnya dan (mungkin) inilah sikap dari manusia secara keseluruhan yaitu maunya banyak dan maunya maunya aja. Menurut gue inilah awal dari semuanya yaitu saat Dinda mulai pengen macem-macem. Padahal yang dilakukan Kale (Ardhito Pramono) dalam film ini tuh biasa banged, ngga posesif amat qo. Kalau Cuma nanya kemana dan pergi sama siapa apalagi saat hilang ngga ada kabar, yang bukan posesif juga pastinya melakukan itu sama orang yang dia sayang. Ngga tahu yaaa kalau ada sekuel lain yang menunjukkan kenapa Dinda akhirnya bisa mengkhianati Kale. Karena kalau di film ini sih yang ditunjukkan ya biasa aja. Dari sama-sama suka sesuatu sampai suatu saat ada yang jadi ngga suka dan bilang kalau kit aga cocok. Mirip sama Sandy dan Carl di film The Devil All The Time. Awalnya mereka suka dan pada akhirnya Sandy merasa bosan dan pengen menyelesaikan semuanya, padahal dulunya mereka memprakarsai semuanya bersama dan baik-baik aja. Sama seperti saat Kale nanya kenapa mau pergi padahal sama-sama punya mimpi untuk bisa bikin album dan lainnya. Cuma karena Dinda kepincut orang lain yang belum tentu lebih baik dari Kale.

Nonton film ini menunjukkan bahwa sebuah hubungan butuh 2 orang untuk ma uterus jalan bareng atau bertahan bareng. Kalau salah satunya mau udahan ya emang sih sakit tapi mendingan emang udahan aja daripada dipaksain karena yang ada Cuma jadi pemaksaan dan satu sisi Cuma menjalankan hari sebagaimana formalitas dan menunggu waktu untuk bisa lepas, jadi nunggu alasan yang tepat, nunggu waktu yang tepat. Hanya itu.
Read More..
Posted by Fronita Labels:


Awalnya agak ga paham ini maksudnya gimana, eh ternyata ini kisah tentang games. Sebenernya ceritanya Cuma tentang orang yang build code nya dicuri dan dibuat jadi games dan terkenal. Sayangnya karena satu dan lain hal justru salah satu penciptanya (Keys) malah kerja dengan si pencuri (Antwan). Pencipta yang satunya lagi (Millie) berusaha untuk bisa naik banding secara hukum untuk bisa mengambil kembali apa yang menjadi miliknya tapi dia harus bisa menemukan bukti otentik yang menunjukkan itu. Dia mencoba ikut memainkan gamesnya, yang dinamakan Free City dan mencari di dalam games tersebut.

Blue Shirt Guy, ini adalah sebutan bagi jagoan dalam film ini. Dia sebenernya adalaha NPC (Non Player Character) yang ada dalam games hanya untuk meramaikan games dan membuatnya menjadi lebih hidup. Entah bagaimana, ya pastinya inilah yang dijadikan main story sama penulisnya, dia menjadi hidup pasca bertemu dengan wanita impiannya. Jadi karakter Guy diciptakan memiliki masalah cinta karena dia merasa belum menemukan wanita impiannya dan wanita impiannya dibuat dalam code sesuai dengan karakter Millie sehingga saat dia ketemu dengan Millie maka semua codenya tiba-tiba jadi berubah dan dia jadi hidup.

Paling menyenangkan adalah melihay Keys membuat code di belakang layer untuk bisa menerobos ke dalam games, wuaaaah serasa sesuatu dalam diri gue bangkit kembali haha. Senang banged loh menekan enter saat barisan code udah jadi banyak, rasanya tuh luaaaaar biasa bangeeed haha. Hal paling mengesankan lainnya adalah kata-kata Guy di akhir cerita bahwa mungkin dia emang NPC tap ikan NPC ada yang buat dan yang buat yang menanamkan apapun di kepalanya yang bikin bisa dia buat mengatakannya. Disinilah Millie baru sadar.

Pesan moralnya adalah jangan pernah mencuri haha. Antwan sangat takut ketahuan dan dia juga ga oke dalam melakukan pencuriannya, bukannya code aslinya dibuang, sama dia Cuma ditiban doang, ditutup doang jadinya masih bisa di open kapan-kapan dan akhirnya ketahuan deh, satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah hard reset, hancurkan servernya, ini adalah hal brutal banged yang akhirnya bikin Mouser sadar bahwa emang si Antwan yang ga bener dan dia emang maling karya Keys.

Satu hal lagi yang ngga akan terlupakan adalah kaksi Channing Tatum yang ngga banged siih tapi bikin jadi lucu dan ilfil. Kalau Ryan Reynold sih ngga usah diragukan yaaa, udah pas banged dah buat semuanya. Lucunya, serunya, kerennya, udah komplit dan pas banged.
Read More..
Posted by Fronita Labels:
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger templates